PSBB Segera Berakhir, Pemprov DKI Godok Peraturan Pembukaan Tempat Hiburan Pengunjung beraktivitas di kawasan Kota Tua, Jakarta, Minggu (17/5/2020). Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww.

MerahPutih.com - Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Cucu Ahmad Kurnia belum bisa memastikan kapan tempat hiburan di ibu kota beroperasi kembali setelah masa PSBB selesai pada Kamis (4/6)

Sebab, Cucu melanjutkan, kapan waktu pembukaan tempat hiburan malam itu merupakan kewenangan penuh dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi DKI.

Baca Juga

Update Corona DKI Selasa (2/6): 7.459 Positif, 2.405 Orang Sembuh

"Kalau perkiraan, saya belum bisa pastikan, karena tim Gugus Tugas COVID-19 yang punya wewenang untuk menentukan sebuah kegiatan itu aman atau tidak beroperasi lagi," kata Cucu di Jakarta, Rabu (3/6).

Namun ia memastikan, pihak pengelolah tempat hiburan itu akan diperintahkan untuk membatasi pengunjung bila ingin masuk. "Iya pasti dibatasi pengunjungnya," terang dia.

Lebih lanjut, Cucu menerangkan, pihaknya masih menggodok protokol kesehatan pencegahan penyebaran COVID-19 saat nantinya memutuskan untuk membuka kembali tempat hiburan itu.

Menparekraf siapkan protokol normal baru untuk destinasi wisata (Birkom Kemenparekraf)
Menparekraf siapkan protokol normal baru untuk destinasi wisata (Birkom Kemenparekraf)

Ia menjelaskan, penyusunan itu dibahas bersama seluruh pelaku usaha dan Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI.

"Lagi disusun bareng-bareng, dinas pariwisata, pelaku industri, asosiasi dan dinkes untuk prosedur COVID-19 ketika tempat-tempat itu dibuka lagi," ujar Cucu.

Baca Juga

Anies Diminta Gerindra Tak Perpanjang PSBB, Alasannya Bisa Bikin Warga Stres

Ia mengaku akan melakukan pengawasan secara ketat kepada setiap tamu dan karyawan tempat hiburan dan panti pijat. Sehingga, diharapkan tak ada lagi penyebaran virus corona, meski nantinya beroperasi kembali.

"Ya, nantinya apapun yang dilakukan ini harus bisa menekan penyebaran virus. Kaidah physical distancing, higienis, itu yang utama untuk karyawan ataupun tamu. Semuanya harus dipersiapkan secara matang, termasuk physical distancingnya kayak apa di lapangan," tutupnya. (Asp).

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kemenkes Minta Masyarakat Hentikan Pesan Hoaks Lockdown Akhir Pekan di DKI
Indonesia
Kemenkes Minta Masyarakat Hentikan Pesan Hoaks Lockdown Akhir Pekan di DKI

Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, jangan mudah percaya informasi

Hasto Hormati Deklarasi KAMI
Indonesia
Hasto Hormati Deklarasi KAMI

Hasto menegaskan pihaknya juga menghormati hak konstitusi terhadap warga negara yang berserikat dan berkumpul.

Tolak RUU HIP, Massa Ormas Islam Solo Demo di Gladak dan Bakar Bendera PKI
Indonesia
Tolak RUU HIP, Massa Ormas Islam Solo Demo di Gladak dan Bakar Bendera PKI

"Tolak Rancangan Undangan Undang Haluan Ideolagi Pancasila"

Perlu Perubahan Radikal karena Korupsi di Indonesia Masuk Level Akut
Indonesia
Perlu Perubahan Radikal karena Korupsi di Indonesia Masuk Level Akut

Corruption Perception Indeks (CPI) yang dikeluarkan Transparency International menilai Indonesia masih merah dalam indeks persepsi korupsi.

Ini Alasan Wacana Ganjil Genap untuk Motor Mesti Ditolak
Indonesia
Ini Alasan Wacana Ganjil Genap untuk Motor Mesti Ditolak

Tak hanya di kendaraannya, tapi selama perjalanan akan masalah

Di Depan Mahasiswa UI, Kapolri Sindir Pihak yang Belum 'Move On' dari Pilpres
Indonesia
Di Depan Mahasiswa UI, Kapolri Sindir Pihak yang Belum 'Move On' dari Pilpres

Ia mengajak Alumni UI untuk melihat peluang bonus demografi di Indonesia

Indonesia dan Singapura Bahas Aturan Perjalanan Bisnis
Indonesia
Indonesia dan Singapura Bahas Aturan Perjalanan Bisnis

Kedua Menlu juga sepakat menugaskan tim masing-masing untuk memulai negosiasi pada kesempatan pertama.

Hindari Kerumunan, Penerima BST Diminta Datang Sesuai Jadwal
Indonesia
Hindari Kerumunan, Penerima BST Diminta Datang Sesuai Jadwal

Distribusi BST per titik lokasinya maksimal hanya melayani maksimal 500 orang

Ubah Bentuk Bansos Masyarakat Terdampak COVID-19, Jokowi: Lewat Pos atau Bank
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: WHO Nyatakan Pepaya sebagai Buah Paling Bergizi
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: WHO Nyatakan Pepaya sebagai Buah Paling Bergizi

Beredar unggahan di Facebook yang menarasikan bahwa WHO menyatakan pepaya sebagai buah paling bergizi tinggi.