PT KAI Perpanjang Tidak Beroperasinya Kereta Lokal Karawang-Jakarta Kereta api di Stasiun Karawang. (ANTARA/Ali Khumaini/dok)

Merahputih.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta perpanjang tidak beroperasinya kereta lokal Karawang-Jakarta menyusul masih dilakukannya pencegahan penyebaran COVID-19 di sektor transportasi.

Hingga kini masih dilakukan penyesuaian pola operasional perjalanan kereta api lokal. Artinya kereta api lokal Karawang-Jakarta hingga sementara ini masih belum dapat beroperasi.

Baca Juga:

Pemprov DKI akan Koordinasi dengan PT KAI soal Kampung Bandan

Salah satu alasannya yakni masa darurat wabah COVID-19 belum berakhir, sehingga masih perlu dilakukan langkah pencegahan dan penyebarannya.

"Kami akan terus melakukan evaluasi, dengan melihat perkembangan di lapangan. Jika terdapat perpanjangan waktu atau kembali beroperasinya kereta lokal lokal, akan diinformasikan secara resmi," ujar Kepala Humas PT KAI Daop 1 Eva Chairunisa dalam keterangannya, Senin (3/8).

Ilustrasi: kereta api Jatiluhur relasi Cikampek-Tanjung Priok (PP). Foto: Net

Sampai saat ini KAI Daop 1 Jakarta baru menjalankan satu kereta api lokal yakni KA Lokal Siliwangi relasi Sukabumi- Ciranjang.

Pengoperasian KA Lokal ini tentunya tetap diikuti dengan protokol pencegahan penyebaran COVID-19 yang diterapkan pada masa Adaptasi Kebiasaan Baru, di antaranya dengan memberlakukan okupansi hanya 75 persen dari okupansi yang diizinkan pada saat normal yang mencapai 150 persen untuk volume penumpang.

Baca Juga:

PT. KAI Tambah Frekuensi KA Pangrango Bogor-Sukabumi

Untuk kereta api lokal yang tidak dioperasikan sementara secara bertahap sejak 1 April 2020 hingga saat ini ialah tiga KA Pangrango (Sukabumi-Bogor), tiga KA Pangrango (Bogor-Sukabumi), enam KA Lokal Merak (Merak-Rangkasbitung), enam KA Lokal Merak (Rangkasbitung-Merak), enam KA Walahar (Tanjung Priuk-Purwakarta) serta empat KA Jatiluhur (Tanjung Priuk-Cikampek). (*)

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Mau Vaksin Sinovac atau Nunggu Pfizer, Moderna, dan AstraZeneca? Ini Jawaban Ahli
Indonesia
Mau Vaksin Sinovac atau Nunggu Pfizer, Moderna, dan AstraZeneca? Ini Jawaban Ahli

Masyarakat diminta tidak ragu dengan vaksin Sinovac buatan Tiongkok. Vaksin ini sudah terbukti secara ilmiah dan mampu menghasilkan antibodi yang bisa menangkal virus corona.

Petinggi KAMI Kumpulkan Uang Rp500 Ribu untuk Danai Pendemo UU Ciptaker
Indonesia
Petinggi KAMI Kumpulkan Uang Rp500 Ribu untuk Danai Pendemo UU Ciptaker

“Jadi tadi dari WAG grup tadi, tadi dia mengumpulkan uang untuk menyuplai logistik. Itu sudah, baru terkumpul Rp 500 ribu,” kata Argo

Perhitungan Belum Rampung, Demo Bermunculan di AS
Dunia
Perhitungan Belum Rampung, Demo Bermunculan di AS

Para pendukung Presiden Donald Trump menuju ke sebuah pusat penghitungan suara di Detroit, Michigan, untuk menuntut dihentikannya penghitungan suara.

Tiga Wilayah Jakarta Diperkirakan Hujan Jumat Siang
Indonesia
Tiga Wilayah Jakarta Diperkirakan Hujan Jumat Siang

BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas ringan masih berpotensi terjadi di tiga wilayah DKI Jakarta pada Jumat (14/8) siang.

RSPAD Terima Bantuan Ribuan APD dari Eks Danjen Kopassus
Indonesia
RSPAD Terima Bantuan Ribuan APD dari Eks Danjen Kopassus

Bantuan diterima langsung Direktur Penunjang Medis RSPAD

Buntut Ucapan Presiden Prancis, Menag Minta Umat Islam Tak Terpancing
Indonesia
Buntut Ucapan Presiden Prancis, Menag Minta Umat Islam Tak Terpancing

Pemerintah Indonesia mengecam pernyataan Presiden Prancis Emanuel Macron yang menyinggung agama Islam.

Pemerintah Tak Larang Mudik Tahun Ini, Vaksinasi Jangan Dijadikan Dalih
Indonesia
TNI-AL Kerahkan Kekuatan Penuh dalam Pencarian Penumpang Sriwijaya Air SJ 182
Indonesia
TNI-AL Kerahkan Kekuatan Penuh dalam Pencarian Penumpang Sriwijaya Air SJ 182

Sebanyak 80 penyelam dari TNI AL masih mencari jenazah korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 hingga hari ini.

DPR Sebut Aparat TNI-Polri Perlu Diperkuat Literasi
Indonesia
DPR Sebut Aparat TNI-Polri Perlu Diperkuat Literasi

Harus ada penguatan proses pembinaan di institusi negara seperti TNI.

Pemprov DKI Tak Akan Langsung Izinkan Reuni 212 di Monas
Indonesia
Pemprov DKI Tak Akan Langsung Izinkan Reuni 212 di Monas

Monas sudah ditutup sejak Gubernur Anies Baswedan memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sampai sekarang.