Proyek 'Galactios' Jilid Tiga: Zidane Butuh yang Pas Ketimbang Status Bintang Eden Hazard (Twitter/realmadriden)

Merahputih.com - Real Madrid mengakhiri 'puasa' membeli pemain berlabel bintang. Ya, Madrid Paling tidak sejak 2014, hanya James Rodriguez, Toni Kross, dan Thibaut Courtois pemain berkategori bintang yang direkrut Los Blancos.

Real Madrid memang terkenal gemar menggelontorkan ratusan juta euro demi membeli pemain berlabel 'bintang'. Tercatat, dalam dua dekade terakhir, Real Madrid berhasil menjadikan para bintang-bintang sepakbola mendarat di Santiago Bernabeu. Sebut saja Luis Figo, David Beckham, Cristiano Ronaldo, hingga Gareth Bale. Pemain-pemain itu juga saat didatangkan tak jarang masuk buku rekor sebagai pemain termahal di dunia.

Tapi, sejak bongkar pasang pelatih, dari mulai Carlo Ancelotti, Rafa Benitez, Zinedine Zidane, Julen Lopetegui, hingga balik ke Zidane, Real Madrid mengusung nyaris pemain itu-itu saja. Pembelian pemain pun tidak lagi wah.

Luka Jovic
Luka Jovic dan Florentino Perez (Twitter/realmadriden)

Tak sedikit yang berpendapat jika El Real dan Florentino Perez mulai melakukan pendekatan baru dalam merekrut pemain baru. Dalam hal ini Madrid lebih fokus mendatangkan pemain muda untuk dibina.

Evolusi perlahan itu tidak berlangsung lama. Real Madrid kembali ke pakem lama, revolusi besar-besaran dengan mendatangkan pemain bintang jelang musim 2019-20. Bahkan pergerakan Madrid saat ini lebih gila daripada sebelumnya, dalam hal nilai transfer, yang kini sudah lebih dari 300 juta euro. Jumlah yang melewati rekor sebelumnya, 254 euro satu dekade silam, saat Madrid mendatangkan Ronaldo, Karim Benzema, Ricardo Kaka, dan Xabi Alonso.

Muncul pertanyaan, mengapa Madrid, khususnya Perez, memutuskan perubahan kebijakan? Sejauh mana pergerakan Madrid? Lalu apa yang terjadi kepada para pemain lama?

Faktor Zidane


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH