Protokol Kesehatan di Rumah Ibadah: Umat Wajib Dalam Kondisi Sehat dan Hindari Bersalaman Menteri Agama Fachrul Razi saat memberikan keterangan seusai bertemu Presiden Jokowi di Istana Negara (Foto: antaranews)

MerahPutih.Com - Menteri Agama Fachrul Razi hari ini menerbitkan surat edaran tentang Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah Dalam Mewujudkan Masyarakat Produktif dan Aman Covid di Masa Pandemi.

Fachrul Razi mengatakan surat edaran ini diterbitkan sebagai respon atas kerinduan umat beragama untuk kembali melaksanakan ibadah di rumah ibadah masing-masing dengan tetap menaati protokol kesehatan, terutama dalam rangka pencegahan persebaran Covid-19 dan perlindungan masyarakat dari risiko ancaman dampaknya.

Baca Juga:

Tinjau Sejumlah Lokasi Keramaian Warga, Kapolda Metro Jaya Soroti Pasar Tradisional

“Rumah ibadah harus menjadi contoh terbaik pencegahan persebaran Covid-19,” terang Fachril di Jakarta, Sabtu (30/5).

Menurutnya, surat edaran mencakup panduan pelaksanaan kegiatan keagamaan di rumah ibadah pada masa pandemi, yang lazimnya dilaksanakan secara berjamaah atau kolektif.

Menag Fachrul Razi keluarkan protokol kesehatan
Menag Fachrul Razi keluarkan surat edaran protokol kesehatan di rumah ibadah (Foto: antaranews)

Di dalamnya mengatur kegiatan keagamaan inti dan kegiatan keagamaan sosial di rumah ibadah, berdasarkan situasi riil terhadap pandemi Covid-19 di lingkungan rumah ibadah tersebut, bukan hanya berdasarkan status Zona yang berlaku di daerah.

“Meskipun daerah berstatus Zona Kuning, namun bila di lingkungan rumah ibadah tersebut terdapat kasus penularan Covid-19, maka rumah ibadah dimaksud tidak dibenarkan menyelenggarakan ibadah berjamaah/kolektif,” tegas mantan Wakil Panglima TNI ini.

Ia menggarisbawahi, rumah ibadah yang dibenarkan untuk menyelenggarakan kegiatan berjamaah/kolektif adalah yang berdasarkan fakta lapangan serta angka R-Naught/RO dan angka Effective Reproduction Number/RT, berada di Kawasan/lingkungan yang aman dari Covid-19. Hal itu ditunjukkan dengan Surat Keterangan Rumah Ibadah Aman Covid dari Ketua Gugus Tugas Provinsi/Kabupaten/Kota/Kecamatan sesuai tingkatan rumah ibadah dimaksud, setelah berkoordinasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah setempat bersama Majelis-majelis Agama dan instansi terkait di daerah masing-masing.

“Surat Keterangan akan dicabut bila dalam perkembangannya timbul kasus penularan di lingkungan rumah ibadah tersebut atau ditemukan ketidaktaatan terhadap protokol yang telah ditetapkan,” jelasnya.

"Sanksi pencabutan itu dilakukan agar pengurus rumah ibadah juga ikut proaktif dan bertanggungjawab dalam menegakkan disiplin penerapan protokol Covid-19," sambungnya.

Untuk mendapatkan surat keterangan bahwa kawasan/lingkungan rumah ibadahnya aman dari Covid-19, kata Menag, pengurus rumah ibadah dapat mengajukan permohonan surat keterangan secara berjenjang kepada Ketua Gugus Kecamatan/ Kabupaten/Kota/Provinsi sesuai tingkatan rumah ibadahnya.

Adapun rumah ibadah yang berkapasitas daya tampung besar dan mayoritas jemaah atau penggunanya dari luar kawasan/lingkungannya, pengurus dapat mengajukan surat keterangan aman Covid-19 langsung kepada pimpinan daerah sesuai tingkatan rumah ibadah tersebut.

SE rumah ibadah ini juga mengatur kewajiban pengurus atau penanggungjawab rumah ibadah. Ada 11 kewajiban yang diatur, yaitu:

a. Menyiapkan petugas untuk melakukan dan mengawasi penerapan protokol kesehatan di area rumah ibadah;b. Melakukan pembersihan dan disinfeksi secara berkala di area rumah ibadah;c. Membatasi jumlah pintu/jalur keluar masuk rumah ibadah guna memudahkan penerapan dan pengawasan protokol kesehatan;d. Menyediakan fasilitas cuci tangan/sabun/hand sanitizer di pintu masuk dan pintu keluar rumah ibadah;e. Menyediakan alat pengecekan suhu di pintu masuk bagi seluruh pengguna rumah ibadah. Jika ditemukan pengguna rumah ibadah dengan suhu > 37,5°C (2 kali pemeriksaan dengan jarak 5 menit), tidak diperkenankan memasuki area rumah ibadah;f. Menerapkan pembatasan jarak dengan memberikan tanda khusus di lantai/kursi, minimal jarak 1 meter;g. Melakukan pengaturan jumlah jemaah/pengguna rumah ibadah yang berkumpul dalam waktu bersamaan, untuk memudahkan pembatasan jaga jarak; h. Mempersingkat waktu pelaksanaan ibadah tanpa mengurangi ketentuan kesempurnaan beribadah;i. Memasang imbauan penerapan protokol kesehatan di area rumah ibadah pada tempat-tempat yang mudah terlihat;j. Membuat surat pernyataan kesiapan menerapkan protokol kesehatan yang telah ditentukan; dank. Memberlakukan penerapan protokol kesehatan secara khusus bagi jemaah tamu yang datang dari luar lingkungan rumah ibadah.

Selain itu, SE ini juga mengatur kewajiban masyarakat yang akan melaksanakan ibadah di rumah ibadah. Ada sembilan poin, yaitu:

a. Jemaah dalam kondisi sehat;b. Meyakini bahwa rumah ibadah yang digunakan telah memiliki Surat Keterangan aman Covid-19 dari pihak yang berwenang;c. Menggunakan masker/masker wajah sejak keluar rumah dan selama berada di area rumah ibadah;d. Menjaga kebersihan tangan dengan sering mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer;e. Menghindari kontak fisik, seperti bersalaman atau berpelukan;f. Menjaga jarak antar jemaah minimal 1 (satu) meter;g. Menghindari berdiam lama di rumah ibadah atau berkumpul di area rumah ibadah, selain untuk kepentingan ibadah yang wajib;h. Melarang beribadah di rumah ibadah bagi anak-anak dan warga lanjut usia yang rentan tertular penyakit, serta orang dengan sakit bawaan yang berisiko tinggi terhadap Covid-19;i. Ikut peduli terhadap penerapan pelaksanaan protokol kesehatan di rumah ibadah sesuai dengan ketentuan.

Baca Juga:

Baju APD Buatan Indonesia Lolos ISO 16604 Class 3

Jika rumah ibadah akan digunakan untuk kegiatan sosial keagamaan, seperti akad pernikahan/perkawinan, maka selain tetap mengacu pada ketentuan di atas, aturan berikut harus juga dipatuhi:

a. Memastikan semua peserta yang hadir dalam kondisi sehat dan negatif Covid-19;b. Membatasi jumlah peserta yang hadir maksimal 20% (dua puluh persen) dari kapasitas ruang dan tidak boleh lebih dari 30 orang; danc. Pertemuan dilaksanakan dengan waktu seefisien mungkin.

"Hal-hal yang belum diatur dalam panduan ini, akan diatur secara khusus oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat dan Majelis-majelis Agama terkait. Panduan ini akan dievalusi sesuai dengan perkembangan pandemi Covid-19,” pungkasnya.(Knu)

Baca Juga:

Pemprov DKI Berharap Tempat Ibadah Terapkan Protokol Kesehatan Saat Dibuka Kembali

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[HOAKS atau FAKTA] Bupati Pasuruan Ajak Warga Galang Dana Tangani COVID-19
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Bupati Pasuruan Ajak Warga Galang Dana Tangani COVID-19

Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan memberikan klarifikasi terkait akun tersebut.

Pelarian Buron Kasus Sabu-sabu Paling Dicari di Sukabumi Berakhir
Indonesia
PDIP Bakal Pertemukan Seniman dengan Pemprov DKI
Indonesia
PDIP Bakal Pertemukan Seniman dengan Pemprov DKI

PDIP juga sependapat dengan usulan seniman TIM

Jokowi Suruh Menkeu Kaji Peniadaan THR dan Gaji ke-13 PNS Tahun 2020
Indonesia
Jokowi Suruh Menkeu Kaji Peniadaan THR dan Gaji ke-13 PNS Tahun 2020

Perlu untuk dipertimbangkan lagi mengingat beban belanja negara yang meningkat.

 Ketua DPRD Janjikan Bamus Betawi Dana Hibah di APBD Perubahan 2020
Indonesia
Ketua DPRD Janjikan Bamus Betawi Dana Hibah di APBD Perubahan 2020

Prasetyo menuturkan, anggaran hibah untuk Bamus Betawi ditunda dalam APBD murni 2020 karena sebelumnya tidak dibahas dalam rancangan APBD.

 Polisi Masih Kejar Penyuplai 288 Kilogram Sabu ke Serpong
Indonesia
Polisi Masih Kejar Penyuplai 288 Kilogram Sabu ke Serpong

"Kita tunggu saja Ditresnarkoba masih bekerja," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Jumat (31/1).

Tiongkok Uji Klinis Vaksin COVID-19, Ini Hasilnya
Dunia
Tiongkok Uji Klinis Vaksin COVID-19, Ini Hasilnya

Bagi yang menerima dua suntikan dengan interval 28 hari serekonversinya bisa mencapai 100 persen.

Update COVID-19 DKI Senin (1/9): 41.250 Orang Positif, 31.267 Pasien Sembuh
Indonesia
Update COVID-19 DKI Senin (1/9): 41.250 Orang Positif, 31.267 Pasien Sembuh

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memassifkan tes PCR untuk menemukan kasus baru secara cepat.

Jumlah Pasien COVID-19 yang Dirawat di RS Darurat Wisma Atlet Berkurang
Indonesia
Jumlah Pasien COVID-19 yang Dirawat di RS Darurat Wisma Atlet Berkurang

Jumlah pasien yang dirawat pada hari ini berkurang 44 orang

Gunakan Mobil Damkar, Kota Cirebon Semprot Desinfektan di Enam Jalan Protokol
Indonesia
Gunakan Mobil Damkar, Kota Cirebon Semprot Desinfektan di Enam Jalan Protokol

Pemda Kota Cirebon sebelumnya juga gencar melakukan penyemprotan disinfektan di kawasan perkantoran, tempat ibadah, dan tempat keramaian.