Proses Hukum Jalan Terus, Ahok Tolak Maafkan Dua Pelaku Penghina Keluarganya Tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik terhadap Ahok di Mako Polda Metro Jaya, Kamis (6-8-2020). ANTARA/HO-Polda Metro Jaya

MerahPutih.com - Meski kedua tersangka dugaan pencemaran nama baik terhadap Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) KS dan EJ telah meminta maaf, namun polisi menegaskan kasus ini belum berhenti.

Pasalnya, hingga kini belum ada pernyataan langsung dari Ahok maupun pengacaranya untuk mencabut laporan polisi yang dibuat.

Maka dari itu, proses hukum kasus tersebut hingga kini masih berlangsung.

Baca Juga:

Ingat Umur, Pelaku Penghinaan Ahok Tak Sanggup Jika Harus Dipenjara

"Jadi belum ada pernyataan pelapor memaafkan yang bersangkutan atau mencabut laporan tidak ada. Proses masih berjalan," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dihubungi wartawan, Jumat (7/8).

Alih-alih kasus dihentikan, polisi malah telah masuk ke tahap menyusun berkas kasus ini agar segera bisa dikirim ke pihak kejaksaan.

Dalam perjalanannya, kedua pelaku tidak ditahan dan hanya dikenakan wajib lapor.

Salah satu pelaku pencemaran nama baik terhadap Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahja Purnama atau Ahok berinisial KS (MP/Kanugraha)
Salah satu pelaku pencemaran nama baik terhadap Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahja Purnama atau Ahok berinisial KS (MP/Kanugraha)

Hal itu karena ancaman hukuman keduanya tak sampai di atas lima tahun penjara.

Mereka dikenakan pasal 27 ayat 3 juncto pasal 45 ayat 3 Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Sekarang perkembangan kita melengkapi berkas perkara yang ada untuk segera kita kirimkan ke jaksa penuntut umum (JPU)," ujar dia.

Baca Juga:

Polisi Tidak Tahan Tersangka Penghina Keluarga Ahok

Sebelumnya diberitakan, Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahja Purnama alias Ahok membuat laporan polisi terkait dugaan pencemaran nama baik terhadap diri dan keluarganya. Laporan dibuat ke Polda Metro Jaya.

Menurut kuasa hukum Ahok, Ahmad Ramzy laporan dibuat 17 Mei 2020 lalu. Di mana laporan diterima oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya dengan Nomor Polisi LP/2885/V/YAN 25/2020/SPKT PMJ/Tanggal: 17 Mei 2020. Dugaan pencemaran nama baik yang menimpa kliennya terjadi di media sosial. (Knu)

Baca Juga:

Pelaku Hina Ahok karena Tak Suka Veronica Tan Diceraikan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pengacara Sesumbar Djoko Tjandra tidak Takut Dicokok, Tapi kok Sidang Mangkir Terus?
Indonesia
Pengacara Sesumbar Djoko Tjandra tidak Takut Dicokok, Tapi kok Sidang Mangkir Terus?

Kuasa hukum berdalih Djoko Tjandra mangkir sidang PK karena sakit.

Cara Seniman Mural Surabaya Protes Tuntutan Terdakwa Penyiram Novel Baswedan
Indonesia
Cara Seniman Mural Surabaya Protes Tuntutan Terdakwa Penyiram Novel Baswedan

Xgo juga menjelaskan bahwa mural yang dibuat komunitasnya merupakan bentuk judul sarkas

Tak Perlu Ekstrem Hilangkan Barbuk Djoko Tjandra Maupun Jaksa Pinangki
Indonesia
Tak Perlu Ekstrem Hilangkan Barbuk Djoko Tjandra Maupun Jaksa Pinangki

Jika benar kebakaran itu disengaja maka hal tersebut amat berisiko bagi Kejaksaan Agung

Pemprov DKI Akui Kewalahan Atur Pengunjung Pasar Tanah Abang
Indonesia
Pemprov DKI Akui Kewalahan Atur Pengunjung Pasar Tanah Abang

Pemprov DKI Jakarta mengaku kewalahan mengatur pengunjung yang datang ke Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, karena jumlahnya banyak dan tak sebanding dengan petugas yang berjaga.

Polisi Sebut John Kei Dalang Perencanaan Pembunuhan Nus Kei
Indonesia
Polisi Sebut John Kei Dalang Perencanaan Pembunuhan Nus Kei

Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sujana mengatakan, John Kei memerintahkan anak buahnya melalui handphone.

Ini Lokasi Tertularnya Tiga Karyawan RRI Jakarta yang Positif COVID-19
Indonesia
Awak KRI Nanggala 402 Diduga Sempat Hendak Selamatkan Diri saat Kondisi Darurat
Indonesia
Awak KRI Nanggala 402 Diduga Sempat Hendak Selamatkan Diri saat Kondisi Darurat

Escape suit MK11 menjadi salah satu barang milik KRI Nanggala 402 yang ditemukan oleh ROV (remote operation vehicle) MV Swift Rescue dari Singapura.

Ramai-ramai Tolak Aksi Bela Rizieq Shihab di Istana Negara
Indonesia
Ramai-ramai Tolak Aksi Bela Rizieq Shihab di Istana Negara

Namun, kegiatan yang mengundang massa itu menuai penolakan dari masyarakat terutama di media sosial. Pasalnya, aksi unjuk rasa tersebut dilaksanakan di tengah pandemi COVID-19.

Satgas COVID-19 Ajak Semua Orang Saling Mendukung
Indonesia
Satgas COVID-19 Ajak Semua Orang Saling Mendukung

Penanganan COVID-19 Doni Monardo meminta semua pihak untuk saling mendukung dalam penangan penyebaran virus corona.

Soal SKB 3 Menteri, KPAI: Harus Ada Pembinaan dan Sanksi Tegas
Indonesia
Soal SKB 3 Menteri, KPAI: Harus Ada Pembinaan dan Sanksi Tegas

Jika terjadi pelanggaran dalam ketentuan dalam SKB 3 Menteri tersebut, maka diatur ketentuan pihak yang dapat memberikan sanksi