PSBB DKI Harus Linier dengan 'Tetangga', Ketua DPRD: Kalau Enggak Percuma Bos! Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi (MP/Asropih)

Merahputih.com - Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi menyatakan penerapan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta bakal sia-sia jika kebijakannya tidak berada dalam satu garis lurus dengan sejumlah kota penyangga DKI.

"Harus linier ini (PSBB ketat dengan daerah tetangga penyangga Jakarta), kalau enggak percuma bos!," ujar Prasetyo di Jakarta, Jumat (11/9).

Baca Juga:

Ketua DPRD DKI Bilang AC Bisa Jadi Sarana Penyebaran COVID-19

Sehingga, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan diminta untuk segera berkolaborasi dengan daerah penyangga Jakarta dalam kesamaan pandangan terkait PSBB total ini.

"Seluruh upaya dan kebijakan aturan dalam PSBB di DKI Jakarta harus juga dilakukan di daerah penyangga," ucap dia.

Pada Kamis (10/9) kemarin Gubernur Anies melakukan rapat koordinasi dengan daerah penyangga Jakarta melalui siaran virtual atau online.

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi. (Foto: MP/Asropih)
Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi. (Foto: MP/Asropih)

Kepala daerah yang hadir Gubernur Jabar Ridwan Kamil; Sekda Provinsi Banten, Al Muktabar; Wakil Wali Kota Bogor, Dedie Rachim; Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah; Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar.

Kemudian Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rahmi Diany; Wali Kota Bogor, Bima Arya, dan Bupati Bogor, Ade Yasin; Wali Kota Bogor, Bima Arya.

Baca Juga:

Pimpinan DPRD Desak Anies Tunda Pembukaan Bioskop di Jakarta

Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan keputusan Gubernur Anies untuk kembali memberlakukan PSBB ketat di ibu kota dianggap masih belum jelas.

"Dari Jakarta sendiri belum jelas. PSBB total seperti apa? Apakah lockdown total, itu yang belum clear. Masih perlu difinalisasi lagi. Jadi setelah konsepnya jelas baru berkoordinasi lagi," kata Bima Arya. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
1.290.790 Pasien Berhasil Sembuh dari COVID-19
Indonesia
1.290.790 Pasien Berhasil Sembuh dari COVID-19

Jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia pada Minggu (21/3) bertambah 4.396 kasus.

Pembantu Jokowi yang 'Sentil' Demokrat Diminta Jangan Bertindak Seperti Buzzer
Indonesia
Pembantu Jokowi yang 'Sentil' Demokrat Diminta Jangan Bertindak Seperti Buzzer

Pak Wamen memang sedang merangkap jabatan jadi buzzer?

Mendekati Pencoblosan, Gibran Jalani Prosesi Ruwatan
Indonesia
Mendekati Pencoblosan, Gibran Jalani Prosesi Ruwatan

Calon wali kota (cawali) Pilwakot Solo, Gibran Rakabuming Raka jalani prosesi ruwatan.

DKI Belum Bisa Realisasikan Perintah Jokowi Soal Vaksinasi Anak, Apa Alasannya?
Indonesia
DKI Belum Bisa Realisasikan Perintah Jokowi Soal Vaksinasi Anak, Apa Alasannya?

Surat rekomendasi itu dikeluarkan berdasarkan hasil rapat dengan Komite Nasional Penilai Khusus Vaksin COVID-19

Pemkot Surabaya Pantau Tamu Nginap Lebih Dari 3 Hari di Hotel
Indonesia
Pemkot Surabaya Pantau Tamu Nginap Lebih Dari 3 Hari di Hotel

Satgas COVID-19 yang ada di setiap kecamatan agar rutin melakukan Sidak di setiap hotel dan kecamatan yang ada di wilayahnya.

Debat Kedua, Gibran-Teguh dan Bajo Adu Strategi Penanganan COVID-19
Indonesia
Debat Kedua, Gibran-Teguh dan Bajo Adu Strategi Penanganan COVID-19

"Debat berlangsung delapan segmen. Ada sesi tanyajawab antar kedua paslon. Setiap segmen materinya berbeda-beda," kata Nurul

Aktivis Pertanyakan Revolusi Akhlak Rizieq Shihab
Indonesia
Aktivis Pertanyakan Revolusi Akhlak Rizieq Shihab

Pemerintah sepertinya tidak mempersulit proses kepulangan Rizieq

699 Desa di Jatim Diprediksi Alami Kekeringan Kritis
Indonesia
699 Desa di Jatim Diprediksi Alami Kekeringan Kritis

Untuk droping air bersih, pihaknya sudah berkoordinasi dengan PDAM Kabupaten setempat. BPBD Jatim juga menyiapkan peralatan lain untuk mengantisipasi kekeringan.

Dua Pekerja Tewas Tertimpa Runtuhan Proyek Rumah Tua di Bendungan Hilir
Indonesia
Dua Pekerja Tewas Tertimpa Runtuhan Proyek Rumah Tua di Bendungan Hilir

Dua pekerja bangunan tewas akibat tertimpa tembok saat keduanya melakukan renovasi rumah.

Perbolehkan Mudik Lebaran 2021, Pemerintah Menuai Kecaman
Indonesia
Perbolehkan Mudik Lebaran 2021, Pemerintah Menuai Kecaman

Langkah pemerintah mempertimbangkan tak melarang mudik Lebaran 2021 menuai kecaman.