PSI Desak Adamas Belva Enggak 'Standar Ganda', Pilih Ruangguru atau Stafsus Stafsus Presiden Adamas Belva Syah Devara saat memberikan paparan peran generasi milenial melawan COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta, Senin (23/3). (ANTARA/Muhammad Zulfikar)

Merahputih.com - Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek Prayudi mendesak Adamas Belva Syah Devara menentukan sikap apakah menjadi CEO Ruangguru atau tetap membantu Presiden Joko Widodo sebagai Staf Khusus Presiden.

Hal ini karena Skill Academy yang dikelola Adamas ditunjuk oleh Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk menjalankan program sertifikasi pelatihan kerja berbasis online untuk mendapatkan kartu Pra-Kerja.

Baca Juga:

Tertib, Ratusan Ojol Antre Semprotan Disinfektan Gratis di Pinggir Jalan

"Kalau bisa dibatalin, maka sang CEO Ruangguru mundur dari Stafsus atau sebaliknya, si stafsus mundur dari Ruangguru,” kata pria yang karib disapa Uki dalam keteranganya, Rabu (15/4).

Menurut Uki, penyaluran program kerja pemerintah ke perusahaan-perusahaan milik para Stafsus Presiden itu justru rentan menimbulkan konflik.

“Membiasakan conflict of interest bukan adab yang baik dalam berdemokrasi,” tuturnya.

Presiden Jokowi berfoto bersama 7 SKP dari kalangan millenial, yang diperkenalkannya di Verranda Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (21/11) sore. (Foto: JAY/Humas)
Presiden Jokowi berfoto bersama 7 SKP dari kalangan millenial, yang diperkenalkannya di Verranda Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (21/11) sore. (Foto: JAY/Humas)

Hal ini disampaikan Uki untuk menyinggung soal kebijakan pemerintah yang melibatkan perusahaan pribadi Staf Khusus Presiden yakni Ruangguru dengan platform unitnya yakni Skill Academy.

Senggolan terhadap kiprah dan ruang gerak para Stafsus Milenial Presiden itu senter terjadi semenjak CEO PT Amartha Mikro Fintek, Andi Taufan Garuda Putra mengeluarkan surat kepada para Camat di seluruh Indonesia, agar mau membantu program Relawan Desa Lawan Covid-19 yang mana melibatkan timnya di Amartha.

Baca Juga:

RSUD dr Moewardi Rawat 3 Pasien Positif COVID-19, Pinsar Kirim 2000 Telur Ayam

Uki juga meminta Andi Taufan, mundur dari jabatannya sebagai Staf Khusus Presiden.

“Kekeliruan yang telah mas (Andi Taufan) buat itu berakibat sangat fatal bagi tumbuhkembang demokrasi di Indonesia. Conflict of interest adalah cikal bakal nepotisme. Pelajaran juga untuk kita semua,” kata Uki. (Knu)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH