Anies 'Dihukum' Keruk Kali Mampang, PSI: 5 Tahun Menjabat Kebanyakan Manggung Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di Balai Kota, Senin (!0/5). Foto: MP/Asropih

MerahPutih.com - Gubernur Anies Baswedan dinyatakan bersalah atas gugatan warga Mampang, Jakarta Selatan, terkait persoalan banjir. Anies pun dihukum Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) DKI Jakarta untuk mengeruk Kali Mampang sampai ke wilayah Pondok Jaya.

Menanggapi putusan PTUN tersebut, anggota Komisi D DPRD DKI dari Fraksi PSI, Justin Adrian Untayana mengatakan putusan tersebut harus segera dieksekusi oleh Anies dan jajarannya.

Baca Juga

Anies Banggakan Transportasi Umum di Jakarta dalam Forum Internasional

Justin pun sudah prediksi, jika PTUN Jakarta akan mengabulkan gugatan warga Mampang ihwal persoalan banjir di daerahnya. Maka dari itu, PSI merasa memang pantas Anies dihukum untuk selesaikan permasalahan banjir di Mampang.

"Selama 5 tahun menjabat, Pak Anies selalu disibukkan dengan hal-hal kontroversial, kebanyakan manggung. Lupa sama upaya pencegahan banjir," kata Justin di Jakarta, Jumat (18/2).

Padahal, program pencegahan banjir sudah jelas tertuang di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Peraturan Daerah (Perda). Anggaran untuk penanganan banjir di Jakarta pun cukup besar dari APBD DKI yang mencapai triliunan rupiah.

"Gak tau nunggu apa lagi. Masa, nunggu Jakarta tenggelam dulu, baru dikerjakan? Segera eksekusi. Salah siapa berarti Jakarta banjir?” kata Justin.

Justin juga meminta Gubernur Anies segera melakukan pengerukan total Kali Mampang dan membangun turap. Anggota DPRD Fraksi PSI ini sangat menyayangkan banjir di Ibukota masih sering terjadi.

“Masalah kita dari dulu itu kan banjir. Ya, gak akan hilang, kalau Pemprov DKInya juga tidak serius menanggapi permasalahan ini. Ini sudah masuk puncak musim hujan. Masalah kapan akan banjir, kan tidak bisa ditunda-tunda juga. Jadi tolong, disegerakan. Prioritaskan, tuntaskan,” tutur Justin.

Baca Juga

Anies Bobol Gawang Kang Emil: Messi Ketar-Ketir Lihat Gol Penalti Ini

Selain itu, Justin juga mengingatkan Pemprov DKI untuk meneruskan upaya pencegahan banjir lainnya. Menurutnya, semua program penanggulangan banjir harus terintegrasi.

“Kami mengingatkan kepada Pak Anies, jangan lupa normalisasi dan membangun waduk serta embung. Semua mesti terintegrasi. Ini juga harus diprioritaskan. Agar pencegahan banjir lebih optimal. Jangan sampai masyarakat harus capek-capek menuntut di pengadilan, harusnya tidak perlu, itu tugas Pemprov DKI menjalankan kewajibannya. Maaf kami harus jujur ke Pak Anies. Ini demi rakyat Jakarta,” tutup Justin.

Sementara itu, Penggugat yang juga korban banjir, Tri Andarsanti Pursita, menyebut pendangkalan Kali Mampang di Pondok Jaya menjadi penyebab banjir yang melanda area sekitar kediamannya pada 19-21 Februari 2021

"Pengerukan terakhir dilakukan sekitar tahun 2017. Akibatnya, jalan depan rumah saya terendam banjir setinggi 2m di tanggal 19-21 Februari 2021," kata Tri via siaran pers Tim Advokasi Solidaritas untuk Korban Banjir, Kamis (17/2).

Perlu diketahui, normalisasi sungai merupakan program prioritas nasional dan program prioritas daerah sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 dan 2020-2024, serta RPJMD DKI Jakarta 2017-2022. (Asp)

Baca Juga

Kalah di PTUN Jakarta, Anies 'Dihukum' Keruk Kali Mampang

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kapolri Minta Para Kapolda Cek Tiap Hari Ketersediaan Minyak Goreng di Pasaran
Indonesia
Kapolri Minta Para Kapolda Cek Tiap Hari Ketersediaan Minyak Goreng di Pasaran

Kapolri menginstruksikan seluruh kapolda dan jajaran untuk melakukan pengecekan setiap hari terkait ketersediaan minyak goreng jenis curah.

Butuh Duit, Taliban Minta Bantuan Donor Internasional
Dunia
Butuh Duit, Taliban Minta Bantuan Donor Internasional

Taliban berharap, masyarakat internasional tidak mempolitisasi bantuan untuk Afghanistan.

 Pemkab Sleman Buat Tanggul di Lereng Merapi Antisipasi Kesulitan Air Bersih
Indonesia
Pemkab Sleman Buat Tanggul di Lereng Merapi Antisipasi Kesulitan Air Bersih

Pemkab terus mempercepat perbaikan jaringan pipa air bersih di sekitaran Kali Boyong dan Kali Kuning Gunung Merapi.

Enam WNA Tiongkok Positif COVID-19, Tiga Terindikasi Omicron
Indonesia
Enam WNA Tiongkok Positif COVID-19, Tiga Terindikasi Omicron

Enam warga negara asing asal Tiongkok yang terkonfirmasi positif COVID-19 di karantina terpusat untuk pengawasan.

ICDX Ambil Kesempatan Antisipasi Dampak Konflik Rusia-Ukraina
Indonesia
ICDX Ambil Kesempatan Antisipasi Dampak Konflik Rusia-Ukraina

Situasi panas ini memperburuk volatilitas harga komoditi yang bahkan sebelum terjadi konflik, mengalami kenaikan nilai seiring dengan pemulihan ekonomi dunia di masa pandemi COVID-19.

Panitia Formula E Minta Sponsor ke BUMN, PSI: Menunjukkan Lagi Cekak
Indonesia
Panitia Formula E Minta Sponsor ke BUMN, PSI: Menunjukkan Lagi Cekak

Panitia Formula E sudah menghadap Menteri BUMN Erick Thohir dengan mengajukan proposal acara.

Wagub Riza Minta Citayam Fashion Week Tidak Digelar Setiap Hari
Indonesia
Wagub Riza Minta Citayam Fashion Week Tidak Digelar Setiap Hari

Kegiatan 'Citayam Fashion Week' dengan peragaan cat walk di zebra cross tidak dilakukan setiap hari. Mengingat saat ini sudah mulai masuk sekolah.

OTT Dodi Reza Alex Noerdin, KPK Amankan Uang Rp 1,77 Miliar
Indonesia
OTT Dodi Reza Alex Noerdin, KPK Amankan Uang Rp 1,77 Miliar

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan tim penindakan KPK mengamankan uang tersebut secara terpisah dari tangan Direktur PT Selaras Simpati Nusantara Suhandy sejumlah Rp 270 juta dan ajudan Dodi Reza, Mursyid, sebesar Rp 1,5 miliar.

Aturan Baru PPKM Luar Jawa-Bali, Kantor Picu Klaster Baru Ditutup 5 Hari
Indonesia
Aturan Baru PPKM Luar Jawa-Bali, Kantor Picu Klaster Baru Ditutup 5 Hari

Aturan berlaku 9 November sampai 22 November 2021.

Pemkot Bandung akan Kesulitan Membuang Sampah
Indonesia
Pemkot Bandung akan Kesulitan Membuang Sampah

Produksi sampah Kota Bandung 1.500 ton per hari. Bila tidak dikelola dengan baik maka akan menjadi masalah yang besar.