Protes Kebijakan Penghematan, 11 Pangeran Arab Saudi Ditahan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz bersama Putra Mahkota Mohammed bin Salman. (Twitter/hrhpsauds)

MerahPutih.Com - Otoritas Arab Saudi kembali menahan sejumlah pangeran termasuk putri kerajaan lantaran aksi unjuk rasa menentang kebijakan penghematan. Kesebelas pangeran itu ditahan setelah mereka berkumpul di Istana Kerajaan Saudi, Riyadh, Sabtu (6/1) kemarin.

Para pangeran termasuk putri kerajaan memprotes kebijakan penghematan termasuk penangguhan pembayaran tagihan fasilitas yang selama ini mereka terima.

Terkait penahanan 11 pangeran dan putri kerajaan tersebut, layanan komunikasi pemerintah, Pusat Komunikasi Internasional, mengatakan pihaknya sedang mengecek laporan tersebut.

Arab Saudi, yang merupakan penghasil minyak terbesar dunia, telah menerapkan reformasi yang mencakup pemotongan berbagai subsidi, penerapan pajak nilai tambahan (VAT) serta pemangkasan tunjangan bagi para anggota keluarga kerajaan.

Laman pemberintaan sabq.org mengatakan para pangeran itu berkumpul di sebuah istana kerajaan bersejarah, Qasr a-Hokm. Mereka menuntut agar kerajaan membatalkan keputusan yang menetapkan bahwa negara berhenti membayari tagihan air dan listrik para anggota keluarga kerajaan.

Para pangeran dan putri kerajaan juga menuntut kompensasi atas putusan hukuman mati terhadap seorang sepupu mereka, lapor Sabq.org tanpa menyebutkan nama orang yang dimaksud.

"Mereka diberi tahu bahwa tuntutan-tuntutan mereka itu salah, tapi mereka menolak meninggalkan Qasr al-Hokm," kata Sabq, yang mengutip seorang sumber yang tidak disebutkan namanya.

Sebagaimana dilansir Antara, Minggu (7/1) penahanan para pangeran dan putri kerajaan terkait dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

"Perintah kerajaan dikeluarkan kepada para penjaga kerajaan ... untuk turun tangan dan mereka (para pangeran, red) ditangkap dan dimasukkan ke penjara al-Hayer untuk dipersiapkan menghadapi persidangan pengadilan."

Sang putra mahkota adalah sosok yang sedang memimpin gerakan reformasi. Gerakan itu antara lain telah mengepung lebih dari 200 pejabat tinggi, termasuk sejumlah anggota keluarga kerajaan, yang dicurigai melakukan korupsi.

Media daring tersebut tidak memberikan rincian soal identitas para pangeran yang ditahan namun mengatakan bahwa pemimpin kelompok pangeran pemrotes itu berinisial S.A.S.

"Semua orang sama kedudukannya di depan hukum dan siapa pun yang tidak menjalankan peraturan dan perintah akan diadili, tidak peduli siapa pun dia," tambah laman media itu.(*)



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH