PSI Nilai Pidato UAS Picu Konflik di Masyarakat Ustaz Abdul Somad (@ustadzabdulsomad_official)

Merahputih.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyesalkan ceramah yang disampaikan Ustaz Abdul Somad (UAS) tentang salib dan patung di video yang tengah viral dalam beberapa hari terakhir.

UAS dinilai tidak layak melontarkan pernyataan demikian karena bisa menimbulkan ketegangan hubungan antara umat beragama.

“Kami mengharapkan mempertimbangkan dengan baik semua hal yang disampaikan. Jangan sampai memicu konflik di masyarakat,” kata Juru Bicara PSI, Azmi Abubakar, dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Senin (19/8).

Baca Juga: UAS Singgung Salib, Pemuda Kristen: Ajaran Yesus Meminta Kami Memaafkan

Azmi menyatakan, Indonesia adalah Tanah Air yang keberadaannya diperjuangkan oleh para pemeluk agama dan pemeluk kepercayaan yang beragam. “Karena itu harus menjadikan toleransi sebagai suatu solusi," jelas Azmi.

Azmi menyatakan Indonesia adalah Tanah Air yang keberadaannya diperjuangkan oleh para pemeluk agama dan pemeluk kepercayaan yang beragam.

“Karena itu harus menjadikan toleransi sebagai suatu solusi. Nabi Muhammad telah mengajarkan dan ketika ada yang menentangnya, berarti mereka itu pengikut siapa?,” jelas Azmi.

Azmi mengingatkan ada pembelaan atas penghargaan terhadap Kristen diteladankan oleh Nabi Muhammad SAW yang berjanji melindungi jiwa, agama, dan harta benda kaum Kristen di Najran dan sekitarnya pada tahun 631-632 Masehi.

Ustaz Abdul Somad (@ustadzabdulsomad_official)

Nabi Muhammad memerintahkan agar kepercayaan kaum Kristen tidak boleh diganggu, kebiasaannya tidak boleh disinggung, hak dan kewajibannya tidak boleh diubah.

"Pendeta dan guru agamanya tidak boleh dipecat, besar-kecil semua mereka harus merasakan keamanan hidup, sebagaimana di zaman sebelum beliau,” jelas Azmi.

Azmi kemudian menuturkan, sebuah cerita tentang beberapa pendeta Kristen datang kepada Nabi Muhammad, hendak berbicara soal agama. Orang-orang Islam yang terkenal ramahnya, menempatkan mereka di rumah-rumah dan juga di dalam masjid.

Baca Juga: BPIP: Hentikan Polemik Ucapan Ustaz Abdul Somad

Tamu-tamu itu menumpang di sana beberapa hari sampai tiba hari Minggu. Bagi orang Islam, seluruh bumi Allah adalah mesjid dan musala, tetapi tamu-tamu Kristen itu harus ke Gereja.

“Di sekeliling tempat mereka menumpang itu tidak ada gereja. Di dalam kesukaran itu, Rasulullah mempersilakan mereka untuk menggunakan mesjid beliau sendiri sebagai tempat beribadah. Tidakkah ini menjadi teladan bagi kita?” ungkap Azmi. (Knu)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH