PSBB Total DKI Jakarta Masih Belum Disepakati Pusat Ketua Satgas COVID Doni Monardo. (Foto: BNPB).

MerahPutih.com - Keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan soal penerapan PSBB total, Senin (14/9) seolah masih mengalami tarik ulur dengan pusat. Sebab, sampai saat ini masih berlangsung rapat antara Pemprov DKI dan Satuan Tugas Penangaan COVID-19 yang membahas penerapan PSBB total.

Rencananya, pada Minggu (12/9), keputusan akhir akan diumumkan pemerintah pada masyarakat. "Malam ini sampai besok pagi, sehingga pengumuman yang disampaikan ke masyarakat ada sebuah kepastian, harmonisasi antara kepentingan pusat dan daerah," kata Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo.

Terkait RS di Jakarta yang penuh, Doni mengatakan, Jakarta hanya memiliki 67 RS rujukan Corona dengan ruang ICU memiliki jumlah bed yang berbeda.

Baca Juga:

Satpol PP Jakarta Bakal Perketat Pengawasan Saat PSBB Total

"Di sini kita lihat datanya rata-rata yang 100% rumah sakit itu mereka yang bednya tidak lebih dari 10 bed. Sementara yang sudah di atas 10 bed, itu masih banyak yang belum mencapai 100%," katanya.

Ia menegaskan, jika bilamana ada pasien yang hampir sembuh dari Corona, agar RS tidak penuh, maka bisa dipindahkan ke RS Darurat Corona di Wisma Atlet Kemayoran dengan dikonsultasikan dengan pengelola RS Darurat Corona Wisma Atlet.

Wisma Atlet
Wisma Atlet. (Foto: Antara)

"Para direktur RS ketika menilai ada pasien yang menjelang sembuh dan ada pasien yang butuh perawatan segera, maka pasien yang jelang sembuh bisa dikonsultasikan tim puskes TNI yang kelola RS Darurat Wisma Atlet untuk dialihkan," jelas Doni.

Data hingga Sabtu pukul 12.00 WIB, ada penambahan 3.806 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir. Penambahan itu menyebabkan jumlah kasus Covid-19 di Indonesia kini mencapai 214.746 orang, terhitung sejak kasus pertama pada 2 Maret 2020.

Nah, Doni menambahkan, detail keputusan rapat antara Pemprov DKI dan Satgas Penanganan Covid-19 soal PSBB total di Jakarta akan diumunkan besok. "Untuk PSBB yang sudah disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta, secara resmi besok akan disampaikan kepada media sekitar pukul 13.00 WIB," kata Doni. (Asp)

Baca Juga:

Beda Kelemahan Vaksin Astra Zenica dan Vaksin Sinovac Bandung

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Banyaknya Pasien Meninggal Jawaban untuk Orang yang Meremehkan COVID-19
Indonesia
Banyaknya Pasien Meninggal Jawaban untuk Orang yang Meremehkan COVID-19

Peneliti utama vaksin COVID-19 Profesor Kusnandi Rusmil menanggapi pandangan beberapa orang yang meremehkan penyakit yang disebabkan SARS CoV-2 virus penyebab COVID-19.

3 Hal Langka Ini akan Terjadi di Yogyakarta Saat Equinox
Indonesia
3 Hal Langka Ini akan Terjadi di Yogyakarta Saat Equinox

Fenomena Equinox akan terjadi di Kota Yogyakarta, Rabu (23/9).

Ini Jejak Hitam Russ Medlin, Buronan Kelas Kakap FBI yang Ditangkap di Jakarta
Indonesia
Ini Jejak Hitam Russ Medlin, Buronan Kelas Kakap FBI yang Ditangkap di Jakarta

Russ ternyata pelaku pencabulan terhadap anak di bawah umur selama tinggal di Indonesia.

Polisi bakal Cecar IDI dan Ahli Bahasa soal Klaim 'Obat' Corona Hadi Pranoto
Indonesia
Polisi bakal Cecar IDI dan Ahli Bahasa soal Klaim 'Obat' Corona Hadi Pranoto

Polisi akan coba mengundang dan mengklarifikasi dua saksi yang diajukan oleh Muannas tersebut.

Menpan-RB Tjahjo Kumolo Puji Langkah Anies soal Penanganan Virus Corona
Indonesia
Menpan-RB Tjahjo Kumolo Puji Langkah Anies soal Penanganan Virus Corona

Tjahjo Kumolo mengapresiasi langkah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan soal penanganan virus corona.

 Kesadaran Bersama Menyikapi Penyebaran COVID-19
Indonesia
Kesadaran Bersama Menyikapi Penyebaran COVID-19

“Apalagi, kalau ini terjadi di desa-desa, di daerah-daerah. Jakarta sekarang saja sudah kewalahan, apalagi kalau di kabupaten-kabupaten yang tenaga medisnya sangat terbatas,” kata Imam.

Warga tak Disiplin PSBB, Anies: Makin Lama Ini Selesai
Indonesia
Warga tak Disiplin PSBB, Anies: Makin Lama Ini Selesai

Warga diminta patuhi aturan pemerintah

Pertama Kali dalam Sejarah, Selama Ramadan tak Ada Tarawih di Masjid Al Aqsa
Dunia
Pertama Kali dalam Sejarah, Selama Ramadan tak Ada Tarawih di Masjid Al Aqsa

Keputusan ini diambil demi mencegah penularan virus corona yang lebih parah.

 Pakar Hukum Nilai Kasus Wahyu KPU Bukan Penyuapan Tapi Penipuan
Indonesia
Pakar Hukum Nilai Kasus Wahyu KPU Bukan Penyuapan Tapi Penipuan

"Saya melihat ini lebih kepada penipuan, ada pihak yang mengiming-imingi Harun Masiku dengan permintaan uang tertentu agar menjadi anggota DPR. Tapi nyatanya sampai hari ini keputusan tidak berubah," terang dia

Soal UU Cipta Kerja, Menkopolhukam Sebut Lebih Banyak Beredar Kabar Tidak Benar
Indonesia
Soal UU Cipta Kerja, Menkopolhukam Sebut Lebih Banyak Beredar Kabar Tidak Benar

Aksi demonstrasi menolak Omnibus Law Undang-Undang (UU) Cipta Kerja berujung bentrok dan kerusuhan di sejumlah daerah di Indonesia.