PT Kimia Farma Pecat Karyawannya Setelah Dugaan Pelecehan di Bandara Soetta Ilustrasi - Pelecehan seksual. (Antara/HO)

MerahPutih.com - Petugas pengecekan rapid test COVID-19 berinisial EFY yang diduga telah melecehkan, menipu, dan memeras wanita berinisial LHI disebut polisi telah dibebastugaskan oleh pihak PT Kimia Farma.

PT Kimia Farma adalah penyelenggara rapid test di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

"Yang bersangkutan sudah dibebastugaskan oleh PT Kimia Farma," ucap Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di
Polda Metro Jaya, Rabu (23/9).

Baca Juga:

Oknum Petugas Rapid Test di Bandara Soetta Jadi Tersangka Kasus Pelecehan Seksual

Polisi menegskan kalau penetepan EFY sebagai tersangka telah sesuai prosedur. Penyidik telah melakukan gelar perkara dengan berbagai alat bukti hingga keterangan saksi dan saksi ahli.

EFY ditetapkan jadi tersangka dugaan pelecehan, penipuan, dan pemerasan. Atas perbutannya, EFY terancam dikenakan pasal berlapis.

Sebelumnya diberitakan, tindak pelecehan seksual kembali terjadi. Kini, dugaan pelecehan tersebut dialami oleh seorang wanita yang merupakan calon penumpang di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Pelecehan itu diduga dilakukan oleh petugas pengecekan rapid test di Terminal 3, Bandara Soetta.

Korban pun menceritakan kronologi kejadian tersebut dalam akun Twitter @listongs.

Di mana, pada Minggu, 13 September 2020, dirinya hendak pergi ke Nias, Sumatera Utara dari Jakarta.

Dijelaskannya, saat itu dia belum sempat melakukan pengecekan COVID-19, hingga akhirnya memilih untuk melakukan rapid test di bandara.

Di sana, jadwal penerbangannya menuju Nias pukul 06.00 WIB, dan dirinya sudah sampai di Terminal 3 pada pukul 04.00 WIB untuk menjalani rapid test.

https://merahputih.com/media/93/9e/c4/939ec45649b5de1fb090abeba2935976.png
Ilustrasi. (MP/Alfi Ramadhani)

Selanjutnya, dalam hasil rapid, dinyatakan bila dirinya reaktif. Dalam akun @listongs, dirinya pun pasrah mendapatkan hasil tersebut.

Ia tidak masalah bila penerbangannya harus dibatalkan mengingat keberangkatannya menuju Nias bukan hal yang penting.

Namun, saat yang bersamaan seorang pria (pelaku tindak dugaan pelecehan) datang menghampiri dirinya.

Pria tersebut pun bertanya soal keinginannya menuju Nias, bahkan menawarkan cara dengan mengganti data diri agar tetap bisa melanjutkan penerbangan.

Singkat cerita, @listonngs pun akhirnya mendapatkan surat dan melanjutkan perjalanannya menuju departure gate. Namun, saat hendak masuk ke departure gate, pria tersebut pun mengejarnya dan mengajak ngobrol di tempat yang sepi.

Nyatanya, pria tersebut pun meminta imbalan, setelah bernego, akhirnya yang bersangkutan memberi uang sebesar Rp1,4 juta pada pria tersebut melalui sistem transfer.

Tidak sampai di situ, setelahnya pria itu langsung melakukan tindak pelecehan. Di akun @listongs, diceritakan pria itu mencium dan meraba area dadanya. Mendapatkan hal itu membuatnya shock, menangis histeris.

Baca Juga:

Jadi Tersangka Kasus Pelecehan Seksual, Petugas Rapid Tes di Bandara Soetta Buron

Kasus ini pun viral khususnya oleh para pengguna Twitter. Adanya kejadian ini, pihak Kepolisian Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang memberikan tanggapan.

Kasat Reskrim Polres Bandara Soetta Kompol Alexander Yurikho mengatakan, pihaknya belum menerima laporan secara resmi dari terduga korban.

"Secara resmi belum. Akan tetapi penyelidik Sat Reskrim Polresta Bandara Soetta tetap bergerak pada tahap penyelidikan, minimal untuk awal kami mohon pemilik akun untuk dapat membuat laporan secara resmi," katanya, Jumat (18/9).

Untuk tahap awal, kepolisian akan memeriksa CCTV untuk mendapatkan rekaman, apakah kejadian tersebut benar seperti apa yang diceritakan dan viral di media sosial. (Knu)

Baca Juga:

Polisi Selidiki Kasus Pelecahan dan Pemerasan Rapid Test di Bandara Soetta


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH