Protes Indonesia dan Dunia Islam Pada Prancis Gedung Pancasila Kemenlu RI. (Foto: Kemenlu).

MerahPutih.com - Dunia dikejutkan kembali dengan kontroversi kartun Charlie Hebdo, yang mengambarkan Nabi Muhammad SAW. Dampaknya, Samuel Paty seorang guru di Prancis tewas dipenggal kepalanya oleh Abdoullakh Abouyedovich Anzorov, di Conflans-Sainte-Honorine, daerah di luar Kota Paris pada 16 Oktober 2020.

Sebelum tewas, Paty sempat menunjukkan karikatur Nabi Muhammad, yang kembali diterbitkan oleh Charlie Hebdo, bulan lalu untuk diidiskusikan para muridnya dan mempersilahkan murid muslim untuk keluar ruangan jika tidak berkenan dengan diskusi tersebut.

Dampak dari pembunuhan tersebut, juga terjadi penyerangan pada muslim di area pariwisata Menara Eiffel. Tetapi, pemengalan seorang guru, membuat Presiden Prancis mengeluarkan pidatonya, yang direspon berbagai warga muslim di dunia sebagai Islamhobia di Prancis.

Baca Juga:

Buntut Pernyataan Presiden Prancis, Jokowi Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik

Pemerintah Indonesia pun, memprotes isi pidato yang disampaikan Presiden Prancis Emmanuel Macron awal bulan ini, dan mendesak agar Pemerintah Prancis tidak menghubungkan Islam dan aksi terorisme atau ekstremisme.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia Teuku Faizasyah, mengatakan Pemerintah Indonesia telah memanggil Duta Besar Prancis Olivier Chambard untuk meminta penjelasan mengenai pernyataan Presiden Macron.

Indonesia juga telah menyampaikan secara langsung kecaman terhadap Pemerintah Prancis mengenai isi pidato tersebut. Pemerintah Indonesia keberatan terhadap pernyataan Presiden Macron yang mengindikasikan ada kaitan antara agama dan tindakan terorisme.

"Mengaitkan agama apapun - dalam hal ini adalah Agama Islam - dengan tindakan terorisme tidakkah bisa dibenarkan dan sungguh menyakitkan bagi pemeluk agama tersebut,” kata Faizasyah.

Menlu Retno
Menlu Retno Marsudi. (Foto: Kemenlu).

Presiden Macron pada 2 Oktober 2020 menyampaikan pidato di hadapan anggota dewan, kepala daerah, dan perwakilan kelompok masyarakat sipil, terkait pentingnya mempertahankan nilai-nilai mendasar di Prancis dan ia turut menyampaikan beberapa pernyataan terkait Islam dan radikalisme. Pidato tersebut, berselang beberapa pekan kemudian dan setelah kematian Samuel Paty, seorang guru di Prancis.

Lewat pidatonya yang disampaikan di Les Mureaux, Macron menyebut ancaman masyarakat Prancis adalah “Islam separatis”. Istilah itu, menurut Macron, merujuk pada sekelompok penganut Islam ekstremis/fanatik yang “melenceng” dari nilai-nilai republik.

“Dalam konteks Islam radikal, karena ini yang jadi topik pembahasan dan mari kita bicara dan menyebut masalah ini, kehendak yang secara sistematis ingin melanggar aturan hukum republik dan membentuk aturan sendiri, dan ini secara perlahan mengarah ke penolakan terhadap kebebasan berekspresi, kebebasan hati nurani, dan hak untuk menistakan (agama, red), dan diri kita pada akhirnya diam-diam berubah jadi seseorang yang radikal,” kata Presiden Macron lewat pidatonya yang disiarkan di laman resmi Kedutaan Besar Prancis di Jakarta.

Ia lanjut menyebutkan otoritas keamanan di Prancis telah mengawasi hampir 170 orang yang dicurigai akan terlibat aksi teror. “Kami tahu 70 orang dari kelompok itu telah pergi ke Suriah,” kata presiden.

Sementara itu, setelah kematian Paty, Macron mengatakan: “Kami akan terus bertahan, profesor (merujuk ke Samuel Paty, red). Kami akan terus berjuang untuk kebebasan, kamu telah jadi wajah perjuangan mempertahankan republik,” kata Macron lewat unggahannya di Twitter pada 22 Oktober 2020.

Samuel Paty merupakan seorang guru di Prancis yang tewas dipenggal kepalanya oleh Abdoullakh Abouyedovich Anzorov, di Conflans-Sainte-Honorine, daerah di luar Kota Paris pada 16 Oktober 2020. Sebelum tewas, Paty sempat menunjukkan karikatur Nabi Muhammad, yang kembali diterbitkan oleh Charlie Hebdo, bulan lalu.

Dari rangkaian peristiwa itu, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), lewat pernyataan tertulisnya bulan ini, menyesalkan adanya pernyataan yang berpotensi memecahkan persatuan antara Prancis dan umat Islam dunia.

OKI menyebutkan seluruh pihak seharusnya bersama-sama meninjau kembali kebijakan diskriminatif terhadap Muslim dan menghindari aksi-aksi provokatif yang dapat melukai perasaan lebih dari satu miliar pemeluk Islam di dunia.

Hubungan diplomatik antara Prancis dan negara yang warganya mayoritas muslim mulai terganggu. Boikot produk Prancis menggema diberbagai negara. Paling parah, lontara panas antara Turki dan Prancis yang sama-sama sekutu Amerika Serikat.

Dilansir VOA Indonesia Pemerintah AS hari Selasa (27/10) berharap dua sekutu NATO, Perancis dan Turki, akan meredakan ketegangan yang meningkat terkait kebebasan untuk mengejek agama, sementara demonstrasi menentang Perancis dan imbauan untuk memboikot barang-barang buatan Perancis meningkat di negara-negara Muslim.

Ketegangan antara Perancis dan Turki belakangan semakin meningkat terkait komentar Presiden Perancis Emmanuel Macron mengenai kartun dan Islam pasca pemenggalan kepala seorang guru di Perancis.

"Amerika sangat yakin perselisihan Aliansi yang tidak perlu hanya menguntungkan pihak musuh," ujar Juru bicara Departemen Luar Negeri AS.

Baca Juga:

Presiden Turki Serukan Warganya Boikot Produk Prancis

Kanal
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ketua DPRD Minta Wagub DKI Nanti Jangan Hanya Jadi Tukang Stempel
Indonesia
Ketua DPRD Minta Wagub DKI Nanti Jangan Hanya Jadi Tukang Stempel

Adapun dua nama yang sudah masuk dan di tangan DPRD DKI yakni Ahmad Riza Patria yang diusung Partai Gerindra dan Nurmansjah Lubis dari PKS.

Peduli Penyandang Disabilitas, Pemprov DKI Distribusikan 198 Alat Bantu Fisik
Indonesia
Peduli Penyandang Disabilitas, Pemprov DKI Distribusikan 198 Alat Bantu Fisik

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI melalui Dinas Sosial (Dinsos) DKI Jakarta telah mendistribusikan sebanyak 198 Alat Bantu Fisik (ABF) kepada penyandang disabilitas.

[HOAKS atau FAKTA]: Penyanyi Dunia Nyanyikan Asmaul Husna agar Wabah Berhenti
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Penyanyi Dunia Nyanyikan Asmaul Husna agar Wabah Berhenti

Unggahan Mamah Dedeh itu telah disukai 205 kali dan disebarkan kembali 97 kali.

Muhamad-Saraswati Jadi Pasangan Pertama Lengkapi Perbaikan Persyaratan
Indonesia
Muhamad-Saraswati Jadi Pasangan Pertama Lengkapi Perbaikan Persyaratan

Pasangan H. Muhamad-Rahayu Saraswati Djojohadikusumo menjadi pasangan pertama yang melengkapi perbaikan dokumen persyaratan pencalonan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan ke KPU Tangerang Selatan.

Penderita COVID-19 di Secapa TNI-AD Menyusut Drastis
Indonesia
Penderita COVID-19 di Secapa TNI-AD Menyusut Drastis

"Sehingga, untuk total pasien yang terpapar COVID-19 kini masih 13,2 persen dari total sebelumnya," jelas Nefra

Gara-gara Virus Corona, Pemerintah Diskon Tiket Pesawat Domestik 30 Persen
Indonesia
Gara-gara Virus Corona, Pemerintah Diskon Tiket Pesawat Domestik 30 Persen

Kebijakan itu dilakukan guna mendongkrak industri pariwisata yang tertekan karena dampak wabah virus corona (Covid-19).

Alasan Polri Tak Hadiri Sidang Perdana Praperadilan Anita kolopaking
Indonesia
Alasan Polri Tak Hadiri Sidang Perdana Praperadilan Anita kolopaking

Polri akan menghadiri sidang apabila persoalan administrasi tersebut sudah diselesaikan

Gegara Hal ini, Pria di Kramat Jati Hilang Selama 4 Hari
Indonesia
Gegara Hal ini, Pria di Kramat Jati Hilang Selama 4 Hari

Seorang pria Bernama Mochamad Rizky Almusalby (26) yang dilaporkan hilang sejak Selasa (27/10) lalu, hingga kini belum ditemukan

YouTuber 'Sampah' Ferdian Paleka Dibebaskan, Ada Apa?
Indonesia
YouTuber 'Sampah' Ferdian Paleka Dibebaskan, Ada Apa?

Selain Ferdian, dua temannya juga Tubagus Fahddinar dan Aidil ikut bebas

Awasi Penyebaran Virus Corona, Kementerian Kesehatan Periksa 227 Pasien
Indonesia
Awasi Penyebaran Virus Corona, Kementerian Kesehatan Periksa 227 Pasien

Kementerian Kesehatan sedang memeriksa 227 orang yang masuk dalam kategori pasien dalam pengawasan (PDP) terkait virus corona jenis baru (COVID-19).