PSI Minta Anies Bangun 4.000 Unit Rusun Nelayan di Lahan Reklamasi Ancol Pemprov DKI Laksanakan Upacara di Pulau Reklamasi. Foto: Merahputih.com / Rizki Fitrianto

MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan telah mengizinkan reklamasi untuk perluasan kawasan Taman Impian Jaya Ancol 120 hektar (ha) dan Dunia Fantasi (Dufan) seluas 35 ha.

Langkah Anies tertuang pada Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 237 Tahun 2020. Dalam keputusan tersebut, PT Pembangunan Jaya Ancol sebagai developer harus menyerahkan kontribusi berupa lahan seluas 6 hektar.

Baca Juga

Fraksi PDIP Sebut Anies Ingkar Janji Izinkan Reklamasi di Ancol

Anggota DPRD DKI Fraksi PSI, Justin Adrian Untayana mendesak Gubernur Anies agar menggunakan lahan tersebut untuk membangun rumah susun (rusun) nelayan.

"Warga nelayan adalah kelompok yang paling rentan terkena imbas dari proyek reklamasi ini. Di Jakarta Utara, bisa dilihat sendiri ada ribuan warga hidup di rumah yang tidak layak, di lingkungan yang tidak sehat, dan selalu terancam banjir. Gubernur Anies bisa memanfaatkan proyek reklamasi untuk atasi masalah ini," kata Justin di Jakarta, Senin (29/6).

Kegiatan reklamasi di kawasan Pantai Ancol, Teluk Jakarta, Jakarta Utara, Selasa (1/12). (Foto: MP/Fachruddin Chalik)
Kegiatan reklamasi di kawasan Pantai Ancol, Teluk Jakarta, Jakarta Utara, Selasa (1/12). (Foto: MP/Fachruddin Chalik)

Menurut Justin, lahan 6 ha tersebut bisa digunakan untuk membangun rusun nelayan sekurangnya 4.000 unit, dengan asumsi dibangun tower setinggi 16 lantai dan luas tiap unit 50 meter persegi. Tidak hanya hunian, lahan tersebut juga bisa digunakan untuk membangun kawasan terpadu yang di dalamnya terdapat pasar, sekolah, dan puskesmas.

"Pemprov DKI harus kreatif mencari sumber pembiayaan lain agar pembangunan rusun nelayan tidak membebani APBD. Anies bisa memerintahkan agar pihak developer menanggung biaya pembangunan rusun nelayan. Hal ini dimungkinan dengan adanya klausul ‘kontribusi tambahan’ yang terdapat pada Kepgub 237/2020 diktum keempat huruf b angka 3,” ungkapnya.

Justin menjelaskan, penggunaan klausul kontribusi tambahan sepenuhnya merupakan diskresi Anies. Oleh karena itu, Anies sebaiknya menggunakan hak diskresi ini untuk memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi rakyat.

“Dengan adanya hak diskresi, maka hanya butuh political will dari Gubernur Anies. Ini sesederhana Gubernur tinggal kasih perintah saja. Jika Gubernur benar-benar peduli dengan kualitas hidup warganya, maka dalam waktu dekat akan segera terwujud rusun untuk nelayan," jelasnya.

Baca Juga

Bersyukur Menangi Sengketa Reklamasi Pulau H, Anies: Sudah Benar Berarti Kita

Tapi, kata dia, bila Gubernur Anies tidak ada niat membantu masyarakat, maka segera menjelaskan ke publik mengenai manfaat proyek reklamasi ini bagi rakyat kecil. (Asp)

Penulis : Andika Pratama Andika Pratama
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Anies 'Diserang' Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI, NasDem: Terlihat Kelas Dia Lah
Indonesia
Anies 'Diserang' Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI, NasDem: Terlihat Kelas Dia Lah

Perpanjangan PSBB tentu telah melalui proses pendalaman yang matang

Jokowi Minta Tenaga Medis Diberikan Perlindungan Maksimal
Indonesia
Jokowi Minta Tenaga Medis Diberikan Perlindungan Maksimal

Presiden juga meminta jajarannya memastikan ketersediaan alat pelindung diri (APD)

Keluarga Besar Denjaka TNI-AL Dapat Bantuan 300 Alat Tes Cepat COVID-19
Indonesia
Keluarga Besar Denjaka TNI-AL Dapat Bantuan 300 Alat Tes Cepat COVID-19

Alat tes cepat juga dapat disalurkan Denjaka untuk membantu masyarakat sekitar lingkungan

KBM: Rakernas Momentum Solidkan Kader PDIP
Indonesia
KBM: Rakernas Momentum Solidkan Kader PDIP

"Harapannya rakernas ini bisa mensolidkan kita lagi untuk partai ini supaya bisa bersatu membangun bangsa ini dengan baik," kata Wakil Ketua Umum (Waketum) Komunitas Banteng Muda (KBM)

Geger Gugatan Warisan Anak dari Pendiri Sinar Mas
Indonesia
Geger Gugatan Warisan Anak dari Pendiri Sinar Mas

"Jadi pada dasarnya Sinar Mas tidak ada sangkut pautnya dalam persoalan keluarga Bapak Eka TjiptaWidjaja dalam kasus gugatan ini," ujar Managing Director Sinar Mas Gandi Sulistiyanto..

[HOAKS atau FAKTA]: Kader PDIP Dewi Tanjung Meninggal Dunia
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Kader PDIP Dewi Tanjung Meninggal Dunia

Viral kabar duka di media sosial Facebook bahwa kader PDI Perjuangan Dewi Tanjung meninggal dunia.

 Daftar Pilwakot Solo di DPD PDIP Jateng, Relawan Sambut Gibran Dengan Barongsai
Indonesia
Daftar Pilwakot Solo di DPD PDIP Jateng, Relawan Sambut Gibran Dengan Barongsai

Kuat Hermawan Santoso, mengatakan selama di DPD PDIP Jawa Tengah, Gibran akan disambut oleh kesenian tarian Topeng Hitam, Barongsai, dan angklung oleh relawan dari warga Solo yang tinggal di Semarang.

Usai Demo UU Cipta Kerja, PKL Malioboro Meliburkan Diri
Indonesia
Usai Demo UU Cipta Kerja, PKL Malioboro Meliburkan Diri

Sehari usai demo menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja, sebagian besar PKL dan pedagang toko di sepanjang kawasan Malioboro tutup.

 Dua Anak Terpapar COVID-19, Tertular Jamaah Masjid di Joyontakan Solo
Indonesia
Dua Anak Terpapar COVID-19, Tertular Jamaah Masjid di Joyontakan Solo

"Kedua anak ini diketahui cucu dari pasien yang kemarin dinyatakan positif. Hasil penelusuran kedua anak ini ternyata kerap dititipkan ke rumah saudaranya wilayah Kabupaten Sukoharjo dan Solo," kata dia.

Ketua DPR Tuntut Negara Hadir Lindungi Rakyat dari Ancaman Corona
Indonesia
Ketua DPR Tuntut Negara Hadir Lindungi Rakyat dari Ancaman Corona

DPR mendukung sistem penanggulangan covid–19 dengan menerapkan isolasi terbatas