Protokol Kesehatan Ketat pada Program Transplatasi Ginjal RSCM Transplantasi ginjal di masa pandemi. (Foto: Fabry Disease)

PANDEMI corona membuat begitu banyak orang enggan menyambangi rumah sakit. Mereka takut jika fasilitas kesehatan yang mereka akses telah terpapar virus COVID-19. Apalagi menyambangi rumah sakit pusat seperti RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo yang memang menjadi rumah sakit rujukan untuk penyakit COVID-19.

Direktur Utama RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, dr.Lies Dina Liastuti, SpJP (K), MARS mengatakan, bahwa per April 2020, RSCM telah menyediakan zona khusus COVID-19 bernama Kiara Ultimate,

Baca Juga:

Amankah Wifi Untuk Kesehatan? Ini Penjelasannya

dokter
Tim dokter RSCM tegasnya RSCM aman diakses semua pasien baik yang COVID-19 atau non-COVID. (Foto: Istimewa)

Fasilitas yang dilengkapi dengan 102 tempat tidur bertekanan negatif, dimana 33 diantaranya merupakan kamar rawat intensif (ICU, HCU, PICU, dan NICU), kamar operasi tersendiri, Poliklinik Infeksi Saluran Nafas Akut(ISPA) khusus pasien COVID-19, serta layanan pemeriksaan penunjang, seperti laboraorium dan radiologi.

“RSCM memberlakukan sistem zonasi yang ketat guna mengurangi potensi penularan antara pasien, tenaga kesehatan, dan karyawan. Terdapat 3 zona yang diberlakukan, yaitu zona merah yang merupakan tempat dimana potensi penularan sangat tinggi, zona kuning, dimana potensi penularan sedang-tinggi serta hijau, dimana potensi penularan rendah." urainya.

Terkait dengan imbauan Kementerian Kesehatan untuk mengurangi praktik rawat jalan serta wacana kembali diberlakukannya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), Dokter Lies mengungkapkan bahwa layanan transplantasi ginjal yang merupakan salah satu program unggulan RSCM cukup terdampak.

Otoritas kesehatan internasional sempat mengeluarkan himbauan untuk menghentikan sementara tindakan transplantasi ginjal diseluruh dunia. Hal ini diikuti oleh Indonesia. Pelayanan Transplantasi ginjal sempat dihentikan selama kurang lebih tiga bulan, sejak bulan Maret 2020.

Baca Juga:

12 Platform Kesehatan Bersatu untuk Hadapi Virus Corona

dokter
dr. Lies Dina Liastuti, SpJP (K), MARS jelaskan ketatnya protokol kesehatan di RSCM. (Foto: Istimewa)

Seiring pengetahuan yang bertambah mengenai pandemi COVID-19 dan langkah-langkah mitigasinya, program transplantasi ginjal mulai kembali digalakkan, tentunya dengan strategi-strategi adaptasi penting untuk tetap menjamin keamanan dan keberhasilan transplantasi ginjal. Dengan kerja keras, RSCM kembali memulai transplantasi ginjal di era kebiasaan baru pada bulan Juni 2020.

"Prosedur yang dilakukan di era pandemi COVID-19 ini memiliki perbedaan karena menerapkan protokol kesehatan yang ketat baik dari sebelum, selama ataupun sesudah operasi. Untuk tenaga kesehatan yang terlibat, RSCM mewajibkan pemeriksaan swab real time (RT) PCR SARS-CoV-2 tiap dua minggu sekali," urai Dr. dr. Irfan Wahyudi, SpU(K), Kepala Departemen Urologi RSCM.

Jika ada anggota tim transplant yang didapatkan terpapar kasus probable atau confirmed COVID-19, anggota tim tersebut tidak diperbolehkan untuk ikut berpartisipasi dalam rangkaian prosedur transplantasi ginjal sementara waktu hingga hasil swabnya terbukti negatif.

RSCM berharap, dengan pemberlakuan protokol kesehatan baru ini, potensi penularan risiko COVID ke pasien dapat dikurangi seminimal mungkin, tanpa mengurangi kualitas layanan. Dengan demikian, masyarakat yang membutuhkan prosedur transplantasi ginjal dapat kembali berobat tanpa dipenuhi rasa gelisah dan khawatir. (avia)

Baca Juga:

Protokol Kesehatan Anak-Anak Sesuai Imbauan Ikatan Dokter Anak Indonesia

Kredit : iftinavia


Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH