PSI Nilai Pemprov DKI Kecolongan soal Holywings Satpol PP berjaga saat melakukan penyegelan outlet Holywings di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (28/6). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

MerahPutih.com - Sejumlah pihak merespons penutupan 12 outlet Holywings di Jakarta terkait kasus promosi miras bernada penodaan agama.

Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Anggara Wicitra Sastroamidjojo menilai kebijakan tersebut bukti Pemprov DKI telah lalai dalam menegakan izin usaha di wilayahnya. Menurutnya, DKI kecolongan soal izin Holywings.

Baca Juga

Manajemen Holywings Sempat Hapus Postingan Promosi Alkohol yang Kontroversial

"Harusnya Pemprov malu karena kecolongan ini. Jangan sampai penindakannya tebang pilih, coba diperiksa lagi izin-izin usaha tempat lain. Kasihan mereka yang sudah taat hukum, pasti ada kecemburuan," kata Anggara di Jakarta, Kamis (30/6).

Baca Juga

Anggota DPRD Sebut Holywings Kerap Bikin Masalah

Ara juga mempertanyakan langkah Pemprov DKI yang baru bertindak permasalahan izin itu setelah viralnya kasus Holywings.

"Outlet-outlet ini bukan baru berdiri satu dua minggu, kenapa bisa sampai lolos dari pengawasan? Jangan-jangan banyak usaha lain yang tidak ikut aturan tapi beroperasi, kami harap dapat ditinjau lagi," ujar Ara - panggilan akrabnya.

Selain itu, Ara juga meminta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) juga berperan aktif melakukan perlindungan pada ribuan karyawan outlet Holywings yang ditutup agar dapat tetap terpenuhi haknya.

"Disnakertrans harus memantau nasib karyawan gerai yang ditutup. Jangan sampai nanti ada kasus hak-haknya tidak terpenuhi. Dampingi sesuai dengan ketentuan yang berlaku," tutup Ara. (Asp)

Baca Juga

DPRD Minta Kadis Parekraf Bertanggung Jawab atas Operasional Holywings

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ke Ukraina dan Rusia, Jokowi Bawa Misi Perdamaian
Dunia
Ke Ukraina dan Rusia, Jokowi Bawa Misi Perdamaian

Presiden Jokowi akan menjadi pemimpin Asia pertama yang mengunjungi Kiev dan Moskow sejak konflik kedua negara terjadi.

Pinjol Ilegal Terungkap Bareskrim Berkedok Koperasi Simpan Pinjam
Indonesia
Pinjol Ilegal Terungkap Bareskrim Berkedok Koperasi Simpan Pinjam

Dalam pengungkapan itu, penyidik menyita uang senilai Rp 20,4 miliar dari tangan tersangka JS.

NasDem Puji Jokowi, Mampu Bawa Indonesia Dapat Apresiasi Negara Lain
Indonesia
NasDem Puji Jokowi, Mampu Bawa Indonesia Dapat Apresiasi Negara Lain

Presiden Joko Widodo mendapat pujian dari salah satu anggota koalisinya, yakni Partai Nasional Demokrat (NasDem).

Penyaluran Bansos di Surabaya Tersendat, Risma Turun Tangan Langsung
Indonesia
Penyaluran Bansos di Surabaya Tersendat, Risma Turun Tangan Langsung

Padahal, Surabaya menjadi kota metropolitan terbesar kedua setelah Jakarta.

Disomasi soal Sungai Tercemar, Pemprov Jabar Sebut Sebagai Bentuk Perhatian
Indonesia
Disomasi soal Sungai Tercemar, Pemprov Jabar Sebut Sebagai Bentuk Perhatian

Apa yang direkomendasikan untuk perbaikan lingkungan hidup berbagai sungai di Jabar, telah dilaksanakan bahkan sedang berlangsung.

Segera Dibuka, RPTRA Diharap Jadi Tempat Ekspresi Anak-Anak yang Enggak Bisa Masuk Mal
Indonesia
Penumpang KRL Alami Peningkatan Seiring Dibukanya Kegiatan Ekonomi
Indonesia
Penumpang KRL Alami Peningkatan Seiring Dibukanya Kegiatan Ekonomi

KAI Commuter mencatat pertambahan volume pengguna kereta rel listrik (KRL).

Gibran Gelar PTM 100 Persen Jika Vaksinasi Dosis Pertama Anak 6-11 Tahun Selesai
Indonesia
Wagub DKI Akui Tak Semua Pendaftar JakPreneur Dikasih Modal
Indonesia
Wagub DKI Akui Tak Semua Pendaftar JakPreneur Dikasih Modal

"Pertama mereka terdaftar, nanti ada bimbingan, pelatihan sampai permodalan. Jadi ada tahapannya," ungkap Riza di Balai Kota, Jakarta Pusat, Sabtu (13/11).

Penyidik Cecar Puluhan Pertanyaan ke Menantu Nia Daniaty
Indonesia
Penyidik Cecar Puluhan Pertanyaan ke Menantu Nia Daniaty

Rafly N Tilaar telah menjalani pemeriksaan sebagai terlapor atas kasus dugaan penipuan calon pegawai negeri sipil (CPNS).