PT Samudra Bahari Sukses Diduga Turut Menyuap Edhy Prabowo Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo bersiap menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Kamis (3/12/2020). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa.

MerahPutih.com - PT Samudra Bahari Sukses diduga sebagai salah satu perusahaan pengekspor benih lobster atau benur yang turut menyuap bekas Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. Disinyalir modus pemberian uang melalui PT Aero Citra Kargo (ACK).

Dugaan pemberian uang itu didalami tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan memeriksa Direktur Utama PT Samudra Bahari Sukses, Willy pada hari Senin (28/12) kemarin.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, dalam pemeriksaan ini, tim penyidik mencecar Willy mengenai uang yang disetorkan kepada Edhy Prabowo melalui biaya kargo sebesar Rp1.800 per ekor benur.

Baca Juga:

KPK Cecar Edhy Prabowo soal Sumber Duit Belanja Barang Mewah di AS

"Dikonfirmasi terkait dengan dugaan pemberian sejumlah uang dalam bentuk setoran kepada tersangka EP melalui biaya kargo sebesar Rp1.800 per ekor BBL," kata Ali dalam keterangannya, Selasa (29/12).

PT Samudra Bahari Sukses diduga memberikan uang melalui rekening PT ACK agar perusahaan itu bisa mengekspor. Dari rekening PT ACK, diduga uang diteruskan untuk Edhy melalui Ainul Faqih selaku staf istri Edhy.

"Iya ini khusus modus melalui perusahaan kargo PT ACK," ujar Ali.

Tak hanya mendalami dugaan pemberian uang, penyidik juga mendalami proses dan pelaksanaan ekspor benur yang dilakukan PT Samudra Bahari Sukses.

"Dikonfirmasi terkait dengan proses dan pelaksanaan ekspor benih bening lobster (BBL) yang dikerjakan oleh perusahaan saksi (Direktur Utama PT Samudra Bahari Sukses, Willy)," kata Ali.

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengenakan baju tahanan seusai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (25/11). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengenakan baju tahanan seusai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (25/11). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

Tim penyidik sedianya menjadwalkan memeriksa dua eksportir benur lainnya, yakni Direktur PT Grahafoods Indo Pasifik, Chandra Astan dan Direktur PT Maradeka Karya Semesta, Untyas Anggraeni. Namun, keduanya tidak memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik.

Ali memastikan, tim penyidik akan menjadwalkan ulang pemeriksaan kedua eksportir itu. "Kedua saksi tidak hadir dan akan akan dilakukan penjadwalan ulang," imbuh Ali.

Tim penyidik pada hari Senin juga memeriksa Edhy Prabowo. Edhy dicecar oleh tim penyidik soal aliran dana yang diterima dan dikelola oleh staf khususnya Amiril Mukminin.

"Edhy Prabowo dikonfirmasi terkait dugaan penerimaan dan aliran sejumlah uang yang dikelola oleh tersangka AM (Amiril Mukminin)," kata Ali.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan tujuh tersangka. Ketujuh tersangka itu yakni, Edhy Prabowo, tiga staf khusus Edhy, Andreau Pribadi Misanta, Safri serta Amril Mukminin; Siswadi selaku pengurus PT Aero Citra Kargo; Ainul Faqih selaku staf istri Menteri KP; dan Suharjito selaku Direktur PT Dua Putra Perkasa Pratama.

Baca Juga:

Sakti Wahyu Trenggono Jadi Menteri KP, Begini Tanggapan Edhy Prabowo

Edhy bersama Safri, Andreau Pribadi Misanta, Siswadi, Ainul Faqih, dan Amril Mukminin diduga menerima suap sebesar Rp10,2 miliar dan USD100 ribu dari Suharjito. Suap tersebut diberikan agar Edhy memberikan izin kepada PT Dua Putra Perkasa Pratama untuk menerima izin sebagai eksportir benur.

Sebagian uang suap tersebut digunakan oleh Edhy dan istrinya Iis Rosyati Dewi untuk belanja barang mewah di Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat pada 21-23 November 2020. Sekitar Rp750 juta digunakan untuk membeli jam tangan Rolex, tas Tumi dan Louis Vuitton serta baju Old Navy. (Pon)

Baca Juga:

KPK Periksa Ajudan Bekas Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Update COVID-19 Selasa (26/1): Kasus Positif di Tanah Air Tembus 1 Juta
Indonesia
Update COVID-19 Selasa (26/1): Kasus Positif di Tanah Air Tembus 1 Juta

Kasus aktif adalah pasien yang masih positif virus corona dan menjalani perawatan di rumah sakit atau isolasi mandiri

Gibran Tidak Menggelar Open House
Indonesia
Gibran Tidak Menggelar Open House

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Jawa Tengah, tidak menggelar open house pada Lebaran 1442 H. Selain itu, juga menghimbau pada masyarakat untuk tidak menggelar halal bihalal usai menjalankan Salat Id.

2,8 Juta Wajib Pajak Telah Lapor SPT, Begini Cara Lapor Online
Indonesia
2,8 Juta Wajib Pajak Telah Lapor SPT, Begini Cara Lapor Online

Tata cara mengisi SPT pajak secara online dapat dilakukan dengan persyaratan WP harus memiliki surat elektronik ataupun nomor ponsel yang aktif dan mengaktifkan EFIN.

Anggota Brimob Gugur saat Baku Tembak dengan KKB di Pegunungan Bintang
Indonesia
Anggota Brimob Gugur saat Baku Tembak dengan KKB di Pegunungan Bintang

Kontak tembak antara TNI-Polri dengan KKB di wilayah Kiwirok menyebabkan gugurnya Bharatu Muhammad Kurniadi Sutio.

Penambahan Kasus Baru COVID-19 di DKI Hari Ini Capai 4.213 Jiwa
Indonesia
Penambahan Kasus Baru COVID-19 di DKI Hari Ini Capai 4.213 Jiwa

Dengan positivity rate 20,6 persen, penambahan kasus positif hari ini mencapai 4.213 jiwa.

Begini Perkembangan Penyaluran Bansos Tunai, Beras dan Subsidi Upah
Indonesia
Begini Perkembangan Penyaluran Bansos Tunai, Beras dan Subsidi Upah

Bantuan subsidi upah 1 juta pekerja dengan target 8,8 juta di sektor non kritikal di PPKM level 3 dan 4 akan disalurkan dalam lima tahap

Anggota Patwal Polda Metro Jaya Tewas Tertabrak Truk di Tol Jakarta-Cikampek
Indonesia
Anggota Patwal Polda Metro Jaya Tewas Tertabrak Truk di Tol Jakarta-Cikampek

Seorang anggota Patwal Polda Metro Jaya berinisial Iptu DS tewas tertabrak truk di Jalan Tol Jakarta-Cikampek tepatnya di KM 13.400 arah Cikampek.

Mal dan Tempat Ibadah Daerah PPKM Level 4 Sudah Boleh Buka, Termasuk di DKI
Indonesia
Mal dan Tempat Ibadah Daerah PPKM Level 4 Sudah Boleh Buka, Termasuk di DKI

Uji coba pembukaan mal berlaku di Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya.

Eks Ketua WP KPK Jadi Influencer Antikorupsi
Indonesia
Eks Ketua WP KPK Jadi Influencer Antikorupsi

Yudi Purnomo saat ini mengisi aktivitas dengan menjadi pembicara antikorupsi di berbagai media massa hingga kanal Youtube.

BOR Turun 84 Persen, RSUD Dr Moewardi Solo Bongkar Tenda Darurat
Indonesia
BOR Turun 84 Persen, RSUD Dr Moewardi Solo Bongkar Tenda Darurat

Penurunan pasien COVID-19 membuat Manajemen RSUD dr Moewardi mulai membongkar satu tenda darurat di halaman parkir.