Proyek Aksesoris Gaming Futuristik yang Hebat atau Justru Malah Aneh Video game bisa jadi bukti berkembangnya teknologi buatan manusia (Foto Pixabay/superanton)

PERKEMBANGAN industri video game adalah hasil dari perkembangan teknologi digital yang pesat. Canggihnya konsol dan aksesoris video game merupakan bukti kemajuan teknologi dari masa ke masa.

Perkembangan tersebut belum berhenti, justru semakin pesat dibanding sebelumnya. Untuk membuktikan hal tersebut, berikut empat proyek aksesoris video game yang dapat memajukan bidang teknologi manusia dan industri video game:


Baca Juga:

5 Dampak Negatif Bermain Video Game

1. King's Assembly

kibor
King's Assembly ciptaan Solid Art Labs (Foto: YouTube/New Technology)


Selama bertahun-tahun kita menggunakan kibor dan mouse yang terhubung pada komputer (PC) apa yang kita kerjakan. Begitu juga saat memainkan video game lewat PC. Sayangnya terkadang mouse dan kibor kurang efektif untuk kedua tangan kita.

Ini karena banyaknya tombol yang ada di kibor. Padahal terkadang tangan kanan kita terjebak di mouse. Tapi apa jadinya kalau ada alat yang memungkinkan tangan kanan kita tetap dapat mengetik sambil memegang mouse?

Itu lah konsep yang nampaknya dipikirkan oleh Solid Art Labs. Mereka membuat proyek bernama King's Assembly, yang nampaknya menggabungkan kibor dan mouse jadi satu perangkat.

Tak hanya itu, bahkan King's Assembly ini memiliki analog untuk bagian jempol. Dan tak perlu takut pergelangan jadi pegal saat menggunakan produk ini. Karena Solid Art Labs membuat bantalan di sekitar pergelangan supaya tetap nyaman ketika menggunakannya.

Tentunya produk ini memberikan akses kontrol yang luas bagi penggunanya. Tinggal tergantung bagaimana Solid Art Labs dapat membuat produk ini dapat digunakan senyaman mungkin. Yang paling utama adalah bagaimana orang harus beradaptasi dengan bentuknya yang cukup aneh.

2. 3RD Space Gaming Vest

virtual
3RD Space Gaming Vest simulasikan rasanya tertembak atau terkena ledakan (Foto YouTube/LanPartyBR)

Banyak pengembang game yang tentunya ingin memberikan pengalaman yang lebih mendalam atau nyata kepada gamer. Itu lah kenapa mulai ada yang namanya Virtual Reality yang dapat membawa penggunanya seakan-akan ke realitas lain lewat visual.

TN Games nampaknya punya cara lain untuk membawa pengalaman nyata kepada gamer. Bukan lewat visual, tetapi lewat indra peraba. Lebih tepatnya, TN Games menciptakan rompi yang membuatmu bisa merasakan peluru yang mengenai badan karakter gamemu. Rompi yang dinamai 3RD Space Gaming Vest mampu melakukan hal tersebut dengan memompa udara ke bagian-bagian rompi tertentu.

Tentunya rompi ini dapat melengkapi teknologi VR. Gamer akan berasa benar-benar berasa di medan perang menggunakan rompi ini. Tapi bisa jadi justru rompi ini dapat memberikan pengalaman yang menakutkan karena terasa terlalu nyata.

Baca Juga:

Tidak Selalu Negatif, Bermain Video Game Juga Punya Dampak Positif

3. PrioVR




Meski VR telah berhasil membawa penggunanya ke realitas lain secara visual, namun karakter di dalam VR terkadang masih terasa kaku. Untuk mengatasi hal tersebut, Yostlabs membuat PrioVR dengan 17 sensor yang dapat membaca gerakan penggunanya.

Sensor bejrumlah 17 itu menghasilkan karakter di dalam VR yang luwes. Hampir mirip dengan gerakan asli penggunanya. PrioVR ini sebenarnya sudah dapat dibeli dan digunakan. Hanya saja karena harganya yang mahal dan teknologi VR yang belum berkembang penuh, belum banyak orang yang memiliki PrioVR ini.


4. Omni


Satu hal yang masih menjadi permasalahan teknologi VR yaitu soal ruang dan pergerakan penggunanya. Untuk menggerakan karakter dalam VR, pengguna dapat menggunakan dua opsi. Bergerak secara sungguhan atau menggunakan tombol yang ada di kontroler VR.

Hanya saja kedua opsi tersebut memiliki kelemahan masing-masing. Untuk dapat menggunakan opsi pertama artinya pengguna VR harus berada di ruangan yang luas. Sedangkan opsi kedua membuat gerakan terasa tidak nyata.

Untuk mengatasi masalah tersebut Virtuix membuat alat bernama Omni. Yang memungkinkan pengguna VR berjalan atau bahkan berlari di tempat. Hal tersebut membuat bergerak dalam VR terasa lebih nyata tanpa membutuhkan ruangan yang luas. (sep)

Baca Juga:

Bermain 'Video Game; Jamin Kerja di Masa Depan?


Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH