PSI Desak Pemprov DKI Segera Lakukan Rapid Test Massal COVID-19 Ilustrasi Virus Corona. FOTO/iStockphoto

MerahPutih.com - Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta mendesak Pemprov DKI untuk segera melakukan tes Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) atau tes swab secara massal guna mendeteksi penularan virus corona.

Sebab kasus penyebaran COVID-19 ini terus meningkat setiap harinya di Jakarta. Hingga Selasa (24/3) kemarin sejumlah kasus positif mencapai 427 orang dan 32 meninggal dunia.

Baca Juga

Anggota DPR Ditantang Sisihkan Dana Reses untuk Bantu Korban COVID-19

"Kondisi penyebaran corona di Jakarta sudah sangat serius. Fraksi PSI minta segera dilakukan, setiap hari sangat berharga. Kita harus terbuka kepada publik, ini sudah seperti situasi perang," ucap anggota DPRD Fraksi PSI, Anggara Wicitra Sastroamidjojo di Jakarta, Kamis (25/3).

Total jumlah Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) DKI telah mencapai 2.530 orang. Namun demikian, Anggara menekankan, angka tersebut bisa jadi tidak mencerminkan jumlah yang sebenarnya.

Anggara Wicitra Sastroamidjojo
Anggara Wicitra Sastroamidjojo

"Dalam situasi perang, hal utama adalah memiliki gambaran yang lengkap dan utuh mengenai musuh yang akan dihadapi. Sayangnya, saat ini wabah sudah menyebar luas, sehingga sangat sulit untuk melakukan tracing kepada semua orang yang potensial terkena virus," jelas Anggara.

Dinas Kesehatan telah mendapatkan alat rapid test dari pemerintah pusat sebanyak 100.000 unit. Namun, Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium Indonesia (PDS PatKLIn) menyatakan metode rapid test yang menggunakan serum atau darah sebagai spesimen memiliki tingkat akurasi rendah.

Kementerian Kesehatan pun menyatakan hasil positif yang didapatkan dari rapid test akan diperiksa ulang menggunakan RT-PCR.

“Kalau keadaannya begitu, penggunaan rapid test justru bisa merugikan Pemprov DKI karena harus kerja dua kali. Rugi biaya, tenaga, apalagi waktu. Waktu sangat berharga. Saya minta Pemprov DKI tingkatkan kapasitas Labkesda untuk tes PCR lebih masif" jelas Anggara.

Baca Juga

Pemprov DKI Siapkan Skenario Penanganan Jika Pasien COVID-19 Melonjak

WHO (World Health Organization) merekomendasikan tes RT-PCR untuk mendeteksi virus corona karena memiliki akurasi paling tinggi. Kementerian Kesehatan sudah memberikan izin kepada Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) DKI untuk melakukan tes corona berbasis RT-PCR, namun kemampuannya hanya sekitar 500 orang per hari.

"Untuk tahap awal setidaknya Pemprov DKI harus melakukan tes sekitar 40.000 orang, atau paling minimal 10.000 per hari. Jumlah tes sebanyak itu agar bisa segera mendapatkan pola penyebaran virus dan melakukan isolasi," tutupnya. (Asp)

Kredit : asropih


Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH