PSI Minta Anies Waspadai Kerumunan Orang Tua saat Sekolah Tatap Muka Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Timur, Linda Siregar meninjau PTM di SMP Corpatarin, Jakarta, Senin (30/8/2021). ANTARA/Yogi Rachman

MerahPutih.com - Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta meminta Pemprov untuk mewaspadai terjadinya kerumunan orang tua saat antar-jemput siswa di sekolah, ketika pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di masa PPKM Level 3.

Dari hasil kunjungan anggota Fraksi PSI August Hamonangan di SDN 01 Pagi Pejaten Timur dan SDN 01 Cikoko Pagi, ditemukan adanya pelanggaran protokol kesehatan pada saat mengantar jemput anak di depan sekolah.

Selain itu, jam belajar sekolah yang dipersingkat hanya 1,5 jam membuat sejumlah orang tua murid memilih untuk menunggu di sekolah sehingga terjadi kerumunan.

Baca Juga:

Sekolah Offline Tiba, Ini yang Harus Disiapkan Orangtua

August menegaskan, kerumunan ini jelas membahayakan dan berpotensi terjadinya klaster sekolah dan harus segera ditindaklanjuti.

“Pemprov DKI Jakarta tidak bisa membiarkan sekolah untuk bekerja sendiri dalam melakukan penertiban, harus juga melibatkan satgas kelurahan dan kecamatan. Apalagi kerumunan terjadi di luar sekolah sehingga pihak sekolah dan satpol PP, kelurahan/kecamatan, harus turun tangan,” ujarnya.

Penyemprotan disinfektan di salah satu kelas SMA Negeri 46 Jakarta, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (31/8/2021). ANTARA/Sihol Hasugian
Penyemprotan disinfektan di salah satu kelas SMA Negeri 46 Jakarta, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (31/8/2021). ANTARA/Sihol Hasugian

Penerapan protokol kesehatan di sekolah perlu mendapatkan perhatian lebih karena anak merupakan kelompok rentan terpapar COVID-19, terlebih siswa tingkat SD yang masih belum bisa mendapatkan vaksin.

"Tidak hanya sekolah yang harus bertanggung jawab, uji coba PTM harus melibatkan orang tua atau wali murid. Jangan sampai sekolah menjadi penyebab peningkatan kasus COVID-19 pada anak,” tambah anggota Komisi A DPRD DKI.

Selain adanya kerumunan para penjemput, prokes di lingkungan sekolah sudah berjalan baik. Antara lain adanya satgas COVID sekolah, pembatasan kapasitas 50 persen, maupun proses disinfektan ruangan kelas sebelum dan sesudah pembelajaran.

Baca Juga:

DPR Minta Sekolah Lakukan Evaluasi Pembelajaran Tatap Muka Hari Pertama

Siswa pun turut dididik untuk menerapkan protokol kesehatan mulai dari pengecekkan suhu, masker dan cuci tangan sebelum masuk sekolah di gerbang masuk, hingga penjagaan jarak tempat duduk dan sarana sanitasi.

August mengingatkan agar kegiatan ekstrakurikuler setelah jam sekolah atau akhir pekan ditiadakan, sehingga fokus utama sekolah saat ini hanya untuk pemberian materi akademis.

"Saya harap yang sudah baik terus berjalan, jangan sampai ketat di awal lalu mulai longgar di kemudian hari. Di sini pentingnya peran Satgas COVID-19 Sekolah untuk terus memantau dan mengingatkan,” pungkasnya. (Asp)

Baca Juga:

September Disdik DKI Tambah Peserta PTM, Ada 1.500 Sekolah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pemerintah Jadikan Ramadan Momentum Gencarkan Vaksinasi COVID-19
Indonesia
Pemerintah Jadikan Ramadan Momentum Gencarkan Vaksinasi COVID-19

Pemerintah akan memanfaatkan momentum Ramadan untuk menggencarkan pelaksanaan vaksinasi COVID-19.

BMKG Jelaskan Fenomena Panas Ekstrem dalam Sepekan Terakhir
Indonesia
BMKG Jelaskan Fenomena Panas Ekstrem dalam Sepekan Terakhir

Cuaca panas yang terjadi beberapa hari belakangan ini bukan berasal dari gelombang panas.

Anak Buah AHY Sebut Gugatan Kubu Moeldoko Sejak Awal Sudah Cacat Hukum
Indonesia
Anak Buah AHY Sebut Gugatan Kubu Moeldoko Sejak Awal Sudah Cacat Hukum

Proses judicial review (JR) AD/ART Demokrat pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang dilakukan oleh kubu Moeldoko sejak awal sudah cacat hukum.

KPK Tetapkan Walkot dan Sekda Tanjungbalai Tersangka Suap Jual Beli Jabatan
Indonesia
KPK Tetapkan Walkot dan Sekda Tanjungbalai Tersangka Suap Jual Beli Jabatan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Wali Kota nonaktif Tanjungbalai M Syahrial sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait jual beli jabatan di Pemerintah Kota (Pemkot) Tanjungbalai tahun 2019.

Terekam CCTV, Pengemudi Motor Aniaya Sopir Angkutan Feeder BST Diburu Polisi
Indonesia
Terekam CCTV, Pengemudi Motor Aniaya Sopir Angkutan Feeder BST Diburu Polisi

CCTV di dalam angkutan angkutan pengumpan (feeder) Batik Solo Trans (BST) merekam kekajadian penganiayaan terhadap sopir yang dilakulan pengendata motor.

Polisi Selidiki Kasus Dugaan Penganiyaan yang Libatkan Putra Ahok
Indonesia
Polisi Selidiki Kasus Dugaan Penganiyaan yang Libatkan Putra Ahok

Kepolisian tengah menyelidiki laporan terhadap putra sulung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Nicholas Sean Purnama berkenaan dugaan penganiayaan.

DKJ Layangkan Mosi Tidak Percaya kepada Kadisbud DKI Jakarta
Indonesia
DKJ Layangkan Mosi Tidak Percaya kepada Kadisbud DKI Jakarta

Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) menyampaikan Mosi Tidak Percaya kepada Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Iwan Wardhana.

KPK Minta Sekolah Menjadi Ekosistem yang Meneladani Integritas
Indonesia
KPK Minta Sekolah Menjadi Ekosistem yang Meneladani Integritas

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron meminta agar sekolah menjadi ekosistem yang meneladani integritas.

Warga Diminta Tetap Pakai Masker Saat Pakai Ojol
Indonesia
Warga Diminta Tetap Pakai Masker Saat Pakai Ojol

Sejauh ini pengawasan penggunaan masker oleh petugas dishub hanya dilakukan di sejumlah terminal bus

[HOAKS atau FAKTA]: Ma'ruf Amin Bilang Jokowi 3 Periode Ekonomi Nasional Meroket
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Ma'ruf Amin Bilang Jokowi 3 Periode Ekonomi Nasional Meroket

Beredar informasi berupa unggahan di media sosial Facebook tangkapan layar media nasional Merdeka.com bahwa ekonomi Indonesia akan meroket jika Jokowi 3 periode.