Propam Cek Adanya Tindakan Bela Diri Anggota Polri dalam Baku Tembak dengan Pengawal Rizieq Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo. (ANTARA/ HO-Polri)

Merahputih.com - Investigasi yang dilakukan Divisi Profesi dan Pengamanan (Div Propam) Polri pada kasus tewasnya enam laskar Front Pembela Islam (FPI) untuk mengetahui apakah tindakan bela diri anggota Polda Metro Jaya dengan menembak mati enam laskar FPI itu sesuai Peraturan Kapolri Nomor 1 dan 8 Tahun 2009 atau tidak.

"Akibat penyerangan itu, ada tindakan kepolisian yang menyebabkan penyerang meninggal dunia," ujar Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo di Jakarta, Rabu (9/12).

Baca Juga:

Muhammadiyah: Peristiwa FPI Jangan Tutupi Kasus Korupsi

Sambo menjelaskan soal penggunaan kekuatan oleh anggota Polri diatur dalam Perkap Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian.

Mobil ambulans jenazah berlogo Front Pembela Islam (FPI) di depan lobi IGD RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (8/12/2020). (ANTARA/Andi Firdaus).

Sementara Perkap Nomor 8 Tahun 2009 tentang Implementasi Prinsip dan Standar Hak Asasi Manusia dalam Penyelenggaraan Tugas Kepolisian Negara Republik Indonesia.

"Kalau sesuai penggunaan kekuatannya berdasarkan Perkap, akan disampaikan secara transparan," katanya dikutip Antara.

Baca Juga:

GP Ansor Heran Anggota FPI Pengawal Rizieq Punya Senpi Hingga Sajam

Sambo menegaskan keterlibatan Divisi Propam terkait ditembaknya enam laskar FPI, bukan karena adanya indikasi pelanggaran.

"Kami memang bertugas mengecek penggunaan kekuatan sudah sesuai Perkap atau belum," tutur Sambo. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Saefullah Meninggal, Tito Doakan yang Terbaik untuk Keluarga
Indonesia
Saefullah Meninggal, Tito Doakan yang Terbaik untuk Keluarga

Saefullah merupakan pria kelahiran Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, 11 Februari 1964

Pasien COVID-19 di Indonesia Tembus 500 Ribu
Indonesia
Pasien COVID-19 di Indonesia Tembus 500 Ribu

Maka total kasus COVID-19 di Indonesia menjadi 502.110.

Biden Bakal Kumpulkan Sekutu Lawan Tiongkok
Dunia
Biden Bakal Kumpulkan Sekutu Lawan Tiongkok

Biden diyakini memenangkan Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat, mengalahkan petahana Donald Trump .

Subsidi Ongkir Diharapkan Diberikan Langsung Pada Perusahaan Ekspedisi
Indonesia
Subsidi Ongkir Diharapkan Diberikan Langsung Pada Perusahaan Ekspedisi

Pemerintah menyiapkan dana Rp500 miliar untuk menyubsidi ongkos kirim dari pembelian barang melalui daring (online) pada Harbolnas yang berlangsung pada H-10 atau H-5 menjelang Idul Fitri 1422 Hijriah.

Kemenkumham Bakal Umumkan Penerimaan CPNS Pada 30 Mei
Indonesia
Kemenkumham Bakal Umumkan Penerimaan CPNS Pada 30 Mei

Informasi penerimaan CPNS Kemenkumham secara resmi hanya akan disampaikan dalam website resmi Kemenkumham yaitu cpns.kemenkumham.go.id

[Hoaks atau Fakta]: Guru Dapat Kuota 125GB Gratis Buat Ngajar Online Periode Lebaran
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Guru Dapat Kuota 125GB Gratis Buat Ngajar Online Periode Lebaran

Informasi subsidi kuota internet bagi siswa, mahasiswa, guru, dan dosen hanya dapat diakses pada situs kuota-belajar.kemdikbud.go.id

Haji 2021 Belum Pasti, Kemenag Bikin Tim Manajemen Krisis
Indonesia
Haji 2021 Belum Pasti, Kemenag Bikin Tim Manajemen Krisis

Komisi VIII DPR RI akan membentuk Panitia Kerja untuk membahas dan memutuskan biaya penyelenggaraan Haji bersama Kemenag dan jajaran pemerintah terkait lainnya.

Awal Maret, Pemprov DIY Vaksinasi COVID-19 ke Pedagang Pasar
Indonesia
Awal Maret, Pemprov DIY Vaksinasi COVID-19 ke Pedagang Pasar

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X menjelaskan, pemberian vaksin akan dimulai pada Senin (1/3). Untuk gelombang pertama, vaksinasi akan menyasar para pedagang.

Mangkokku Dapat Dana Rp29 Miliar, Gibran: Tidak Ada Kaitannya dengan Politik
Indonesia
Mangkokku Dapat Dana Rp29 Miliar, Gibran: Tidak Ada Kaitannya dengan Politik

Bisnis startup Mangkokku yang menyajikan rice bowl mendapatkan suntikan perdana senilai USD2 juta (Rp29 miliar) dari firma modal ventura Alpha JWC Ventures yang berbasis di Astralia.

Istana Desak DPR Muluskan Jalan Komjen Listyo Jadi Kapolri
Indonesia
Istana Desak DPR Muluskan Jalan Komjen Listyo Jadi Kapolri

Istana berharap proses calon Kapolri di DPR bisa lebih cepat dari 20 hari.