PT Garam Ekspansi Lahan 10 Ribu Hektare Direktur Utama PT Garam Dolly P Pulungan. (MP/Budi Lentera)

MerahPutih.com - PT Garam saat ini tengah melakukan perluasan lahan garam akibat menyusutnya stok garam selama dua tahun berturut-turut.

"Dua tahun ini panen garam kita berkurang. Pulau garam di Madura panennya hanya 15 ribu ton. Sementara kebutuhan nasional 1,2 juta ton. Padahal 80 persen kebutuhan nasional dipasok dari Jatim," kata Direktur Utama PT Garam Dolly P Pulungan, Kamis (3/8).

Dolly menjelaskan, perluasan lahan garam sebesar 10 ribu hektare tengah digarap di wilayah Kupang, Sumatra Barat, Sumatra Tengah, dan Pulau Rote. Harapannya, kata Dolly, pada tahun 2020 produksi garam, terutama garam konsumsi bisa melebihi jumlah kebutuhan masyarakat.

"Perlunya perluasan lahan garam, agar kita tidak terus-terusan melakukan impor garam. Mudah-mudahan dengan perluasan lahan garam ini, pada tahun 2020 nanti stok garam bisa mencukupi secara nasional," lanjut Dolly.

Saat ini, kata Dolly, memang ada program rumah-rumah garam yang sudah digalakkan Provinsi Jawa Timur. Tujuannya memang untuk menambah jumlah panen sekaligus menghasilkan kualitas garam yang bagus. Tetapi, karena musim yang tidak menentu, dikhawatirkan hasil panen rumah garam tidak mencukupi.

Untuk kondisi terkini, dari 1,2 juta ton garam yang dibutuhkan untuk nasional, baru ada 600 ribu ton garam petani. Tidak menutup kemungkinan, pemerintah akan melakukan impor garam sekitar 700 ribu ton.

"Stok garam memang lagi kosong. Jadi tidak menutup kemungkinan akan impor garam jika kebutuhannya sudah mendesak. Mungkin dari Australia. Tapi kita harus melihat kondisi juga, agar tidak bersamaan dengan panen petani garam pada September nanti," tutupnya. (*)

Berita ini merupakan laporan dari Budi Lentera, kontributor merahputih.com untuk wilayah Cirebon dan sekitarnya. Baca juga berita lainnya dalam artikel: Wow! Harga Garam Naik 100 Persen


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

YOU MAY ALSO LIKE