Proses PPDB Picu Keberatan dan Sulitkan Orang Tua Peserta Didik Seorang ibu mendampingi anaknya belajar di rumah saat kegiatan belajar di sekolah dihentikan sementara selama PSBB Kota Pekanbaru. ANTARA FOTO/FB Anggoro/hp.

MerahPutih.com - Komisioner Bidang Pendidikan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti mengakui banyak keluhan dari masyarakat terkait proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) yang berlangsung di tengah pandemi virus corona.

Permasalahan yang diadukan, kata dia, antara lain terkait dengan keberatan usia pendaftaran yang menjadi salah satu indikator seleksi PPDB di DKI Jakarta.

Baca Juga:

15 Juni Jadwal Pendaftaran PPDB DKI, Begini Proses dan Dokumen yang Harus Dilengkapi

Kemudian, soal protokol kesehatan mencegah penularan COVID-19 yang tidak diterapkan secara ketat, baik oleh orang tua dan juga panitia, seperti tidak memakai masker dan tak menjaga jarak.

Masuk juga pengaduan lantaran adanya keberatan dengan kebijakan jalur prestasi yang dijadwalkan belakangan setelah jalur zonasi murni. Kemudian, keberatan dengan kebijakan syarat domisili minimal satu tahun.

"Lalu, keberatan dengan syarat jalur prestasi yang tidak sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 44 Tahun 2019 tentang PPDB," kata Retno kepada wartawan di Jakarta, Jumat (12/6).

Retno berujar, keluhan terkait masalah kekeliruan data pendaftar seperti mengisi asal sekolah, jalur yang seharusnya reguler menjadi jalur afirmasi, keliru mengisi keterangan fisik, dan juga pengaduan karena kesulitan login yang mengakibatkan anak terlambat didaftarkan.

Sementara itu, di antara pengaduan-pengaduan tersebut, KPAI juga menemukan sejumlah orang tua masih belum paham cara mendaftar PPDB secara daring karena tidak memahami teknologi, sehingga mereka minta didaftarkan oleh KPAI.

"Ada juga kendala lambatnya server PPDB yang mendorong banyak pendaftar untuk datang langsung ke kantor Dinas Pendidikan Kota Bekasi," jelas Retno.

Komisioner Bidang Pendidikan KPAI Retno Listyarti dalam Webinar bertema PPDB dan Tahun Ajaran 2020: Berburu Sekolah di Tengah Pandemi COVID-19, Jakarta, Kamis (11/6/2020). (ANTARA/Katriana)
Komisioner Bidang Pendidikan KPAI Retno Listyarti dalam Webinar bertema PPDB dan Tahun Ajaran 2020: Berburu Sekolah di Tengah Pandemi COVID-19, Jakarta, Kamis (11/6/2020). (ANTARA/Katriana)

Selanjutnya kendala server yang bermasalah contohnya di Sumatra Utara. Penyelenggara terpaksa membuka pendaftaran tahap dua. Proses verifikasi yang lambat karena verifikator kesulitan membaca hasil scan data pendaftar yang dikirim ke server turut menambah daftar masalah PPDB tahun ini.

Ia menilai, sistem PPDB berdasarkan sistem zonasi mesti dipertahankan. Kebijakan zonasi ini lebih sejalan dengan hak asasi manusia (HAM) dan mengedepankan hak anak.

"Kebijakan zonasi sejalan dengan hak asasi manusia terutama hak mengakses pendidikan berkualitas dan berkeadilan bagi semua anak tanpa memandang status sosial dan kemampuan akademik," kata Retno.

Retno berujar, zonasi juga sejalan dengan kepentingan terbaik bagi anak. Karena sistem zonasi mendekatkan jarak rumah ke sekolah.

"Dan ini suatu kebijakan yang sejalan dengan kepentingan terbaik anak sebagaimana prinsip yang tertuang dalam konvensi hak anak," lanjut Retno.

Baca Juga:

PPDB 2020 Dinilai Terlalu Dipaksakan

Dia menyebut, sistem zonasi bahkan lebih baik daripada sistem kecerdasan akademik. Tak semua siswa memiliki kemampuan tersebut.

"Ini kan akhirnya hak mereka untuk mendapat sekolah yang dekat dari rumah tidak terpenuhi," ujarnya.

Hal ini juga akhirnya yang mendukung satu wilayah untuk peduli pendidikan. Menyadari di wilayahnya tidak ada sekolah negeri, pemerintah setempat pun tampak bergegas mendirikan layanan pendidikan.

"Lalu yang terjadi di wilayah pemukiman baru, misalnya Pemerintah Kota Bekasi bikin sekolah baru, bahkan ada tujuh di tiga tahun terakhir. Jumlah sekolah bertambah, akhirnya wilayah lebih peduli pendidikan," tutup mantan Kepala Sekolah SMAN 3 Jakarta ini. (Knu)

Baca Juga:

Sistem PPDB Online Bikin Bingung Orang Tua Murid

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
2.708 Pasien COVID-19 Tanpa Gejala Diisolasi di RSD Wisma Atlet
Indonesia
2.708 Pasien COVID-19 Tanpa Gejala Diisolasi di RSD Wisma Atlet

Sebanyak 2.708 pasien positif COVID-19 tanpa gejala tengah menjalani isolasi mandiri dan perawatan di Tower 4-7 Wisma Atlet Kemayoran.

Lebih dari 160 Ribu Personil Gabungan Amankan Libur Panjang Akhir Bulan Ini
Indonesia
Lebih dari 160 Ribu Personil Gabungan Amankan Libur Panjang Akhir Bulan Ini

Korlantas Polri pun menyiapkan rencana pengamanan dan lain-lain, sebagai upaya memutus penyebaran COVID-19

Polisi Tunda Pemeriksaan Bupati Bogor Ade Yasin
Indonesia
Polisi Tunda Pemeriksaan Bupati Bogor Ade Yasin

Pemeriksaan Bupati Bogor, Ade Yasin, kemungkinan ditunda karena yang bersangkutan dinyatakan positif COVID-19.

 Pemprov DKI dan Kemensos Sepakat Beri Rp1 Juta Bagi Warga Terdampak COVID-19
Indonesia
Pemprov DKI dan Kemensos Sepakat Beri Rp1 Juta Bagi Warga Terdampak COVID-19

Anies menerangkan, Pemprov DKI memiliki tanggung jawab memberikan bantuan untuk 1,1 juta orang di DKI. Total warga yang harus dibantu adalah 3,7 juta orang.

Wahyu Setiawan Pakai Uang Suap Rp40 Juta untuk Karaoke Bareng Politisi PDIP
Indonesia
Wahyu Setiawan Pakai Uang Suap Rp40 Juta untuk Karaoke Bareng Politisi PDIP

Agustiani menambahkan, Wahyu mengaku berkaraoke dengan Saeful Bahri, kuasa hukum PDIP, Donny Istiqomah serta Wakil Ketua Komisi II DPR dari Fraksi PDIP Arief Wibowo

Gegara Djoko 'Joker' Tjandra, Anak Buah Anies Bakal Digugat
Indonesia
Gegara Djoko 'Joker' Tjandra, Anak Buah Anies Bakal Digugat

Bersamaan aduan terhadap Dirjen Imigrasi atas lolosnya Joko S Tjandra keluar-masuk Indonesia

 Puluhan Pelaku Penyebar Hoaks Corona Dijadikan Tersangka
Indonesia
Puluhan Pelaku Penyebar Hoaks Corona Dijadikan Tersangka

Asep menambahkan, Polri terus melakukan patroli siber untuk mencegah beredarnya berita-berita hoaks di media sosial yang meresahkan warganet.

Pimpinan DPRD DKI Apresiasi 'Blusukan' Risma
Indonesia
Pimpinan DPRD DKI Apresiasi 'Blusukan' Risma

Istilahnya pemimpin yang baik itu 'Mencontohkan dengan Tindakan'

Insiden Bagi-Bagi Bansos 'Nasi Anjing' untuk Warga Warakas Berujung Pidana
Indonesia
Insiden Bagi-Bagi Bansos 'Nasi Anjing' untuk Warga Warakas Berujung Pidana

Sejauh ini memang telah diketahui kalau isi 'nasi anjing' itu bahannya halal.

6 Ribu Orang Sudah Keluar Jakarta Gunakan Kereta
Indonesia
6 Ribu Orang Sudah Keluar Jakarta Gunakan Kereta

Menjelang Natal 2020, ribuan orang telah melakukan perjalanan ke daerah tujuan dengan moda kereta api.