Puasa Aman dan Nyaman Bagi Ibu Menyusui Puasa untuk ibu menyusui (Foto: Pixabay/fancycrave1)

TAK ada larangan bagi perempuan menyusui untuk menjalankan ibadah puasa. Hanya saja sang ibu harus tetap memperhatikan nutrisi ketika berbuka dan sahur. Dengan demikian produksi ASI tetap mencukupi kebutuhan anak.

Dokter spesialis anak Atilla Dewanti mengatakan puasa boleh dilakukan ketika sang buah hati sudah mulai mengonsumsi makanan pendamping ASI. "Puasa boleh asal ASI tidak berkurang," kata Atilla dalam Facebook Live Johnson's Parents Club, Rabu (29/4).

Baca juga:

11 Gejala Dehidrasi, Tanda Harus Membatalkan Puasa

Ibu menyusui boleh puasa, asal ... (Foto: Pixabay/StockSnap)
Ibu menyusui boleh puasa, asal ... (Foto: Pixabay/StockSnap)

Ia menyarankan untuk memberikan jadwal menyusui dan memberikan makanan pendamping ASI secara teratur. Dengan begitu anak akan tetap merasa nyaman meskipun ibunya sedang berpuasa. Caranya, berikan ASI di pagi hari setelah sahur dan setelah ibu berbuka puasa.

"Saat siang, kasih anak makanan pendamping, buah atau biskuit, setelah buka puasa, beri minum ASI lagi," katanya.

Baca juga:

Pentingnya Fasilitas Air Bersih Di Tengah Pandemi Corona

Atur strategi agar bisa menyusui (Foto: Pixabay/Ben_Kerckx)
Atur strategi agar bisa menyusui (Foto: Pixabay/Ben_Kerckx)

Ketika berbuka, anak bisa menyusu dalam jumlah banyak, karena asupan makanan yang masuk ke tubuh ibu sudah terjamin. Meski demikian, Atilla mengingatkan jika para ibu tak perlu memaksakan beribadah puasa jika kondisi tak memungkinkan.

"Kalau benar-benar ASI tidak keluar, jangan puasa dulu, karena ini tergantung dari tiap ibu." ujar Atilla.

Di dalam agama Islam, perempuan yang hamil atau menyusui memang tak diwajibkan untuk berpuasa. Perempuan hamil dan menyusui diberi keringanan untuk membayar fidyah atau mengganti puasanya di kemudian hari. (Yni)

Baca juga:

Mobil Ikonik Hippies yang Masih Diburu Penggemar Otomotif


Tags Artikel Ini

Muchammad Yani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH