Psikolog: Rahasia Anti Galau saat Tidak Bisa Mudik Banyak orang yang galau karena tidak bisa mudik akibat pandemi Corona (Foto: Pixabay/Public Domain Pictures)

LEBARAN tinggal menghitung hari. Biasanya, semua umat muslim akan menyambut dengan suka cita. Belanja sembako, beli baju baru, hingga memesan tiket untuk mudik jadi agenda tahunan yang selalu ada jelang lebaran. Namun lebaran kali ini terasa berbeda. Jangankan untuk membeli baju lebaran, untuk bertemu keluarga di kampung halaman pun seolah mustahil.

Pandemi Corona membuat kita harus menahan rindu pada keluarga di kampung halaman. Kendati himbauan sudah diumumkan oleh pemerintah, masih banyak masyarakat yang nekat mudik ke kampung halaman.

Baca juga:

Memaknai Pulang lewat Film Pendek 'Rumah'

"Alasan orang memaksakan mudik ada dua. Pertama not well informed (informasi yang didapat tidak lengkap). Yang kedua kesulitan mengelola emosinya dengan baik sehingga dia membuat keputusan ketika perasaannya kalut. Keputusannya cenderung merugikan," ujar Karina Negara, B.A., M.Psi., Psi., Psikolog Klinis dan Co-Founder KALM.

Rahasia Anti Galau saat Tidak Bisa Mudik dari Psikolog
Karina Negara, psikolog klinis dan Co-Founder KALM (Foto: Instagram/@knegara)

Menurut Karina, ketika seseorang mengekspresikan kerinduan pada kampung halaman dan berusaha untuk pulang, terlepas dari apapun yang terjadi, maka perasaan mengambil alih tindakan. "Kangen itu kan bagian dari perasaan dan seharusnya kita bisa deal with the feeling," tuturnya.

Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan saat tak bisa mudik lebaran agar perasaan jauh lebih baik

1. Validasi feeling

Rahasia Anti Galau saat Tidak Bisa Mudik dari Psikolog
Pastikan apa perasaanmu (Foto: Pixabay/geralt)

Ketika tidak bisa mudik, otomatis muncul suatu perasaan baru. Beberapa orang mungkin biasa saja atau justru senang. Tetapi ada sebagian lainnya yang merasa sedih, cemas, kecewa bahkan marah. Akui dan terima perasaan yang muncul.

2. Selalu kembali ke fakta

Rahasia Anti Galau saat Tidak Bisa Mudik dari Psikolog
Jangan denial pada fakta yang ada (Foto: Pixabay/Anemone123)

Faktanya di masa pandemi Corona kita tidak bisa pulang ke kampung halaman. "Boleh banget kalau mau pikir bisa tidak ya kita pulang? Adakah cara pulang yang aman dan sehat. Namun perlu diingat, ketika di jalan bisa jadi kita aman-aman saja (tidak bersentuhan dengan siapapun) tetapi siapa tahu kita justru menjadi carrier (pembawa) virus atau ternyata keluarga kita di sana ada yang sudah terpapar. Mereka yang awalnya sehat malah menjadi petaka. Mengingat segala kemungkinan yang bisa terjadi ada baiknya kita selalu kembali pada fakta yang ada," urai Karina.

Baca juga:

Pandemi Virus Corona Munculkan Kehidupan New Normal, Apa Itu?

3. Jangan Pasrah

Rahasia Anti Galau saat Tidak Bisa Mudik dari Psikolog
Tenangkan perasaan dan berpikir (Foto: Pixabay/cocoparisienne)

Tidak bisa pulang bukan berarti kita pasrah begitu saja. Pasrah tanpa ada usaha apapun akan membuat kita tidak berdaya. Ketidakberdayaan ternyata berpotensi membawa masalah lain.

"Jangan langsung pasrah. Setelah menerima perasaan, tenangkan perasaan, dan berpikir. Kalau cara mudik hasilnya nihil lanjut berpikir, rencanakan hal lain," saran Karina. Banyak faktor yang saling mempengaruhi. Di setiap orang beda-beda.

4. Berdamai dengan diri sendiri

Rahasia Anti Galau saat Tidak Bisa Mudik dari Psikolog
Berdamai dengan diri sendiri (Foto: Pixabay/DanaTentis)

Manusia memiliki tiga hal: pikiran, perasaan dan perilaku. Ketiga hal tersebut saling memengaruhi. Jika suasana hati dan pikiran kacau, maka perilaku yang muncul pun akan buruk

"Coba untuk berdamai dengan diri sendiri. Apabila perasaannya sudah tenang, barulah bisa berpikir dengan bijaksana," ujarnya.

5. Jangan membuat keputusan saat sedang kalut

Rahasia Anti Galau saat Tidak Bisa Mudik dari Psikolog
Suasana hati buruk = keputusan buruk (Foto: Pixabay/soumen82hazra)

Ketika suasana hati buruk, maka kemampuan berpikir kita menurun. Saat kita memaksakan otak bekerja di tengah kekacauan hati, keputusan yang diambil akan buruk.

"Kalau sudah bisa berpikir jernih, silahkan beraksi. Lakukan hal lain supaya tidak berlarut-larut. Misalnya video call, spend time dengan orang di rumahmu saat ini. Bagi yang punya anak bisa main sama anak," terang Karina. (avia)

Baca juga:

Tak Pulang Kampung? Traveling Aja

Kredit : iftinavia

Tags Artikel Ini

Ananda Dimas Prasetya