Kesehatan
Prosedur Transplantasi untuk Leukemia Sembuhkan Pasien Tertua HIV Setelah transplantasi, diikuti kemoterapi, pasien City of Hope berhenti memakai ARV pada Maret 2021. (freepik/freepik)

PASIEN tertua dengan HIV berhasil sembuh setelah menerima transplantasi sel induk untuk leukemia. Demikian dilaporkan para peneliti, Rabu (27/7). Transplantasi tersebut direncanakan untuk mengobati leukemia pada pasien yang sekarang berusia 66 tahun itu. Para dokter kemudian mencari donor yang secara alami resisten terhadap virus penyebab AIDS. Mekanisme itu sebelumnya sudah menyembuhkan 'Pasien Berlin', Timothy Ray Brown, pada 2007.

Pasien tertua itu merupakan yang keempat yang disembuhkan dengan transplantasi sel induk. Dia dikenal sebagai pasien 'City of Hope' yang diambil dari nama fasilitas kesehatan di Duarte, California, AS, tempat dia dirawat. Nama itu diberikan karena dia tidak ingin diidentifikasi.

BACA JUGA:

Buah Tinggi Kandungan Air, Cara Enak Menghidrasi Tubuh

Selain menjadi yang tertua, pasien tersebut juga memiliki HIV paling lama. Dia didiagnosis pada tahun 1988, kondisi yang digambarkannya sebagai “hukuman mati” yang membunuh banyak temannya.

Pasien tersebut telah menjalani terapi antiretroviral (ARV) untuk mengontrol kondisinya selama lebih dari 30 tahun.

darah
Pasien tertua itu merupakan yang keempat yang disembuhkan dengan transplantasi sel induk. (Foto: freepik/kjpargeter)

Dokter yang mempresentasikan data menjelang pertemuan International Aids Society (IAS) 2022 mengatakan, kasus tersebut membuka potensi pasien yang lebih tua dengan HIV dan kanker darah untuk mengakses pengobatan, terutama karena donor sel induk bukan berasal dari anggota keluarga.

Menggambarkan cara penyembuhan tersebut sebagai "cawan suci", presiden terpilih IAS Sharon Lewin mengatakan, kasus "City of Hope" memberikan harapan berkelanjutan dan inspirasi bagi orang dengan HIV dan komunitas ilmiah yang lebih luas, meskipun pengobatannya tidak mungkin menjadi pilihan bagi kebanyakan orang dengan HIV karena risiko prosedur.

Para ilmuwan berpikir prosesnya berhasil karena sel induk individu pendonor memiliki mutasi genetik yang spesifik dan langka yang berarti mereka kekurangan reseptor yang digunakan oleh HIV untuk menginfeksi sel.

BACA JUGA:

Waspadai Penyakit Menular di Lingkungan Anak Bersekolah

Setelah transplantasi tiga setengah tahun lalu, yang diikuti kemoterapi, pasien City of Hope berhenti memakai ARV pada Maret 2021. Dia sekarang telah dalam kondisi remisi dari HIV atau bebas dari HIV dan leukemia selama lebih dari setahun. Tim tersebut melaporkan seperti yang diberitakan The Guardian (29/7).

Di seluruh dunia, penurunan infeksi HIV baru selama bertahun-tahun sedang dalam grafik mendatar. Lebih buruk lagi, kasus mulai meningkat di beberapa bagian Asia dan Pasifik di mana mereka sebelumnya telah jatuh, menurut Joint United Nations Programme on HIV/Aids UNAids.

Berdasarkan data UNAids, pandemi COVID-19 telah menggagalkan upaya global untuk mengatasi HIV, termasuk pembalikan kemajuan di kawasan berpenduduk terpadat di dunia itu, Asia dan Pasifik. Kemajuan yang diraih dengan susah payah telah terhenti, menempatkan jutaan nyawa dalam bahaya, menurut laporan itu.

HIV
Jumlah orang yang menggunakan pengobatan HIV yang menyelamatkan jiwa tumbuh lebih lambat tahun lalu. (Foto: freepik/freepik)

Jumlah orang yang menggunakan pengobatan HIV yang menyelamatkan jiwa tumbuh lebih lambat tahun lalu daripada dalam satu dekade. Ketimpangan semakin melebar. Setiap dua menit, seorang gadis remaja atau perempuan muda baru saja terinfeksi dan di Afrika sub-Sahara mereka tiga kali lebih mungkin tertular HIV dibandingkan anak laki-laki dan laki-laki pada usia yang sama. Demikian menurut data 2021. Dan, sebanyak 650.000 orang meninggal karena penyakit terkait AIDS tahun lalu, menurut laporan tersebut.

“Ini adalah peringatan bagi dunia untuk mengatakan bahwa COVID-19 telah membuat respons AIDS secara signifikan keluar jalur,” kata wakil direktur eksekutif UNAids Matthew Kavanagh.

Pada kenyataannya, kondisi tersebut mungkin lebih buruk, mengingat tes HIV melambat atau bahkan berhenti di banyak tempat ketika COVID-19 melanda, hal itu membuat lebih banyak lagi penyebaran virus yang tidak terhitung.(aru)

BACA JUGA:

Efek Film Horor bagi Kesehatan Mental

Estrogen Kunci untuk Kulit Lebih Baik
Fun
Risiko Cacar Monyet pada Anak Masih Rendah
Fun
Estrogen Kunci untuk Kulit Lebih Baik
Fun
Risiko Cacar Monyet pada Anak Masih Rendah
Fun
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ducati Lenovo Raih Gelar Moto GP Constructors Dua Tahun Berturut-turut
Fun
Ducati Lenovo Raih Gelar Moto GP Constructors Dua Tahun Berturut-turut

Kerjasama antara teknologi Lenovo dengan Ducati telah membantu tim berinovasi.

R.L. Stine Kembali dengan Serial Horor Klasik Just Beyond
ShowBiz
R.L. Stine Kembali dengan Serial Horor Klasik Just Beyond

Serial antologi tersebut mengeksplorasi perjuangan remaja yang ....

James McAvoy Bakar Video Game Demi Tidak Kecanduan
Fun
James McAvoy Bakar Video Game Demi Tidak Kecanduan

James McAvoy ketagihan sampai-sampai membakar video game.

Bandai Namco Garap Metaverse Gundam
Fun
Bandai Namco Garap Metaverse Gundam

Selain Gundam Metaverse, konferensi Gundam Ketiga juga menyertakan pengumuman serial anime baru.

Semoga 'Lokapala' di PON Papua XX 2021 Menginspirasi Developer Lokal
Fun
Semoga 'Lokapala' di PON Papua XX 2021 Menginspirasi Developer Lokal

Lokapala dipertandingkan di Pon Papua XX 2021.

Makanan Terbaik Untuk Pertumbuhan Rambut Lebih Cepat
Fun
 Siap Jatuh Cinta di Konser Spektakuler 36 Kahitna
Fun
Siap Jatuh Cinta di Konser Spektakuler 36 Kahitna

Digelar di JIExpo Convention Centre & Theatre.

Teknik Self-Care yang Harus Dihindari
Fun
Teknik Self-Care yang Harus Dihindari

Berhentilah mengatakan pada diri sendiri bahwa semuanya baik-baik saja jika kamu tidak merasa seperti itu.

Ini Keinginan LeBron James Setelah Pensiun
ShowBiz
Ini Keinginan LeBron James Setelah Pensiun

LeBron James memiliki rencana menarik setelah pensiun.

Garena Beri Tunjangan Pendidikan dan Pelatihan untuk Timnas Free Fire Indonesia
Fun
Garena Beri Tunjangan Pendidikan dan Pelatihan untuk Timnas Free Fire Indonesia

Garena Indonesia, memberikan sebuah apresiasi bagi para atlet esports yang berprestasi di SEA Games 2021 senilai Rp 1 miliar