Puan Bisa Jadi Calon Presiden dan Ketum PDIP Pengganti Megawati Ketua DPR Puan Maharani. (Foto: dpr.go.id).

MerahPutih.com- Regenerasi di partai politik kini tengah menjadi bahan pembicaraan terutama jelang Pemilu 2024. PDI Perjuangan (PDIP), Gerindra dan PKS merupakan partai yang tak banyak mengalami gesekan. Terutama dalam melakukan regenerasi maupun suksesi kepemimpinan mereka.

"PDIP misalnya yang siapapun nanti pengganti Bu Mega (Megawati Soekarnoputri) itu ini kan ada ruang dipersiapkan Trah Sukarno atau non trah sukarno," kata Pendiri Lembaga Survei Kedai Kopi, Hendri Satrio menilai dalam diskusi Polemik MNC Trijaya bertajuk 'Senjakala Regenerasi Parpol' secara virtual, Sabtu (27/3).

Baca Juga:

PDIP Kritik Sepeda Non Lipat Masuk MRT, Wagub: Tidak akan Ganggu

Menurut Hendri, sepanjang sejarah partai banteng itu, sangat sulit menempatkan orang di luar trah Soekarno menjadi pimpinan partai.

"Kalau kita kecurutkan lagi menjadi trahnya megawati soekarnoputri kan ada 3 ada mas Tatan, Rizki Pratama, Prananda Prabowo dan Mbak Puan Maharani," ungkapnya.

Hendri mengatakan, jika dikerucutkan lagi, maka trah Soekarno yang muncul ke publik hanya Prananda dan Puan. Kedua trah Soekarno itu dianggap memiliki pengalaman yang mumpuni.

Puan Maharani punya pengalaman lengkap di legislatif partai dan eksekutif, sementara Prananda berada di jantung pertahanan Partai sebagai situation room head. Kendati begitu, dari dua trah itu siapa yang cocok menggantikan megawati, waktu yang akan menjawab.

Untuk Pemilu 2024, Politikus PDIP Effendi Simbolon mengakui memanang banyak dukungan di internal PDIP untuk Puan saat pemilu mendatang. Tetapi tidak ada keinginan untuk mencalonkan Puan bersama beberapa nama apalagi dengan Ketum Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) Moeldoko.

“Karena saya termasuk yang mendukung Puan untuk maju tapi bukan sama naturalisasi,” terangnya.

Megawati
Ketum PDIP Megawati. (Foto: Antara)

Menurut Effendi, pada waktunya nanti PDIP akan mengumumkan resmi pencalonan Puan tersebut.

Effendi menegaskan, bahwa Megawati bukan hanya membidani kelahiran tetapi dialah kromosom PDIP itu sendiri. Hal ini berbeda dengan partai lain yang masih mempertentangkan pendiri serta penggagasnya.

Sebaliknya pembawa, identitas dan yang melahirkan PDIP adalah Megawati Soekarnoputri. Sehingga PDIP sangat bergantung pada Megawati. Sebab apa yang diwariskan adalah pakem ajaran Bung Karno dengan kata perjuangan.

"Itu yang menurut bukan tidak adanya meritrokrasi, regulasi, regenerasi, itu mengalir,” terangnya.

Baca Juga:

Soal Impor Beras, Sekjen PDIP Serang Mendag M. Luthfi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kasus Korupsi CSRT, Direktur PT Bhumi Prasaja Diduga Menyuap Pejabat BIG dan LAPAN
Indonesia
Kasus Korupsi CSRT, Direktur PT Bhumi Prasaja Diduga Menyuap Pejabat BIG dan LAPAN

KPK mengendus adanya dugaan aliran uang dari Direktur PT Bhumi Prasaja, Rasjid A Aladdin, untuk pejabat Badan Informasi Geospasial (BIG) dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).

[HOAKS atau FAKTA]: Minum Rebusan Daun Teh dan Batang Lada Sembuhkan Corona
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Minum Rebusan Daun Teh dan Batang Lada Sembuhkan Corona

Akun Facebook bernama Namhyuk Kim (dalam tulisan Korea) mengunggah status berisi informasi terkait ramuan dari Korea Selatan.

DPR Dukung Langkah Jokowi Bubarkan 18 Lembaga Negara
Indonesia
DPR Dukung Langkah Jokowi Bubarkan 18 Lembaga Negara

Dasco menilai semangat Presiden Jokowi melakukan itu ialah untuk memangkas birokrasi, dan mengefektifkan kerja-kerja yang ada.

Demokrat Pertimbangkan Usulan Revisi UU Ciptaker
Indonesia
Demokrat Pertimbangkan Usulan Revisi UU Ciptaker

Setelah disahkan tentu ruang dan standing-nya terbuka untuk dilakukan judicial review

Kutip Lagu Iwan Fals, Gerindra Sambut Baik Kemesraan Anies dan Luhut
Indonesia
Kutip Lagu Iwan Fals, Gerindra Sambut Baik Kemesraan Anies dan Luhut

Politikus Gerindra, Syarif menyambut baik kemesraan yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Menko Maritim, Luhut Binsar Panjaitan.

DKI Jakarta Rajai Penambahan Kasus Per 18 Juli
Indonesia
DKI Jakarta Rajai Penambahan Kasus Per 18 Juli

Total kasus corona per 18 Juli secara nasional sebanyak 84.882 pasien.

Pilkada Solo Selesai, Mantan Rival Gibran Kembali Terima Orderan Jahit Baju Pengantin
Indonesia
Pilkada Solo Selesai, Mantan Rival Gibran Kembali Terima Orderan Jahit Baju Pengantin

"Saya kembali menjalankan aktivitas lama bekerja sebagai penjahit baju pengantin lagi di rumah setelah Pilwakot Solo selesai," kata Bagyo

Bioskop Batal Dibuka 29 Juli, Begini Respons GPBSI
Indonesia
Bioskop Batal Dibuka 29 Juli, Begini Respons GPBSI

Kesepakatan GPBSI buka bioskop 29 Juli untuk melihat jumlah kasus corona di ibu kota menurun atau tidak.

COVID-19 tak Halangi Pasangan Pengantin di Pacitan Langsungkan Ijab Qabul
Indonesia
COVID-19 tak Halangi Pasangan Pengantin di Pacitan Langsungkan Ijab Qabul

Padahal, mempelai pria diketahui positif COVID-19

Bamsoet Tegaskan Insentif Dapat Gairahkan Industri Pers
Indonesia
Bamsoet Tegaskan Insentif Dapat Gairahkan Industri Pers

Pemerintah untuk memastikan insentif bagi industri pers benar-benar diberikan untuk media yang terdampak pandemik COVID-19