berita-singlepost-banner-1
PSI Suruh Anies Didik Warganya Jangan ke Warung Tiap Hari Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Idris Ahmad (MP/Asropih)
berita-singlepost-banner-2
berita-singlepost-mobile-banner-7

Merahputih.com - Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta meminta Pemprov DKI di bawah Gubernur Anies Baswedan mendidik warganya untuk mengubah pola berbelanja bahan pokok guna meminimalisir penularan virus corona, mengingat kasus tersebut di Jakarta terus melonjak.

Data terakhir hingga Kamis (26/3) siang, jumlah warga DKI yang dinyatakan positif corona mencapai 472 kasus dengan 43 orang meninggal dunia.

"Warga perlu dibiasakan untuk memiliki stok bahan makanan di rumah, sehingga tidak perlu belanja ke pasar atau warung setiap hari," kata Ketua Fraksi PSI, Idris Ahmad di Jakarta, Kamis (26/3).

Baca Juga

Anggota DPR Ditantang Sisihkan Dana Reses untuk Bantu Korban COVID-19

Idris pun menyarankan Pemda DKI untuk alihkan jual beli bahan makanan ke warung-warung kecil di sekitar rumah warga.

"Dengan demikian, pergerakan warga menjadi lebih kecil dan mengurangi interaksi fisik dengan massa yang lebih besar, ” jelasnya.

Ilustrasi Virus Corona. FOTO/iStockphoto

Menurut Idris, Pemprov DKI harus bisa membatasi kerumunan warga di ruang publik. Saat ini belum ada aturan yang jelas, sehingga pelaksanaannya masih jauh dari ideal.

“Harus ada ketentuan yang jelas tentang berapa jumlah maksimal orang boleh berkumpul di ruang publik. Di Jerman misalnya, hanya boleh maksimal 2 orang, terkecuali anggota keluarga," tutur dia.

"Juga perlu diatur berapa jumlah maksimal untuk acara berkumpul di dalam ruangan, misalnya pernikahan, seminar, atau hajatan. Dengan aturan yang jelas, maka warga dapat mengatur dirinya dan petugas di lapangan bisa ambil tindakan tegas," sambung Idris.

Baca Juga

Pemprov DKI Siapkan Skenario Penanganan Jika Pasien COVID-19 Melonjak

Menurut dia, dengan caru itu diyakini bisa menekan laju penyebaran virus secara lebih cepat dan terukur. Apalagi lebaran akan tiba dua bulan lagi.

"Saat ini Jakarta berada dalam situasi darurat. Karantina memang seperti pil yang pahit, namun mau tidak mau kota ini memerlukannya agar bisa segera sembuh,” tutup Idris. (Asp)

Kredit : asropih

berita-singlepost-mobile-banner-3

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH


berita-singlepost-banner-4
berita-singlepost-banner-5
berita-singlepost-banner-6