PSSI Disarankan Bawa Sengketa dengan 'Mata Najwa' ke Dewan Pers Tuan rumah 'mata najwa', Najwa Shihab (foto: MP/Ikhsan Digdo)

Merahputih.com - PSSI disarankan menuntaskan sengketa mereka dengan acara "Mata Najwa" di Dewan Pers dan tidak melakukan gugatan hukum.

"Silakan PSSI mengadukan Mata Najwa ke Dewan Pers," ujar Ketua Dewan Pers periode 2016-2019 Yosep Adi Prasetyo dikutip Antara, Jumat (5/11).

PSSI berencana melayangkan gugatan hukum kepada tayangan Mata Najwa demi mendapatkan identitas wasit yang diduga terlibat dalam pengaturan pertandingan di Liga 1 Indonesia 2021-2022.

Baca Juga

LPSK dan TNI AD Bertemu Bahas Perlindungan Saksi dan Korban

Jati diri wasit yang hadir sebagai narasumber dengan inisial "Mr. Y" itu dirahasiakan tim Mata Najwa sesuai dengan hak tolak yang ada dalam Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.

Hak tolak merupakan hak wartawan karena profesinya untuk mengungkapkan nama dan atau identitas lainnya dari sumber berita yang harus dirahasiakannya.

Namun, pada Ayat 4 Pasal 4 Undang-Undang Pers tersebut menyatakan bahwa "Hak tolak dapat dibatalkan demi kepentingan dan keselamatan negara atau ketertiban umum yang dinyatakan oleh pengadilan".

Artinya, hak tolak dapat gugur jika ada perintah pengadilan. Hal itulah yang diperjuangkan oleh PSSI.

Menurut Yosep, sulit bagi PSSI untuk membawa hal itu ke pengadilan lantaran kerja pers juga dilindung kekuatan hukum lain yaitu Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 13 tahun 2008 serta Nota Kesepahaman antara Dewan Pers dan Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Najwa Shihab (tengah) (MP/Iftinavia Pradinantia)

Semua regulasi tersebut bermuara ke satu titik yaitu sengketa terkait produk jurnalistik harus diselesaikan oleh Dewan Pers.

"Di Dewan Pers, tim Mata Najwa tidak boleh menutupi semua informasi yang didapatkannya. Namun, nantinya Dewan Pers hanya sampai kepada kesimpulan apakah sebuah produk itu sesuai kaidah jurnalistik atau tidak. Jika sesuai, maka PSSI harus menghormati Undang-Undang Pers. Namun, jika tidak, maka bisa dilakukan tindakan lanjutan," kata Yosep.

Salah satu pendiri Aliansi Jurnalis Independen (AJI) itu mengatakan bahwa pernah ada kasus dimana seorang narasumber di televisi ternyata memberikan keterangan palsu. Peristiwa itu terjadi sekitar tahun 2010 dan sang narasumber akhirnya ditangkap polisi.

"Dahulu pernah terjadi, seseorang bercerita tentang dirinya mafia kasus di kepolisian dan mengaku sering keluar masuk Mabes Polri. Ternyata setelah itu dia ditangkap dan diperiksa ternyata memang rekayasa," tutur Yosep.

Baca Juga

Relawan Jokowi Bersatu Laporkan Najwa Shihab, Polisi Arahkan ke Dewan Pers

Tayangan bertajuk Mata Najwa yang tayang pada Rabu (3/11) mengangkat tema "PSSI Bisa Apa jiid 6: Lagi-lagi Begini". Acara yang dipandu jurnalis Najwa Shihab itu mengundang beberapa narasumber termasuk seseorang yang menyebut dirinya wasit Liga 1 dan mengaku terlibat dalam pengaturan dua pertandingan di Liga 1 Indonesia musim 2021-2022.

Mata Najwa adalah sebuah program yang diproduksi oleh Narasi atau PT Narasi Media Pracaya. PT Narasi Media Pracaya adalah institusi jurnalistik resmi yang sudah terdaftar dan terverifikasi oleh Dewan Pers pada 29 Nopember 2019 dengan sertifikat bernomor : 472/DP-Verifikasi/K/XI/2019. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ketua DPD Berharap Generasi Muda Pikirkan Persoalan Fundamental Bangsa
Indonesia
Ketua DPD Berharap Generasi Muda Pikirkan Persoalan Fundamental Bangsa

Ketua DPD RI, LaNyalla Mattalitti, menilai kaum terdidik, khususnya para mahasiswa, harus menjadi garda terdepan dalam revolusi pemikiran.

DPR Sebut Komik Superman Biseksual Rusak Moral Bangsa
Indonesia
DPR Sebut Komik Superman Biseksual Rusak Moral Bangsa

"Keberadaan komik yang menampilkan sosok biseksual ini jelas bertentangan dengan Pancasila dan jelas akan merusak moral bangsa," ucap Yandri

Pakar Ekonomi Nilai PPN Jasa Pendidikan dan Sembako Picu Inflasi Besar
Indonesia
Pakar Ekonomi Nilai PPN Jasa Pendidikan dan Sembako Picu Inflasi Besar

Pemerintah beralasan mengenakan PPN di dua sektor tersebut untuk meningkatkan pendapatan dan menutup defisit APBN

Warga Krukut Disuplai Kebutuhan Pokok Selama Lockdown Berlangsung
Indonesia
Warga Krukut Disuplai Kebutuhan Pokok Selama Lockdown Berlangsung

Sebanyak 36 warga Krukut, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat positif tertular COVID-19 berdasarkan hasil tes antigen dan PCR.

Anak Buah Anies Larang Warga Adakan Sahur On The Road
Indonesia
Anak Buah Anies Larang Warga Adakan Sahur On The Road

Pemprov DKI Jakarta melalui Satpol PP DKI melarang masyarakat untuk melaksanakan kegiatan sahur on the road pada bulan puasa tahun 2021 ini di tengah masa pandemi COVID-19.

Polisi di Lampung Terjaring OTT Propam Diduga Terkait Pungli Pengurusan SIM
Indonesia
Polisi di Lampung Terjaring OTT Propam Diduga Terkait Pungli Pengurusan SIM

"OTT DivPropam Polri atas penerbitan SIM dan pungutan lain di luar PNBP di Polresta Bandar Lampung," kata Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo

Bukan Aksi Terorisme, Polri Janji Bongkar Peneror Rumah Ortu Veronica Koman
Indonesia
Bukan Aksi Terorisme, Polri Janji Bongkar Peneror Rumah Ortu Veronica Koman

Mabes Polri mengklaim aksi teror yang dilakukan di rumah kediaman orang tua aktivis Veronica Koman di wilayah Jakarta Barat tak terkait dengan aksi terorisme.

Kata Anies Soal Pemenuhan Air Bersih Warga Jakarta, Termasuk di Kepulauan
Indonesia
Kata Anies Soal Pemenuhan Air Bersih Warga Jakarta, Termasuk di Kepulauan

Pemprov DKI Jakarta mendukung upaya Perusahaan Air Minum Jaya dalam memaksimalkan jangkauan air bersih untuk warga ibu kota.

RUU TPKS Jadi Atensi Pimpinan DPR
Indonesia
RUU TPKS Jadi Atensi Pimpinan DPR

DPR akan memprioritaskan RUU TPKS untuk dibawa ke Badan Musyawarah (Bamus) agar dapat segera dibahas bersama pemerintah.

BMKG Prediksi Jakarta Cerah Berawan Sepanjang Hari Ini
Indonesia
BMKG Prediksi Jakarta Cerah Berawan Sepanjang Hari Ini

BMKG juga memprediksi langit cerah berawan akan bertahan Selasa (4/5) dini hari hingga pagi hari