Puan Minta Pemerintah Lakukan Diplomasi Damai Selesaikan Konflik Intan Jaya Ketua DPR Puan Maharani berpidato dalam Rapat Paripurna DPR. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/foc.

Merahputih.com - Ketua DPR, Puan Maharani mendorong pemerintah melakukan diplomasi damai dalam menyelesaikan konflik di Intan Jaya, Papua dan seluruh pihak harus mengedepankan alasan kemanusiaan dalam menyikapi berbagai konflik di seluruh Bumi Papua.

"Lakukan diplomasi damai dengan memprioritaskan kemanusiaan dalam menghadapi berbagai kasus di Papua," ujar Puan dalam keterangannya, Selasa (13/10).

Baca Juga

Usai Tertembak, Anggota TGPF Kasus Intan Jaya Diterbangkan ke Jakarta

Pemerintah juga harus menaruh perhatian serius pada sejumlah kasus kekerasan yang terjadi di Kabupaten Intan Jaya, Papua khususnya adalah jaminan perlindungan bagi masyarakat sipil.

Saat ini perhatian pemerintah sudah diwujudkan dengan menyalurkan dana alokasi khusus (DAK) yang harus diimbangi dengan pengawasan agar penggunaannya betul-betul tepat sasaran dan tepat manfaat.

Anggota TGPF Kasus Intan Jaya yang terluka dalam aksi penembakan terhadap rombongan tim investigasi di Kabupaten Intan Jaya Jumat (9/10) (Istimewa)

Selain itu dia juga mengapresiasi langkah Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang berkomitmen menyelesaikan investigasi kasus penembakan di Intan Jaya.

"DPR mengapresiasi komitmen Tim Gabungan Pencari Fakta ( TGPF) untuk menyelesaikan investigasi meski menjadi sasaran tembak kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Intan Jaya, Papua," beber dia.

Baca Juga

Begini Kondisi Korban Penembakan KKB di Intan Jaya

TGPF Intan Jaya dibentuk Menko Polhukam Mahfud MD untuk melakukan pemeriksaan terkait insiden penembakan yang terjadi di Intan Jaya beberapa pekan sebelumnya.

Tim tersebut terdiri dari unsur gabungan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, lembaga perlindungan saksi, TNI, Polri, dan BIN. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
230.795 Warga DKI Jalani Rapid Test, 8.074 Orang Reaktif COVID-19
Indonesia
230.795 Warga DKI Jalani Rapid Test, 8.074 Orang Reaktif COVID-19

Dengan persentase positif COVID-19 sebesar 4 persen.

Anies Terus Koordinasi Pemerintah Pusat Terkait Skenario Terburuk Corona
Indonesia
Anies Terus Koordinasi Pemerintah Pusat Terkait Skenario Terburuk Corona

Anies Baswedan bakal terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat guna merencanakan skenario terburuk jika virus corona meluas di Indonesia.

Pemerintah Prediksi Keadaan di Indonesia Bakal Membaik di Juni
Indonesia
Pemerintah Prediksi Keadaan di Indonesia Bakal Membaik di Juni

Pemerintah Prediksi Keadaan di Indonesia Bakal Membaik di Juni

Polisi Segera Periksa Pihak Puskesmas Terkait Vaksinasi Helena Lim
Indonesia
Polisi Segera Periksa Pihak Puskesmas Terkait Vaksinasi Helena Lim

Penyidik masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui apakah ada pelanggaran pidana atau tidak dalam perkara ini

KAI Buka Tes COVID-19 GeNose di Empat Stasiun
Indonesia
KAI Buka Tes COVID-19 GeNose di Empat Stasiun

PT Kereta Api Indonesia (KAI) secara resmi meluncurkan layanan pemeriksaan GeNose C19 di empat stasiun.

Fakta Integritas Batasi Kerumunan Saat Pilkada Harus Cantumkan Sanksi
Indonesia
Fakta Integritas Batasi Kerumunan Saat Pilkada Harus Cantumkan Sanksi

Menurut Tito, bisa saja diatur dalam pakta integritas itu bahwa peserta Pilkada 2020 siap didiskualifikasi jika terbukti melanggar protokol kesehatan.

Update COVID-19 Sabtu (9/5): 13.646 Kasus Positif, 2.607 Pasien Sembuh
Indonesia
Update COVID-19 Sabtu (9/5): 13.646 Kasus Positif, 2.607 Pasien Sembuh

Terjadi penambahan kasus meninggal sebanyak 16 orang

Disnakertrans DKI Tindak 453 Perusahaan Langgar PSBB Transisi
Indonesia
Disnakertrans DKI Tindak 453 Perusahaan Langgar PSBB Transisi

Disnakertrans telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke 1.142 perusahaan di ibu kota.

Jokowi Diminta Bertanggung Jawab terhadap Pekerja yang Jadi Korban Larangan Mudik
Indonesia
Jokowi Diminta Bertanggung Jawab terhadap Pekerja yang Jadi Korban Larangan Mudik

Trubus meminta pemerintah memperhatikan kesejahteraan rakyat setelah Jokowi mengumumkan pelarangan mudik.

[HOAKS atau FAKTA] Wapres Maruf Amin Sebut Buzzer Lebih Layak Dipelihara Dibanding Fakir Miskin
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Wapres Maruf Amin Sebut Buzzer Lebih Layak Dipelihara Dibanding Fakir Miskin

“Buzer RP Di Pelihara Negara Anak Terlantar dan Fakir Miskin Di Pelihara Tetangga Kuncen Surga dan Neraka.”