PSI Gulirkan Hak Interpelasi, NasDem DKI: Bukan Anies yang Salah Tapi Rizieq Shihab Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memenuhi panggilan Polda Metro Jaya, Selasa (17/11). ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat

MerahPutih.com - Fraksi Nasdem DPRD DKI Jakarta tak sejalan dengan PSI yang mau menggulirkan hak Interpelasi meminta keterangan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan terkait pembiaran kerumunan kegiatan Maulid Nabi dan resepsi pernikahan putri Imam Besar FPI, Rizieq Shihab.

"Tidak (mau gulirkan hak interplasi)," ujar Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI, Wibi Andrino saat dikonfirmasi, Selasa (17/11).

Menurut Wibi, dalam kasus pelanggaran protokol kesehatan di Pertamburan, Gubernur Anies tak bersalah. Sebab DKI sudah melakukan imbauan, dan bahkan memberikan sanksi denda administrasi kepada Rizieq sebesar Rp50 juta.

Baca Juga

Anies Dinilai Bahayakan Nyawa Warga DKI, PSI Gulirkan Hak Interpelasi

"Kami memandang bahwa pak gubernur sudah menjalankan apa yang dia tulis dalam pergub, sudah mengimbau, sudah melakukan denda, jadi mau apa lagi," papar dia.

Anggota Komisi A ini menilai, bila Gubernur Anies sudah bekerja dengan baik dengan memberikan imbauan keramaian dan telah menerjunkan anak buahnya untuk memantau protokol kesehatan di acara tersebut.

Menurut dia, yang menjadi persoalan dalam kasus ini ialah Rizieq Shihab yang sudah mengundang kerumunan dengan menggelar kegiatan tersebut.

"Pak Anies kan juga punya aparatur perangkat daerah yang bekerja di bawahnya, sudah ada satpol PP, wali kota jakarta pusat, bagian-bagian itu sudah bekerja, agar acara itu tidak melanggar protokol," jelasnya.

Ia pun mempertanyakan Fraksi PSI yang berniat menggunakan hak interplasi untuk memintai keterangan Anies terkait pelanggaran protokol ini. Sebab Anies tidak bersalah dalam kegiatan Rizieq Shihab ini.

"Terus mau penjelasan apa lagi ke Pak Gubernur? Saya rasa sudah clear, di sini kita objektif aja," paparnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI, Gembong Warsono mengaku pihaknya belum berencana menggulirkan hak interplasi terhadap Anies untuk menjelaskan pelanggaran protokol kesehatan di Pertamburan.

Alasan Gembong tak memikirkan hal itu, karena saat ini pihaknya tengah fokua membahas Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Tahun Anggaran 2021.

"Belum (ada niat gulirkan hak interplasi), kita belum karena kita masih fokus pada pembahasan apbd 2021 jadi kita belum sampai ke tahapan itu," terangnya.

Baca Juga

Pakai Baju Dinas, Anies Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya

Menurut Gembong, hal itu boleh saja dilakukan Fraksi PSI, karena sikap politik PSI dalam memandang kasus ini.

"Itu kan soal sikap politik itu, kemudian kita sekarang lagi fokus bekerja pembahasan apbd 2021 intinya itu," tutupnya. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 Larangan Mudik Kurang Ampuh, Ratusan Kendaraan Masih Berupaya Keluar dari Jabodetabek
Indonesia
Larangan Mudik Kurang Ampuh, Ratusan Kendaraan Masih Berupaya Keluar dari Jabodetabek

"Itu termasuk kendaraan mobil pribadi, kendaraan umum dan sepeda motor yang diputarbalikkan di jalan arteri," kata Sambodo saat dikonfirmasi, Rabu (13/5).

 Yurianto Sebut 446 Pasien Sembuh dari COVID-19
Indonesia
Yurianto Sebut 446 Pasien Sembuh dari COVID-19

Yuri menjelaskan, jumlah pasien sembuh tersebar di 28 provinsi di Indonesia. DKI Jakarta menyumbang pasien sembuh terbanyak, yakni 164 orang

Menkeu Siapkan Asuransi Tenaga Medis COVID-19 Sampai Rp6,1 Triliun
Indonesia
Menkeu Siapkan Asuransi Tenaga Medis COVID-19 Sampai Rp6,1 Triliun

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengalokasikan anggaran sebesar Rp6,1 triliun dalam bentuk asuransi dan santunan untuk tenaga medis.

Picu Kerumunan Orang di Angkutan Umum, Alasan Polisi Belum Berlakukan Gage
Indonesia
Picu Kerumunan Orang di Angkutan Umum, Alasan Polisi Belum Berlakukan Gage

"Itu belum mampu untuk menampung shifting dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum jika dilakukan pembatasan lalu lintas dengan ganjil genap," ujar Nana

Alasan Sejumlah Jamaah Tetap Ngeyel Datangi Masjid Istiqlal untuk Jumatan
Indonesia
Disiplin Berlalu Lintas di Kawasan Tilang Elektronik Meningkat
Indonesia
Disiplin Berlalu Lintas di Kawasan Tilang Elektronik Meningkat

hal ini menunjukkan bahwa kamera ETLE sangat efektif

Asosiasi Penyelenggara Haji Sebut Pembatalan Pelaksanaan Haji 2020 Tepat
Indonesia
Asosiasi Penyelenggara Haji Sebut Pembatalan Pelaksanaan Haji 2020 Tepat

Keselamatan jemaah haji tahun ini harus lebih diutamakan.

Artis Nanie Darham Akui Impor Puluhan Gram Kokain dari Luar Negeri
Indonesia
Artis Nanie Darham Akui Impor Puluhan Gram Kokain dari Luar Negeri

Pengacara tersebut bernama William Soerjonegoro

Datangnya Vaksin tak Berarti Pandemi COVID-19 Berakhir
Indonesia
Datangnya Vaksin tak Berarti Pandemi COVID-19 Berakhir

“Tapi ingat, vaksin bukan solusi total untuk menghilangkan virus. Datangnya vaksin COVID-19 bukan berarti pandemi langsung berakhir. Jadi, tetap terapkan disiplin protokol kesehatan 3M. Lindungi diri dan orang lain,” pungkas dr.Reisa.