PSBB Tangerang Raya Kembali Diperpanjang Petugas memeriksa pengendara saat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di jalan M.H Thamrin, Cikokol, Kota Tangerang, Banten. (MP/Rizki Fitriyanto)

MerahPutih.com - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Tangerang Raya kembali diperpanjang. Keputusan ini disampaikan Gubernur Banten Wahidin Halim.

Politisi Partai Demokrat itu menjelaskan perpanjangan PSSB di Wilayah Tangerang Raya meliputi Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan agar masyarakat Banten sadar protokol kesehatan.

Baca Juga

Update COVID-19 Sabtu (25/7): 97.286 Positif, 55.354 Sembuh

"Jangan sampai diberikan kelonggaran menjadi pelanggaran," kata Wahidin di Serang, Banten, Sabtu (25/7)

Menurut Wahidin, jika PSBB diperpanjang harus mempertimbangkan aspirasi masyarakat. Demikian pula terhadap penegakan hukumnya.

Meski kesadaran masyarakat sudah cukup tinggi, kata dia, tapi ada juga kelompok atau beberapa orang yang belum sadar sehingga harus menjadi perhatian.

"Silakan bapak-bapak mempertimbangkan kembali. Kita perpanjang dengan beberapa tekanan atau catatan. Kita perpanjang dengan beberapa pengecualian, atau kita cabut perpanjangan. Tergantung keyakinan kita," ujarnya dilansir Antara

Relawan PMI Kota Tangerang mengerahkan kendaraan taktis gunner sprayer untuk menyemprotkan cairan disinfektan ke jalan protokol di Kota Tangerang, Banten dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19. (Antara/HO/Humas PMI Kota Tangerang)
Relawan PMI Kota Tangerang mengerahkan kendaraan taktis gunner sprayer untuk menyemprotkan cairan disinfektan ke jalan protokol di Kota Tangerang, Banten dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19. (Antara/HO/Humas PMI Kota Tangerang)

Dalam kesempatan itu, Gubernur Banten juga menekankan perlunya perlakuan karantina dan skrinning COVID-19 penduduk yang datang dari luar Provinsi Banten untuk mencegah munculnya klaster baru.

Sementara itu Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengatakan, dari data yang telah dipaparkan Dinas Kesehatan Provinsi Banten, menjadi kabar baik terkait dengan penurunan kasus yang ada. Untuk penyebaran di tingkat nasional Provinsi Banten berada diperingkat 13 setelah pada minggu sebelumnya berada di peringkat ke-12.

Sebelumnya, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar meminta PSBB tetap dilanjutkan dengan adanya pelonggaran-pelonggaran yang diberikan untuk aktivitas masyarakat, tetapi dengan catatan dimana seluruh komponen mematuhi protokol kesehatan secara ketat.

Adapun aspirasi dari masyarakat yakni adanya pelonggaran dalam bidang seni dan budaya untuk kegiatan resepsi, wahana bermain anak, tempat wisata, serta tempat hiburan, dan pembukaan sekolah maupun kampus.

Sementara itu Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan, terkait dengan pelaksanaan PSBB, Kota Tangerang mengikuti arahan dari Pemerintah Provinsi Banten. Kota Tangerang telah melakukan pengawasan ketat, memberikan izin operasional rumah ibadah yang telah menerapkan protokol kesehatan.

Baca Juga

Update COVID-19 DKI Sabtu (25/7): 18.623 Orang Positif, 11.725 Pasien Sembuh

Selanjutnya, mengizinkan mall atau pusat perbelanjaan, restoran, cafe yang sudah menerapkan protokol kesehatan untuk kembali beroperasi.

Sedangkan Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany mengatakan, perpanjangan PSBB dengan fokus tehadap kedisiplinan masyarakat, Tangerang Selatan. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Update Corona DKI Jumat (22/5): 6.316 Positif, 1.558 Orang Sembuh
Indonesia
Update Corona DKI Jumat (22/5): 6.316 Positif, 1.558 Orang Sembuh

Kasus sembuh bertambah 22 orang dari hari kemarin yang berjumlah 1.536 jiwa.

Protokol Kesehatan Dilanggar, Mahfud MD Bakal Kumpulkan Kepala Daerah
Indonesia
Protokol Kesehatan Dilanggar, Mahfud MD Bakal Kumpulkan Kepala Daerah

Penerapan inpres akan berbeda di setiap daerah. Serta dilakukan sesuai dengan masing-masing zona daerah.

Waspada Virus Corona, Vietnam Awasi Ribuan Pekerja Tiongkok
Indonesia
Waspada Virus Corona, Vietnam Awasi Ribuan Pekerja Tiongkok

Ribuan pekerja tersebut kembali ke Vietnam setelah liburan Tahun Baru Imlek.

Kasus DBD Terus Meningkat di Jaksel, Sudin: Jangan Dianggap Demam Biasa
Indonesia
Kasus DBD Terus Meningkat di Jaksel, Sudin: Jangan Dianggap Demam Biasa

Peningkatan kasus ini terjadi seiring puncak musim hujan di DKI Jakarta

Ilmuwan Ungkap Kenapa Virus Corona Sangat Mudah Menyebar
Indonesia
Ilmuwan Ungkap Kenapa Virus Corona Sangat Mudah Menyebar

Para ilmuwan tersebut mempelajari kain penyeka hidung dan tenggorokan dari 18 pasien yang terinfeksi virus corona baru.

Sedang Diperiksa Polisi, Gula Darah Hadi Pranoto Tiba-Tiba Meninggi
Indonesia
Sedang Diperiksa Polisi, Gula Darah Hadi Pranoto Tiba-Tiba Meninggi

Hadi diperiksa pada Rabu (23/9) dari pukul 12.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB

RSUD Dr Soetomo Kebakaran, Pasien Dievakuasi
Indonesia
RSUD Dr Soetomo Kebakaran, Pasien Dievakuasi

Basement Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo dilalap si jago merah, Senin (14/9) sore.

KPK Mulai Usut Dugaan Korupsi Cakada di NTB
Indonesia
KPK Mulai Usut Dugaan Korupsi Cakada di NTB

KPK bakal mengawasi jalannya proses Pilkada agar tidak ternodai oleh praktik rasuah, termasuk di Nusa Tenggara Barat (NTB).

PUPR Ajukan Tambahan Rp1,5 Triliun Buat Ganti Rugi Lumpur Lapindo
Indonesia
PUPR Ajukan Tambahan Rp1,5 Triliun Buat Ganti Rugi Lumpur Lapindo

Pengajuan anggaran sebesar Rp1,5 triliun itu sesuai dalam kesimpulan rapat kerja Kementerian PUPR dan Komisi V DPR pada 15 September 2020 lalu.

Pesantren di Jawa Barat Mulai Dibuka, Ridwan Kamil: Hasil Musyawarah dengan Ulama
Indonesia
Pesantren di Jawa Barat Mulai Dibuka, Ridwan Kamil: Hasil Musyawarah dengan Ulama

Pesantren diizinkan untuk beroperasi terlebih dahulu dari sekolah umum karena kurikulum yang digunakan tidak sama dengan sekolah umum.