PSI Kritik Anies soal Penanganan Banjir Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Foto: MP/Asropih)

MerahPutih.com - Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta memberi catatan buruk kinerja Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memimpin ibu kota selama 3 tahun. Program yang dikomentari terkait naturalisasi sungai dalam menangani banjir di Jakarta.

Ketua Fraksi PSI DPRD DKI, Idris Ahmad menyampaikan, hingga kini program yang diunggulkan Anies belum terlihat nyata membantu mengatasi banjir Jakarta. Ia pun menilai program tersebut sampai saat ini belum berjalan.

Padahal pada saat kampanye Pilkada DKI 2017 lalu, Anies menggaungkan gagasan naturalisasi yang dianggap sebagai solusi ideal untuk menyelesaikan masalah banjir.

Baca Juga

Komisi D Panggil Pengembang Perumahan Melati Terkait Longsor di Ciganjur

"Bisa dikatakan bahwa progres naturalisasi sungai masih 0 persen," ungkap Idris di Jakarta, Jumat (16/10).

Idris juga mengomentari Gubernur Anies mengenai pembohongan publik. Sebab ada perbedaan konsep program naturalisasi sungai dengan kenyataan yang ada di lapangan.

Misalnya yang terbaru saat rapat pembahasan penanganan banjir bersama Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil pada 7 Juli 2020 lalu, Anies menjelaskan program naturalisasi berarti mengganti dinding sungai dari beton menjadi kawasan hijau untuk melindungi ekosistem.

Kemudian di akun instagram Anies pada 26 September 2020 lalu, ia memamerkan hasil naturalisasi sungai di Kanal Banjir Barat (KBB) segmen Sudirman-Karet. Namun, royek ini berbeda dengan konsep yang dipaparkan oleh Gubernur Anies.

"Proyek di KBB tersebut berupa perkerasan beton untuk tempat nongkrong dan spot selfie. Sama sekali tidak ditemukan aspek pencegahan banjir dan perlindungan ekosistem di situ," tuturnya.

Baca Juga

UU Cipta Kerja Masukan Amdal Bagian Izin Usaha

Anggota Komisi E DPRD berharap agar Gubernur Anies untuk bersikap jujur dalam menyampaikan informasi kepada publik. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Selama PSBB Jilid II Pemprov DKI Tutup 23 Perusahaan
Indonesia
Selama PSBB Jilid II Pemprov DKI Tutup 23 Perusahaan

14 perusahaan ditutup karena ada sejumlah pegawai terpapar virus corona

Praktisi Hukum: Gegara Banjir, Anies Bisa Dimakzulkan
Indonesia
Praktisi Hukum: Gegara Banjir, Anies Bisa Dimakzulkan

Banjir yang melanda Ibukota Jakarta pada malam Tahun Baru 2019-2020, bisa jadi akan menjadi puncak kemarahan publik bagi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Tangkap Editor Mongabay, Imigrasi Palangkaraya Langgar Kebebasan Pers
Indonesia
Tangkap Editor Mongabay, Imigrasi Palangkaraya Langgar Kebebasan Pers

Philip tiba di Palangkaraya pada 14 Desember 2019 untuk menghadiri pertemuan dengan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN).

PDIP Kembali Bahas Calon Kepala Daerah Sejumlah Wilayah Pekan Depan
Indonesia
PDIP Kembali Bahas Calon Kepala Daerah Sejumlah Wilayah Pekan Depan

DPP PDI Perjuangan akan melanjutkan rapat untuk membahas dan memutuskan sejumlah nama calon kepala daerah yang akan diusung di Pilkada Serentak 2020.

Munas III Partai Hanura Dipastikan Tanpa Wiranto
Indonesia
Munas III Partai Hanura Dipastikan Tanpa Wiranto

Hanura baru akan mengundang pihak luar pada kegiatan ulang tahun partai di Januari 2020

Kejagung Periksa Pemilik Koperasi Nusantara Terkait Kasus Djoko Tjandra
Indonesia
Kejagung Periksa Pemilik Koperasi Nusantara Terkait Kasus Djoko Tjandra

Bagaimana teknis dan caranya serta maksud dan tujuan pemberian tersebut

Gubernur Kepri Dikarantina, Istana Yakin Pelantikan Sesuai Protokol
Indonesia
Gubernur Kepri Dikarantina, Istana Yakin Pelantikan Sesuai Protokol

"Saat pelantikan, kami tidak banyak mengundang para pejabat dan hanya dihadiri oleh keluarga dan pejabat tertentu," sebut Heru.

Ratusan WNA Terinfeksi Corona di Indonesia, 26 Meninggal Dunia
Indonesia
Ratusan WNA Terinfeksi Corona di Indonesia, 26 Meninggal Dunia

Sebanyak 26 warga negara asing (WNA) meninggal dunia di Indonesia karena terinfeksi virus corona.

Warga Priok Ultimatum Menteri Yasonna
Indonesia
Warga Priok Ultimatum Menteri Yasonna

"Ini bentuk pelecehan sosial, ini bentuk penyudutan pada otak kita. Jadi pak menteri harus berpikir warga priok sakit hati," ujar orator

Pekan Depan Polisi Pasang Kamera e-TLE di JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang
Indonesia
Pekan Depan Polisi Pasang Kamera e-TLE di JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang

Polisi akan segera memasang kamera ETLE permanen di kedua arah JLNT tersebut