Pemilu 2019
 Protes Hasil Pemilu, MUI Serukan Umat Islam Taati Undang-Undang Wakil Ketum MUI Zainut Tauhid Sa'adi dan sejumlah petinggi MUI menggelar konferensi pers di Gedung MUI. Jakarta(Merahputih.com / Derry Ridwansah)

MerahPutih.Com - Seusai pengumuman hasil Pemilu 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) muncul gelombang protes dari kubu yang tidak puas terhadap proses penyelenggaraan Pemilu yang dianggap penuh kecurangan.

Pengerahan massa untuk melakukan unjuk rasa kepada lembaga penyelenggara Pemilu dianggap tak elok, mengingat setiap sengketa pemilu sudah ada jalur konstitusionalnya. Atas dasar itu, Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Saadi mengajak umat Islam untuk menaati undang-undang.

Menurut Zainut, seorang muslim yang baik adalah mereka yang taat pada undang-undang sehingga aksi massa melawan undang-undang sebaiknya dihindari.

"Muslim tunduk pada kesepakatan yang dibuat secara bersama-sama," kata Zainut saat dihubungi dari Jakarta, Selasa (21/5).

Massa terlibat dalam aksi unjuk rasa depan Bawaslu Jakarta
Massa yang menggelar aksi depan Gedung Bawaslu, Jakarta Pusat (MP/Kanu)

Menurutnya, Indonesia ada, salah satunya karena kesepakatan bersama yang tertuang dalam undang-undang. Contohnya, UUD 1945 merupakan regulasi yang lahir dari kesepakatan berbagai elemen bangsa, termasuk tokoh nasional dan tokoh agama.

Zainut Saadi mengatakan terdapat banyak regulasi salah satunya soal amanat UUD 1945 yang memberi kewenangan Mahkamah Konstitusi untuk memutus perselisihan tentang hasil pemilu.

Adapun jika ada temuan kecurangan pemilu, kata pejabat MUI ini, agar diajukan sesuai skema yang ada dengan mengajukan bukti-bukti. Kecurangan tidak boleh hanya berupa tuduhan dan asumsi belaka.

Zainut sebagaimana dilansir Antara mengatakan aksi pengerahan massa yang sifatnya memaksakan kehendak keluar dari kesepakatan nasional dalam undang-undang dan konstitusi maka hukumnya bisa haram, kecuali tidak ada niatan memaksakan kehendak lewat unjuk rasa.

Waketum MUI mengatakan pengerahan massa atau apapun namanya jika berlangsung harus berlangsung secara damai. Kegiatan itu merupakan demonstrasi yang seperti pisau. Jika dilakukan dengan cara baik maka bisa mendatangkan manfaat. Tetapi jika dijalankan memicu kerusuhan maka mendatangkan mudarat.

"Diibaratkan demo aksi sama kedudukannya seperti pisau. Kalau itu digunakan untuk manfaat maka itu tidak membahayakan, tapi kalau untuk tindakan jahat bisa bahaya," tandas Zainut Tauhid Saadi.(*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Peringati Kudatuli, PDIP: Demokrasi Arus Bawah Redamkan Rezim Otoriter-Tirani
Indonesia
Peringati Kudatuli, PDIP: Demokrasi Arus Bawah Redamkan Rezim Otoriter-Tirani

Peringatan kerusuhan 27 Juli 1996 atau Kudatuli di kantor DPP PDIP dilakukan dengan tabur bunga, doa, dan webinar.

Kontrak Pilot Diselesaikan Lebih Awal, Garuda: Ini Keputusan Berat
Indonesia
Kontrak Pilot Diselesaikan Lebih Awal, Garuda: Ini Keputusan Berat

Kebijakan tersebut dilakukan dengan pertimbangan yang matang

Per 1 Desember, Ada Perubahan Jadwal dan Penambahan Gerbong KA Siliwangi
Indonesia
Per 1 Desember, Ada Perubahan Jadwal dan Penambahan Gerbong KA Siliwangi

Khusus di wilayah Cianjur, ungkap dia, jumlah kereta masih tetap, namun gerbongnya bertambah dari lima gerbong menjadi tujuh

Kondisi Terkini Menhub Budi Karya Sumadi
Indonesia
Kondisi Terkini Menhub Budi Karya Sumadi

Seluruh menteri yang hadir dan perangkat yang berkontak dengan Budi Karya sudah melakukan pemeriksaan di RSPAD Gatot Subroto.

BNN Razia Diskotik Venue dan Golden Crown, 108 Orang Positif Konsumsi Narkoba
Indonesia
BNN Razia Diskotik Venue dan Golden Crown, 108 Orang Positif Konsumsi Narkoba

Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan razia di beberapa tempat hiburan malam di Ibu Kota, Kamis (6/2) dini hari tadi.

Meski Diterpa Masalah, Tingkat Kepercayaan Masyarakat ke KPK Masih Tinggi
Indonesia
Meski Diterpa Masalah, Tingkat Kepercayaan Masyarakat ke KPK Masih Tinggi

KPK dengan prestasinya menangkapi para koruptor mampu mencapai 89 persen

ICJR Minta Jokowi Hentikan Kriminalisasi Terhadap Ravio Putra
Indonesia
ICJR Minta Jokowi Hentikan Kriminalisasi Terhadap Ravio Putra

ICHR mendesak Polri segera membongkar dan mengungkap siapa yang meretas HP Ravio Patra

Jakarta Kembali Banjir karena Guyuran Hujan Deras, Anies Dinilai Kelabakan
Indonesia
Jakarta Kembali Banjir karena Guyuran Hujan Deras, Anies Dinilai Kelabakan

Banjir kembali menggenangi sejumlah titik di Ibu Kota Jakarta. Peristiwa ini akibat hujan deras yang terjadi di Jabodetabek.

Satu Pedagang Terkonfirmasi COVID-19, Pasar Slipi Ditutup
Indonesia
Satu Pedagang Terkonfirmasi COVID-19, Pasar Slipi Ditutup

Rencananya, Pasar Slipi akan dibuka kembali pada Jumat (25/9)

Suporter Timnas Indonesia yang Ditahan Malaysia Tiba di Bali
Indonesia
Suporter Timnas Indonesia yang Ditahan Malaysia Tiba di Bali

Andreas Setiawan, seorang suporter sepak bola Indonesia yang sempat ditahan oleh pihak Polisi Diraja Malaysia (PDRM) tiba di Bali.