Promosi Wisata, Sultra Kirim Pemuda Andal ke Mancanegara Tugu Persatuan Kendari ( Foto: thomaspm.wordpress)

MerahPutih.Com - Sektor pariwisata benar-benar andalan bagi sejumlah daerah di Indonesia. Terjadi pergeseran mindset ekonomi dari komoditi ekspor kepada destinasi wisata.

Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam sebuah kesempatan pernah berujar, ke depan sumber devisa Indonesia bukan migas dan non migas tapi pariwisata dan non pariwisata. Pernyataan ini ibarat sebuah peringatan sekaligus pelecut bagi daerah-daerah untuk mengembangkan pariwisata sebagai sumber PAD.

Gayung bersambut, beberapa provinsi sudah mulai merancang strategi pembangunan berbasis pariwisata. Tentu, di luar daerah-daerah yang pariwisatanya sudah lebih dulu mendunia.

Bagi provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) langkah awal menuju pengembangan pariwisata dimulai dari program pemuda andal. Pemuda andal Sulawesi Tenggara yang terpilih mengikuti program pertukaran pemuda dunia mengemban misi mempromosikan potensi pariwisata dan budaya daerah di empat negara tujuan.

Kepala Bidang Pemberdayaan Dinas Pemuda dan Olahraga Sultra La Tandowele di Kendari, Minggu (12/11), mengatakan empat negara yang menjadi tujuan pertukaran pemuda adalah Malaysia, Australia, Kanada dan Jepang.

"Kemitraan antarnegara dalam hal pertukaran antarpemuda sudah terjalin sejak lama. Banyak hal positif yang menguntungkan antarnegara," kata La Tandowele.

Empat pemuda andal Sultra tersebar di Malaysia satu orang, Australia satu orang, Kanada satu orang dan Jepang dua orang.

Selain memporomsikan potensi wisata bahari, wisata sejarah, wisata alam juga duta Indonesia akan memperkenalkan potensi sumber daya alam Sultra, baik sektor pertanian, kelautan, energi maupun hasil hutan.

Kriteria utama mengikuti program pertukaran pemuda antarnegara adalah menguasai bahasa negara tujuan, berwawasan nusantara dan memiliki kemampuan mempromosikan budaya daerah Sultra serta nasional.

"Pemuda yang mengikuti program pertukaran pemuda antarnegara mengemban misi kebangsaan. Mereka dianggap pantas mengangkat harkat dan martabat bangsa," kata Tandowele.

Waktu yang dibutuhkan dalam program pertukaran pemuda bervariasi yakni Malaysia selama dua pekan dan Jepang selama enam bulan.

"Kita semua berharap duta pemuda asal Sultra mampu mengemban misi negara. Mereka harus mampu mengharumkan nama bangsa," katanya.

Purna pertukaran pemuda Indonesia Mardan Putra (31) mengatakan program pertukaran pemuda strategis untuk mempromosikan potensi budaya, seni dan citra bangsa di mata dunia.

"Indonesia dikenal di dunia tetapi melalui program pertukaran pemuda makin mendekatkan dengan negara-negara yang berkeinginan mengunjungi Indonesia," kata Mardan sebagaimana dilansir Antara.

Ia mengharapkan Dinas Pemuda dan Olahraga menyeleksi secara objektif calon peserta pertukaran pemuda Sultra karena membawa identitas negara.(*)



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH