Puan Minta Perketat Pegawasan Terkait Joki Karantina Ketua DPR RI Puan Maharani. ANTARA/HO-Humas DPR RI/pri

MerahPutih.com - Semakin ketatnya karantina bagi pelaku perjalanan luar negeri memicu potensi adanya 'celah' baru pelanggar aturan.

Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti fenomena joki karantina yang marak terjadi belakangan ini. Ia pun meminta pengawasan diperketat agar aksi-aksi joki karantina tidak kembali terjadi.

Baca Juga

Bareskrim Segera Periksa Rachel Vennya soal Dugaan Suap Lolos Karantina

“Aktivitas joki karantina sangat membahayakan keselamatan masyarakat. Pengawasan proses karantina bagi pelaku perjalanan internasional yang baru tiba di Tanah Air harus semakin diperketat,” kata Puan kepada wartawan, Sabtu (8/1). Puan menegaskan, kecurangan terhadap proses karantina dapat menyebabkan kasus COVID-19 tidak terdeteksi.

Padahal karantina ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona. Jika ada pelaku perjalanan yang positif COVID-19 dan tidak melakukan karantina, tentunya mereka akan menyebarkan virus tanpa terkendali.

"Ini yang akan membahayakan masyarakat,” tutur perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu. Politisi PDI-Perjuangan itu pun memberikan apresiasi kepada Kementerian Kesehatan, BIN, dan Polri yang bekerja sama untuk menghentikan aksi-aksi joki karantina.

Polri sendiri telah menerjunkan 618 personel untuk berjaga di 206 lokasi karantina agar dapat mengawasi proses karantina yang dilakukan para pelaku perjalanan luar negeri yang tiba di Indonesia. Semua petugas yang memiliki kewenangan terhadap program karantina ini harus bisa mewaspadai fenomena joki dan berbagai kecurangan lainnya, termasuk dari pihak bandara.

"Dan kami berharap Polri dapat menindak tegas pelaku joki karantina, termasuk mengamankan kembali peserta karantina yang kabur dan memprosesnya sesuai ketentuan,” tegas Puan.

Baca Juga

Pendatang dari Negara dengan Kasus Omicron Tinggi Wajib Karantina 10 Hari

Seluruh petugas juga diingatkan agar tidak main-main dengan proses karantina karena akan ada hukuman tegas bagi siapa saja yang membantu meloloskan peserta karantina.

Puan menyatakan, kesadaran semua pihak sangat penting untuk mengatasi pandemi COVID-19 apalagi saat ini kasus Omicron sudah banyak ditemukan.

“Jangan sampai kasus COVID-19 di Indonesia melonjak lagi akibat kepentingan-kepentingan pribadi yang tidak bertanggung jawab sehingga membawa dampak bagi banyak orang,” imbuhnya. Perilaku mencari celah untuk mengejar materi pada proses karantina tidak bisa dibenarkan.

“Kejarlah rezeki dengan cara-cara yang baik, tanpa harus mengorbankan keselamatan orang lain. Ingat keluarga yang ada di rumah, karena mereka juga bisa menjadi korbannya,” ujar Puan. Puan mengimbau kepada pelaku perjalanan internasional yang baru datang ke Indonesia untuk tidak mencoba bernegoisasi dengan petugas supaya bisa melakukan karantina mandiri di rumah.

“Maka ketegasan petugas menjadi kunci. Jangan sampai abai dengan aturan, dan jalankan tugas-tugas sesuai ketentuan yang berlaku. Ini untuk kebaikan kita bersama,” tutup mantan Menko PMK tersebut. (Knu)

Baca Juga

Bareskrim Periksa Tiga Saksi terkait Dugaan Suap Karantina Libatkan Rachel Vennya

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[HOAKS atau FAKTA]: PBB Resmi Menangkan Rusia dalam Perang Lawan Ukraina
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: PBB Resmi Menangkan Rusia dalam Perang Lawan Ukraina

PBB pun resmi menangkan Rusia dalam perang karena seluruh stok persenjataan Ukraina telah hancur.

PSI Kritisi Pekan Gerakan Jakarta Sadar Sampah
Indonesia
PSI Kritisi Pekan Gerakan Jakarta Sadar Sampah

August Hamonangan mengatakan, bahwa Pemprov DKI harus menyadari bahwa masih banyak pekerjaan rumah terkait pengelolaan sampah di Jakarta.

Saat Mengerang Kesakitan, Sambo Tembak Kepala Bagian Belakang Brigadir J
Berita
Saat Mengerang Kesakitan, Sambo Tembak Kepala Bagian Belakang Brigadir J

Sebelum ditembak Ferdy, Richard Eliezer menembak Yosua sebanyak tiga hingga empat kali hingga membuat luka di sekujur tubuh Yosua.

Mabes Polri Gelar Rekonstruksi Tragedi Kanjuruhan dengan 30 Adegan
Indonesia
Mabes Polri Gelar Rekonstruksi Tragedi Kanjuruhan dengan 30 Adegan

Polri melakukan rekonstruksi insiden Kanjuruhan yang menewaskan 133 orang.

Perbaikan Atap Tribun Formula E Ditargetkan Rampung pada 2 Juni
Indonesia
Perbaikan Atap Tribun Formula E Ditargetkan Rampung pada 2 Juni

Panitia Penyelenggara Formula E Jakarta mengungkapkan, target perbaikan atap salah satu bagian tribun penonton yang ambruk rampung pada 2 Juni 2022.

Menteri Luhut Pastikan Belum Ditemukan Varian Omicron di Indonesia
Indonesia
Menteri Luhut Pastikan Belum Ditemukan Varian Omicron di Indonesia

Pemerintah memastikan, hingga sekarang ini belum ditemukan adanya varian baru COVID-19 Omicron atau B.1.1.529 masuk ke Indonesia.

Komjak Khawatir Jaksa Penuntut Kasus Ferdy Sambo Diintervensi
Indonesia
Komjak Khawatir Jaksa Penuntut Kasus Ferdy Sambo Diintervensi

Berkas perkara dari seluruh tersangka dalam kasus pembunuhan Brigadir J telah dinyatakan lengkap dan tersangka segera disidangkan.

Ancaman Krisis Global, Jokowi Klaim Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Terbaik di Dunia
Indonesia
Ancaman Krisis Global, Jokowi Klaim Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Terbaik di Dunia

Ancaman krisis global kini di depan mata konsekuensi dari peperangan yang terjadi antara Ukraina dan Rusia.

Filipina Diguncang Gempa Magnitudo 7,1
Indonesia
Filipina Diguncang Gempa Magnitudo 7,1

Survey Geologi AS menyebut pusat gempa berada di provinsi pegunungan Abra di pulau Luzon

Kiev Kembali Diserang Rudal Rusia, Korban Berjatuhan
Indonesia
Kiev Kembali Diserang Rudal Rusia, Korban Berjatuhan

Sejumlah ledakan keras yang diduga akibat serangan roket Rusia terdengar di pusat kota Kiev pada Senin (10/10/2022) pagi, sehari setelah Presiden Rusia Vladimir Putin menyalahkan Ukraina atas ledakan di jembatan utama Krimea.