PSI Minta Pemprov DKI Awasi Penyaluran Bantuan Sosial Tunai Penyaluran Bantuan Sosial Tunai di Jakarta. (Foto: Pemprov DKI).

Merahputih.com - Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta meminta Pemprov DKI mewaspadai adanya kerumunan massa saat pendistribusian Bantuan Sosial Tunai (BST) melalui Kantor Pos dan Bank DKI.

“Pemprov DKI harus tetap memberikan pengawasan, harus memastikan keamanan dan keselamatan warga dalam penyaluran BST,” ujar anggota Fraksi PSI DPRD DKI, August Hamonangan di Jakarta, Senin (18/1).

Baca Juga:

Bantuan Tunai Mulai Distribusikan, Pemprov Minta Warga Sakit Tidak Hadir

Penyaluran bantuan tunai akan diberikan selama 4 bulan yakni Januari hingga April 2021 senilai Rp300 ribu per Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Pendistribusian bantuan tersebut sudah berlangsung di DKI Selasa (12/1) lalu.

Ia pun mendorong agar Satgas COVID RT/RW dan Kelurahan dilibatkan untuk mengawasi jalannya penyaluran BST, ermasuk memastikan protokol kesehatan. Terutama penjagaan jarak dan penggunaan masker yang benar di fasilitas umum mengingat saat ini kasus corona terus meningkat.

“Jangan sampai membahayakan petugas yang ada di lapangan atau warga penerima BST,” tambahnya.

Penyaluran bantuan tunai DKI Jakarta. (Foto: Antara)
Penyaluran bantuan tunai DKI Jakarta. (Foto: Pemprov DKI)

Selain BST dari Pemerintah Pusat, Pemprov DKI juga akan menyalurkan BST sebesar Rp. 300 ribu per Keluarga menggunakan Dana APBD Pemprov DKI Jakarta yang akan disalurkan melalui Bank DKI. Dengan ketentuan bagi yang sudah menerima BST dari Pemerintah Pusat, tidak boleh lagi menerima BST dari Pemprov DKI Jakarta.

“Jangan sampai terjadi kekacauan, tumpang tindih antara penerima BST Pusat dan BST Pemprov DKI Jakarta. Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) harus teraktualisasi sehingga tidak ada yang terlewat,” tegas August.

Penyaluran BST melalui Bank DKI juga membawa tantangan tersendiri karena banyaknya warga yang belum memiliki kartu Bank DKI. Untuk menghindari penumpukan di kantor cabang Bank DKI dalam pembuatan kartu, Bank DKI bisa membuka pos di kantor Kelurahan ataupun menitipkan formulir ke Satgas Covid RT/RW.

“Jangan sampai warga masih harus bolak-balik untuk memenuhi syarat,” usul August.

Baca Juga:

Bantuan Tunai Mulai Distribusikan, Pemprov Minta Warga Sakit Tidak Hadir

August meminta Pemda DKI memperhatikan benar proses penyaluran BST dan meminimalisir permasalahan teknis yang dialami warga seperti kartu ATM hilang, lupa PIN kartu ATM, hingga lupa hari penyaluran.

“Warga harus terus didampingi, informasi BST dan proses penyalurannya harus jelas tersampaikan. Sebarkan secara daring, tempel di RT/RW hingga Kelurahan,” pungkasnya. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Gibran Janji Lanjutkan Program FX Rudy Tebus Ijazah Siswa Kurang Mampu
Indonesia
Gibran Janji Lanjutkan Program FX Rudy Tebus Ijazah Siswa Kurang Mampu

Salah satu kebiasaan yang akan diikutinya adalah menebus ijazah siswa kurang mampu yang menunggak pembayaran di sekolah.

Teroris yang Ditangkap di Condet dan Bekasi Diduga Berbeda Kelompok
Indonesia
Teroris yang Ditangkap di Condet dan Bekasi Diduga Berbeda Kelompok

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengatakan penyidik belum menemukan kaitan antara keduanya.

BNPB Kembali Kirim Bantuan Penanganan Darurat di NTT
Indonesia
BNPB Kembali Kirim Bantuan Penanganan Darurat di NTT

Bantuan tersebut ditujukan untuk korban terdampak di Desa Wayburak

Militer Myanmar Beredel 5 Perusahaan Media
Dunia
Militer Myanmar Beredel 5 Perusahaan Media

Dewan Militer Myanmar mencabut izin atau memberedel lima perusahaan media independen.

Menangnya Rachmawati Soekarnoputri di MA Tak Punya Impikasi Yuridis ke Jokowi
Indonesia
Menangnya Rachmawati Soekarnoputri di MA Tak Punya Impikasi Yuridis ke Jokowi

Hasil sengketa Pilpres 2019 yang diputuskan oleh Mahkamah Konstitusi (MK) sudah final

Dianggap Ubah Fungsi RTH, PDIP Minta Jakpro Bongkar Bangunan Kuliner di Pluit
Indonesia
Dianggap Ubah Fungsi RTH, PDIP Minta Jakpro Bongkar Bangunan Kuliner di Pluit

Gembong pun memberikan waktu selambat-lambatnya pembokaran pada Jakpro pada akhir bulan Juni 2020 ini.

[HOAKS atau FAKTA]: Masjid di Prancis Diserang Polisi dan Jamaahnya Ditangkap
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Masjid di Prancis Diserang Polisi dan Jamaahnya Ditangkap

Akun Facebook bernama Alam mengunggah sebuah video dengan narasi yang menyebut bila sebuah masjid di Paris, Francis diserang polisi dan jamaahnya ditangkap.

Belanja di Toko Kelontong Tetangga Sistem Sederhana Penyintas Pandemi
Indonesia
Belanja di Toko Kelontong Tetangga Sistem Sederhana Penyintas Pandemi

Dengan membeli produk UMKM dan toko kelontong maka kekuatan ekonomi baru akan muncul.

Situasi Kamtibmas Jelang Malam Pergantian Tahun di Jakarta Masih Aman Terkendali
Indonesia
Bahas Utang PLN, DPR Bakal Gelar Rapat Gabungan
Indonesia
Bahas Utang PLN, DPR Bakal Gelar Rapat Gabungan

Masalah ini harus segera ditanggapi serius karena sesuai perhitungan, apabila tak dibayarkan, PLN akan segera mengalami kebangkrutan.