PSI Puji Erick Thohir Larang Bagi-Bagi Suvenir saat RUPS BUMN Menteri BUMN Erick Thohir di lingkungan istana kepresidenan Jakarta. ANTARA/Desca Lidya Natalia

MerahPutih.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengapresiasi Menteri BUMN Erick Thohir yang melarang para pejabat BUMN membagi-bagikan suvenir dalam setiap Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Jubir PSI Dedek Prayudi mengatakan langkah ini untuk membenahi kondisi BUMN di tanah air yang tengah disorot

“Langkah Menteri Erick layak diapresiasi. Semangat efisiensi dan good corporate governance yang melandasi keputusan itu tepat waktu di tengah ide membenahi semua BUMN kita,” kata Dedek Prayudi dalam keterangan persnya di Jakarta, Selasa (10/12).

Baca Juga

Pengamat Duga Eks Anak Buah Jokowi Biarkan Ari Askhara Selundupkan Harley

Dedek mengingatkan, pemberian souvenir berangkat dari niat untuk melayani para pejabat kementerian terkait. Budaya ini yang harus diubah.

“Para pejabat kementerian sudah menerima pendapatan yang memadai. Sudah selayaknya mereka bekerja dengan baik, tidak perlu lagi dimotivasi dengan souvenir dan hal-hal sejenis,” ujar Dedek.

IMenteri BUMN Erick Thohir (ANTARAFOTO/PUSPA PERWITASARI)
IMenteri BUMN Erick Thohir (ANTARAFOTO/PUSPA PERWITASARI)

Baca Juga

Jokowi Ketawa Lihat Erick Thohir Jadi Tukang Bakso

Urgensi keputusan ini makin terlihat untuk BUMN-BUMN yang masih berkinerja kurang baik.

“Manajemen BUMN mesti ketat bersikap untuk tidak mengeluarkan biaya yang tidak perlu, seperti membagi souvenir saat RUPS. Menteri Erick telah membantu mereka,” lanjut peraih master dari Stockholm University, Swedia, tersebut.

Larangan pemberian souvenir tertuang dalam Salinan Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-8/MBU/12/2019 tentang Larangan Memberikan Souvenir atau Sejenisnya. Surat edaran tersebut ditujukan kepada Direksi, Dewan Komisaris, dan Dewan Pengawas BUMN.

Baca Juga

Ada Peran Rini Soemarno di Balik Dugaan Korupsi Berjamaah Bos-Bos BUMN?

“Maksud dan tujuan penerbitan Surat Edaran ini adalah untuk efisiensi dan perwujudan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) pada Persero dan Perum,” bunyi isi surat edaran larangan pemberian souvenir itu. (Knu)



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH