Proyeksi SiLPA Tahun 2019 Diharapkan Pacu Serapan APBD Tahun 2020 Wakil Ketua DPRD DKI Zita Anjani (MP/Asropih)

Merahputih.com - DPRD DKI Jakarta berharap Sisa Lebih Penghitungan Anggaran (SiLPA) APBD DKI tahun anggaran 2019 yang diproyeksikan sebesar Rp5,5 triliun dapat menjadi motivasi agar kegiatan penyerapan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) optimal di 2020.

Wakil Ketua DPRD DKI Zita Anjani mengatakan, ada catatan khusus perihal realisasi penyerapan kegiatan melalui APBD DKI hingga bulan November 2019 baru mencapai di level angka 58 persen secara global.

Baca Juga:

DPRD DKI Kaget Sekolah Pariwisata Anggarkan Laboratorium Fisika dan Kimia

"Tahun ini (2019) karena ada tahun politik, penyerapan kita masih di angka 57-58 persen padahal targetnya 90 persen penyerapan. Mudah-mudahan di tahun depan tidak ada tahun politik, agenda ekonomi kita mudah-mudahan naik juga, dan pertumbuhan ekonomi naik juga," papar Zita, Jumat (13/12).

Meski demikian, Zita menilai bahwa Pemprov DKI memiliki tekad yang kuat untuk berkontribusi menghadirkan program-program unggulan melalui Kegiatan Strategis Daerah (KSD) yang terus konsisten mengacu kepada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DKI Jakarta 2017-2022 Gubernur Anies Baswedan.

Hal ini tampak dari pesatnya eksekusi pembangunan infrastruktur yang melekat dalam perencanaan program kegiatan belanja langsung eksekutif mitra kerja kepada program-program yang bersentuhan langsung kepada masyarakat.

"Mudah-mudahan penyerapan anggaran kita (APBD) bisa lebih maksimal lagi di tahun 2020 dan kami optimis melihatnya seperti itu," ungkapnya.

Wakil Ketua DPRD DKI Zita Anjani (MP/Asropih)

Berdasarkan data SiLPA APBD DKI terus mengalami pergeseran proyeksi secara fluktuatif dalam interval lima tahun terakhir (2014-2019). Tercatat, untuk perolehan SiLPA APBD DKI tahun anggaran 2014 diperoleh Rp8,7 triliun dari total APBD DKI sebesar Rp69,25 triliun di tahun 2015.

Kemudian, tren positif tersebut terus terjadi pada SiLPA APBD DKI 2015 tercatat sebesar Rp3 triliun setelah mendapat proses audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) APBD DKI 2016 sebesar Rp67,1 triliun. Dimana, sebelumnya akan diprediksi mencapai Rp7,93 triliun terjadi di tahun 2016.

Hanya saja, tren tersebut mulai berubah saat perolehan SiLPA APBD DKI 2016 tercatat sebesar Rp7,7 triliun dari total APBD DKI sebesar Rp70,28 triliun di tahun 2017. Sehingga pada puncaknya terjadi penyesuaian perolehan SiLPA APBD 2017 yang signifikan mencapai Rp13,16 triliun pada saat penetapan APBD DKI tahun anggaran 2018 sebesar Rp77,11 triliun.

Baca Juga

DPRD DKI Targetkan 27 Raperda Rampung Tahun 2020

Untuk mengantisipasi hal serupa kembali terulang, Pemprov DKI terus berupaya mengoptimalkan eksekusi porsi belanja langsung untuk program tepat guna kepada masyarakat. Hal ini terlihat dari tren penurunan perolehan SiLPA APBD DKI 2018 tercatat sebesar Rp9,75 triliun dengan progress penyerapan 83 persen.

Pola tersebut mengikuti kepada perolehan SiLPA APBD DKI 2019 yang kini tercatat sebesar Rp5,5 triliun dari total proyeksi APBD DKI sebesar Rp87,95 triliun untuk pelaksanaan kegiatan tahun 2020. (Asp)

Kredit : asropih


Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH