Propam Polresta Bogor Tangkap Polisi Tilang Pengendara Rp 2,2 juta Ilustrasi polisi. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Oknum anggota Polsek Tanah Sareal berinisial Bripka SAS ditangkap dan ditahan Propam Polresta Bogor buntut aksinya yang menilai seorang pengendara motor sebesar Rp 2,2 juta.

Peristiwa ini sempat viral di media sosial dan kemudian ditindak lanjuti oleh kepolisian dengan melakukan penyelidikan.

Baca Juga

10 Persiapan Wajib Mudik Versi Jenderal Polisi Bintang Dua

"Sejak informasi yang beredar di media sosial pada hari Sabtu, 23 April 2022, jajaran Propam merespons dengan serius dan cepat untuk melaksanakan penyelidikan dan mengumpulkan bukti-bukti awal," kata Kapolresta Bogor Kota, Kombes Susatyo Purnomo Condro kepada wartawan, Senin (25/4).

Berdasarkan penyelidikan dan mengumpulan bukti, lanjut Tyo, SAS melanggar Pasal 3 huruf C, pasal 6 huruf F, pasal 6 huruf W, Perkap No 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Polri.

Perkap itu menyatakan, setiap anggota Polri dilarang menyalahgunakan wewenang dan wajib menjunjung tinggi kehormatan dan martabat pemerintah dan Polri.

"Dalam waktu dekat segera akan dilakukan persidangan kode etik Polri dengan ancaman sanksi pemberhentian atau dipecat tidak dengan hormat," kata Tyo yang juga mantan Wakapolres Metro Jakarta Pusat dan Kapolres Sukabumi ini.

Baca Juga

Oknum Anggota Polres Wonogiri yang Ditembak Ternyata Polisi Bermasalah

Tyo yang juga adik kandung Dirlantas Polda Metro Kombes Sambodo Purnomo Yogo ini menjelaskan aksi penilangan yang dilakukan Alfred itu terjadi pada Sabtu (23/4) sekitar pukul 04.00 WIB di Jalan Raya Pajajaran, Kota Bogor.

Kala itu, SAS sedang dalam perjalanan pulang menuju kediamannya dan menemukan seorang pengendara motor yang tidak dilengkapi dengan perlengkapan kendaraan dan surat-surat kendaraan.

Pemotor itu lantas dimintai uang sebesar Rp 2,2 juta oleh Alfred dengan dalih telah melanggar aturan lalu lintas. Padahal, pengendara sudah meminta surat tilang, namun tak diberikan.

"Motifnya melakukan perbuatan tersebut untuk mencari keuntungan pribadi," kata Tyo yang memiliki hobi memelihara burung ini. (Knu)

Baca Juga

Polisi Usahakan Terapkan Keadilan Restoratif Pada Kasus Pedagang di Bogor Ngadu ke Jokowi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[Hoaks atau Fakta]: Vaksin COVID-19 Rencana Depopulasi Manusia
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Vaksin COVID-19 Rencana Depopulasi Manusia

Dalam foto tangkapan layar kedua, disebutkan bahwa metode pemeriksaan Covid-19 telah dipatenkan oleh Rothschild di tahun 2015. Faktanya, di tahun 2015 Rothschild mengajukan paten untuk sistem pengumpulan data biometrik.

Polemik Celeng Vs Banteng di PDIP, Aria Bima: Kader Jangan Kebablasan
Indonesia
Polemik Celeng Vs Banteng di PDIP, Aria Bima: Kader Jangan Kebablasan

"Dinamika politik itu hal biasa, tetapi jangan kebablasan," kata dia.

Sampah Kota Bandung Diprediksi Bertambah 60 Ton di Hari Lebaran
Indonesia
Sampah Kota Bandung Diprediksi Bertambah 60 Ton di Hari Lebaran

Masyarakat bisa memisahkan sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik, bisa diolah dijadikan pupuk kompos.

KSP Minta Pemda Turut Awasi Harga Minyak Goreng Curah
Indonesia
KSP Minta Pemda Turut Awasi Harga Minyak Goreng Curah

Kantor Staf Presiden (KS) meminta, pemerintah daerah turut dilibatkan untuk mengawasi pemberlakuan HET minyak goreng curah.

Kalau Vaksin Tersedia, Pemkot Bandung Janji 70 Persen Warga Disuntik Dalam 2 Bulan
Indonesia
Kalau Vaksin Tersedia, Pemkot Bandung Janji 70 Persen Warga Disuntik Dalam 2 Bulan

Yana menjelaskan dari jumlah penduduk Kota Bandung sebanyak 2,5 juta jiwa, ditargetkan sekitar 1,8 juta warga kota bandung yang harus mendapatkan vaksinasi.

Kerugian Negara Kasus Asabri Harus Nyata dan Pasti Jumlah
Indonesia
Kerugian Negara Kasus Asabri Harus Nyata dan Pasti Jumlah

Pengembalian kerugian negara yang diutamakan, bukan hanya penghukuman badan.

Strategi Kapolri Kejar Target Vaksinasi 70 Persen di Hari Kemerdekaan RI
Indonesia
Strategi Kapolri Kejar Target Vaksinasi 70 Persen di Hari Kemerdekaan RI

Perlu ada pengorganisasian yang bagus kemudian strategi yang bagus

Jelang PTM, UGM Siapkan Kantin dan Ruang Istirahat Khusus
Indonesia
Jelang PTM, UGM Siapkan Kantin dan Ruang Istirahat Khusus

Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta akan menggelar kuliah tatap muka terkendali akhir Oktober 2021.

Jakarta Terancam Tenggelam, PSI Minta Anies Hentikan Segera Eksploitasi Air Tanah
Indonesia
Jakarta Terancam Tenggelam, PSI Minta Anies Hentikan Segera Eksploitasi Air Tanah

PSI DPRD DKI Jakarta meminta kepada Pemprov untuk segera menghentikan eksploitasi air tanah, guna mengantisipasi ibu kota dari ancaman tenggelam.

Wakil Ketua Komisi II Minta Mendagri Tegur APDESI
Indonesia
Wakil Ketua Komisi II Minta Mendagri Tegur APDESI

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Junimart Girsang meminta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian diminta untuk menegur APDESI telah melakukan kegiatan politik praktis dengan mendukung perpanjangan jabatan Presiden Joko Widodo (Jokowi).