PSI Nilai Jerinx Sudah Tepat Diganjar Pakai UU ITE I Gede Ari Astina alias Jerinx SID bersama kuasa hukumnya saat memenuhi panggilan kedua Polda Bali, Kamis (6/8/2020). (Antara/Ayu Khania Pranisitha/2020)

Merahputih.com - Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedek Prayudi menilai langkah hukum penggunaan UU ITE terhadap drummer Superman Is Dead (SID) I Gede Ari Astina alias Jerinx (JRX) tepat.

“Soal JRX, saya kira UU ini ‘sedang’ tepat guna karena besarnya damage, gak ada muatan politis dan gak ada cara lain untuk menghentikannya,” kata pria yang karib disapa Uki itu dalam keterangannya, Jumat (14/8).

Ia menilai bahwa penjeratan hukum terhadap Jerinx adalah upaya agar suara-suara yang justru meresahkan di tengah situasi pandemi COVID-19 tidak semakin liar.

Baca Juga

Jerinx Ditahan, Ini Pembelaan Koalisi Masyarakat Sipil

Apalagi gerakan melawan protokol kesehatan yang dikampanyekan Jerinx juga membuat upaya pencegahan penyebaran COVID-19 malah melambat.

“Di saat negara sedang dalam status darurat kesehatan, JRX justru membuat campaign dan gerakan agar melawan protokol kesehatan,” ujarnya.

Kemudian statemen Jerinx yang cenderung mendiskreditkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) juga menambah persoalan.

“Terakhir, beliau mendiskreditkan IDI, sebuah organisasi profesi yang sudah kehilangan banyak nyawa anggotanya. Think about it,” terangnya.

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Syamsi menegaskan, Jerinx terancam hukuman penjara selama enam tahun.

"Ancaman hukuman enam tahun penjara dan denda Rp 1 miliar," kata Syamsi kepada wartawan.

I Gede Ari Astana atau Jrinx (foto: instagram @jrxsid)
I Gede Ari Astana atau Jrinx (foto: instagram @jrxsid)

Hal itu berdasarkan Pasal 28 Ayat (2) Jo Pasal 45A Ayat (2) dan/atau Pasal 27 Ayat (3) Jo Pasal 45 Ayat (3) UU Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Syamsi menambahkan, dan atau Pasal 310 KUHP dan atau Pasal 311 KUHP, sesuai dengan laporan polisi bernomor LP/263/VI/2020/Bali/SPKT, tanggal 16 Juni 2020.

Usai dijadikan tersangka, Jerinx langsung ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Bali.

"Yang bersangkutan hari ini dilakukan pemeriksaan sebagai tersangja dan setelah dilakukan pemeriksaan langsung penahanan," ujar Syamsi.

Sebelumnya, Jerinx juga dilaporkan ke Polda Bali pada 16 Juni 2020. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Bali melaporkan Jerinx lantaran tak terima dengan unggahannya.

Baca Juga

BUMN Waskita Bangun 1300 Kilometer Tol Senilai Rp150 Triliun

Di akun Instagramnya, Jerinx menulis : "Gara-gara bangga jadi kacung WHO, IDI dan Rumah Sakit dengan seenaknya mewajibkan semua orang yang akan melahirkan tes COVID-19".

Ketua IDI Bali I Gede Putra Suteja mengatakan, Jerinx menghina organisasinya dengan penyebutan "kacung WHO". (Knu)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH