Protes, AKP Robin Bandingkan Tuntutannya dengan Juliari Batubara Mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju (kiri) menjalani sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (6/12/2021). ANTARA/Desca Lidya Natalia

MerahPutih.com - Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) AKP Stepanus Robin Pattuju memprotes tuntutan 12 tahun pidana penjara terkait kasus dugaan suap penanganan perkara di lembaga antirasuah.

Protes itu disampaikan Robin saat membacakan pledoi atau nota pembelaan dalam sidang lanjutan kasus dugaan suap penanganan perkara di KPK.

"Saya menerima uang sebesar Rp 1,8 miliar, saya merasakan ketidakadilan jika dibandingkan dengan mantan Menteri Sosial (Juliari Peter Batubara) yang menerima suap sebesar Rp 32 miliar yang juga dituntut 12 tahun penjara," kata Robin di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (20/12).

Baca Juga:

AKP Robin Siap Bongkar "Borok" Komisioner KPK Lili Pintauli

Robin menyebut, JPU KPK tidak adil dalam memberikan tuntutan. Pasalnya, hukuman penjara yang diminta jaksa disamakan dengan Juliari yang telah menerima suap lebih besar darinya.

"Menteri tersebut (Juliari) adalah menteri yang jelas-jelas memiliki jabatan dan kewenangan terkait dengan pekerjaannya, dan jabatan dan kewenangannya menerima uang suap sebesar puluhan miliar tersebut, yang besarnya 16 kali lipat dari yang saya terima," tegas dia.

Robin juga menilai hukuman penjara 12 tahun tidak pantas untuk dirinya. Dia mengklaim tindakannya tidak membuat proses penanganan beberapa kasus yang diamankannya di KPK berhenti.

"Saya hanya melakukan penipuan dengan memanfaatkan jabatan saya sebagai penyidik KPK dan saya sama sekali tidak memiliki kewenangan terkait kasus-kasus dalam perkara ini yaitu yang melibatkan M Syahrial, M Azis Syamsuddin dan Aliza Gunado, Ajay M Priatna, Usman Effendy, dan Rita Widyasari," kata Robin.

Baca Juga:

Saksi Sebut Azis Syamsuddin Aktif Minta Bantuan Robin Urus Perkara di KPK

Dalam perkara ini, Robin dituntut 12 tahun penjara oleh JPU KPK. Jaksa meyakini mantan penyidik KPK asal Polri itu menerima suap dalam penanganan sejumlah kasus korupsi di lembaga antirasuah.

Jaksa juga meminta majelis hakim menjatuhkan hukuman pembayaran uang pengganti senilai Rp 2,32 miliar kepada Robin dalam jangka waktu satu bulan usai putusan berkekuatan hukum tetap. (Pon)

Baca Juga:

Eks Penyidik KPK AKP Robin Bakal Bersaksi di Sidang Azis Syamsuddin

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Sulitnya Pedagang Pasar Jual Minyak Goreng Curah Rp 14 Ribu Per Liter
Indonesia
Sulitnya Pedagang Pasar Jual Minyak Goreng Curah Rp 14 Ribu Per Liter

Muhammad Lutfi menggandeng Kapolri, untuk menjaga pasokan minyak goreng dan tidak memberi ampun kepada mafia yang menyebabkan minyak goreng langka.

Bali Siapkan Konsep Berbeda Buat Pertemuan G20
Indonesia
Bali Siapkan Konsep Berbeda Buat Pertemuan G20

Jokowi kerap berbicara kepadanya agar memberikan suasana yang baru di Bali.

Jakpro Matangkan Rencana Pembangunan Stasiun KRL di JIS
Indonesia
Jakpro Matangkan Rencana Pembangunan Stasiun KRL di JIS

Menurut Iwan, keberadaan kereta di JIS dibutuhkan untuk mengangkut penonton ke stadion berstandar internasional dengan kapasitas 82 ribu penonton itu.

KPK Setop Penyelidikan Kasus Dugaan Korupsi Formula E Jika tak Temui Unsur Pidana
Indonesia
KPK Setop Penyelidikan Kasus Dugaan Korupsi Formula E Jika tak Temui Unsur Pidana

"Penyelidikan ini yang dicari adalah peristiwa pidananya dulu. Apakah ada atau tidak, kalau kemudian tidak ada (peristiwa pidananya) ya tidak dilanjutkan," ucap Ali

3 Fokus Kebijakan Pemerintah Atasi Krisis Pangan Jelang Puasa dan Lebaran
Indonesia
3 Fokus Kebijakan Pemerintah Atasi Krisis Pangan Jelang Puasa dan Lebaran

Untuk mengatasi itu, pemerintah merumuskan kebijakan dengan berfokus pada 3 aspek ketahanan pangan yakni ketersediaan, keterjangkauan, dan keamanan pangan dalam menghadapi bulan Ramadan dan Idul Fitri.

Wagub Riza Minta Citayam Fashion Week Tidak Digelar Setiap Hari
Indonesia
Wagub Riza Minta Citayam Fashion Week Tidak Digelar Setiap Hari

Kegiatan 'Citayam Fashion Week' dengan peragaan cat walk di zebra cross tidak dilakukan setiap hari. Mengingat saat ini sudah mulai masuk sekolah.

Karanganyar Berstatus PPKM Level 4, Bupati Buka Tempat Wisata
Indonesia
Karanganyar Berstatus PPKM Level 4, Bupati Buka Tempat Wisata

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar, Jawa Tengah memberikan kelonggaran dalam aturan PPKM level 4 COVID-19 dengan membuka tempat wisata.

Pemberi Suap Sudah Meninggal, Maming Jadi Tersangka Tunggal
Indonesia
Pemberi Suap Sudah Meninggal, Maming Jadi Tersangka Tunggal

Pemberi suap pemulusan terhadap mantan Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming sudah meninggal dunia.

Polisi Bongkar Home Industri Pil Inex Palsu di Johar Baru
Indonesia
Polisi Bongkar Home Industri Pil Inex Palsu di Johar Baru

Polres Metro Jakarta Pusat membongkar kasus home industri pembuatan inex palsu di kawasan Johar Baru, Jakarta Pusat.

BNPT Deteksi Penggalangan Simpatisan Kemenangan Taliban di Indonesia
Indonesia