PSI Puji Anies Bekali 5.000 ASN Tes Corona Saat Jaga Pasar Anggota DPRD PSI William Aditya Sarana. Foto: DPP PSI

MerahPutih.com - Pemprov DKI Jakarta telah mengerahkan sebanyak 5.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) di sejumlah pasar untuk mengawasi dan menindak masyarakat yang melanggar protokol kesehatan. Penjagaan itu akan berlangsung hingga 19 Juli mendatang.

Kebijakan Pemda DKI itu pun dipuji Fraksi PSI DPRD DKI. Pasalnya, anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan itu itu dibekali dengan tes swab dan perlengkapan masker dan serta pelindung wajah atau face shield.

Baca Juga

Ma'ruf Amin Tegaskan Perampingan BUMN untuk Tingkatkan Daya Saing

Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PSI, William Aditya Sarana mengatakan tes swab harus terus digalakkan bukan hanya untuk petugas ASN tapi juga pedagang dan pekerja pasar, termasuk kuli dan petugas parkir.

“Kita harus bersama-sama memutus rantai penyebaran virus di pasar tradisional. Pembeli harus didorong untuk tidak setiap hari berbelanja ke pasar. Penjual juga harus diajarkan untuk mulai berjualan online agar interaksi tatap muka berkurang,” kata William di Jakarta, Jumat (10/7).

Pedagang mengenakan masker saat melayani pembeli di tengah pandemi Covid-19 di Pasar Senen, Jakarta, Selasa (21/4/2020). Foto Antara/Nova Wahyudi
Pedagang mengenakan masker saat melayani pembeli di tengah pandemi Covid-19 di Pasar Senen, Jakarta, Selasa (21/4/2020). Foto Antara/Nova Wahyudi

Hanya saja, kata William, pengerahan 5.000 ASN untuk memantau juga masih belum menjamin pelaksanaan protokol kesehatan akibat buruknya sistem ventilasi dan minimnya jarak antar lapak pedagang sehingga resiko penularan tinggi.

William juga mendapati pos pemantauan pengunjung dilakukan di samping parkiran motor dan bukan di pintu masuk pasar. Ini menyebabkan pengunjung yang berjalan kaki dapat mudah lolos dari hitungan.

Pengelola pasar juga tidak punya hitungan pasti berapa jumlah pengunjung yang diperbolehkan masuk ke dalam pasar. "Diperkirakan 500 pengunjung boleh masuk pasar, tapi itu hanya tebakan pengelola pasar saja. Tapi bagaimana mau dibatasi kalau tidak ada yang menghitung,” jelasnya.

Saat mengunjungi Pasar, William mengaku, hanya didapat sekitar 10 ASN yang bertugas berkeliling, jauh dari klaim akan ada 50 ASN diturunkan ke lapangan.

"ASN memang sudah bertugas, tapi fungsinya belum optimal. Banyak pedagang hanya memakai masker, tidak pasti apa cukup pakai masker atau wajib pakai face shield dan sarung tangan seperti anjuran Kemenkes," kritisnya.

Baca Juga

Tim Advokasi Novel Berpotensi Hina Peradilan

Ia pun mendesak Gubernur Anies Baswedan untuk segera membenahi pasar tradisional agar penyebaran virus dapat dikendalikan.

“Kita butuh terobosan dan ketegasan untuk memutus rantai penyebaran virus. Sekarang ini virus dari pasar tradisional sudah merambah ke pemukiman sekitar. Kalau tidak dibenahi lonjakan kasus akan terus terjadi," tutupnya. (Asp)

Penulis : Andika Pratama Andika Pratama
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Vonis Dua Tahun tanpa Terungkap Aktor Intelektual, Sidang Penyerangan Novel Berakhir Antiklimaks
Indonesia
Vonis Dua Tahun tanpa Terungkap Aktor Intelektual, Sidang Penyerangan Novel Berakhir Antiklimaks

Suparji meminta pihak kepolisian untuk tetap mencari dalang dari aksi penyiraman tersebut.

 Nekat Kucing-kucingan Agar Bisa Mudik, YLKI: Awas, Bahaya
Indonesia
Nekat Kucing-kucingan Agar Bisa Mudik, YLKI: Awas, Bahaya

"Kalau memang sangat urgen/harus mudik, sebaiknya masyarakat mudik secara legal, dengan mengurus surat-surat yang diperlukan," jelas Tulus.

Jokowi dan DPR Diminta Hadiri Sidang Uji Materi Perppu COVID-19
Indonesia
Jokowi dan DPR Diminta Hadiri Sidang Uji Materi Perppu COVID-19

Kalaupun Jokowi tak bisa menghadiri persidangan, sedianya diwakili oleh Menkumham Yasonna H. Laoly dan Menteri Keuangan Sri Mulyani

 Ditjen PAS Siapkan Blok Khusus Warga Binaan Masuk ODP, PDP, Suspek COVID-19
Indonesia
Ditjen PAS Siapkan Blok Khusus Warga Binaan Masuk ODP, PDP, Suspek COVID-19

“Maka beberapa Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan disiapkan menjadi tempat rujukan isolasi mandiri bagi WBP,” kata Plt. Dirjen PAS Nugroho

Lima Tujuan Pemprov DKI Bentuk Perda Penanganan COVID-19
Indonesia
Lima Tujuan Pemprov DKI Bentuk Perda Penanganan COVID-19

Pertama, memberikan perlindungan kesehatan kepada masyarakat dari penularan dan penyebaran COVID-19.

KPK Periksa Karyawan Waskita Karya Terkait Korupsi Proyek Fiktif
Indonesia
KPK Periksa Karyawan Waskita Karya Terkait Korupsi Proyek Fiktif

Yang bersangkutan bakal diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka Fathor Rachman.

Pengamat Minta Pihak yang Menolak Omnibus Law Dialog Bareng Pemerintah
Indonesia
Pengamat Minta Pihak yang Menolak Omnibus Law Dialog Bareng Pemerintah

RUU Cipta Kerja bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi yang saat ini stagnan

Anies Perintahkan Kantor Pemerintah dan Sekolah Jadi Tempat Pengungsian Warga
Indonesia
Anies Perintahkan Kantor Pemerintah dan Sekolah Jadi Tempat Pengungsian Warga

"Siapkan evakuasi warga terdampak, pastikan tempat-tempat pengungsian segera siap. Seluruh kantor pemerintahan, sekolah, harus siap menjadi tempat pengungsian," kata Anies

Jawaban Ketua Fraksi PDIP Soal Viral Petisi Pencopotan Anies dari Gubernur DKI
Indonesia
Jawaban Ketua Fraksi PDIP Soal Viral Petisi Pencopotan Anies dari Gubernur DKI

Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta itu pun menyebut bahwa gerakan tersebut bukan terafiliasi dengan kepentingan politik.

Pengamat: Jokowi Butuh Menteri Berani Seperti Jonan
Indonesia
Pengamat: Jokowi Butuh Menteri Berani Seperti Jonan

Jokowi diharapkan segera melakukan perombakan kabinet