Project Soli: Rahasia Dibalik Fitur Terbaru Pixel 4 Ponsel pintar terbaru keluaran Google (Foto: Twitter/@madebygoogle)

GOOGLE sebentar lagi akan merilis ponsel pinter terbaru mereka, Pixel 4 pada 24 Oktober nanti. Sambil menunggu perilisan tersebut, Google membagikan fitur-fitur yang nantinya dimiliki Pixel 4 lewat Twitter mereka, Selasa (15/10).

Salah satu yang cukup unik dan menarik adalah fitur bernama Motion Sense. Fitur ini memungkinkan pengguna mengganti lagu, mematikan suara panggilan, dan membuka layar ponsel tanpa menyentuh ponsel. Cukup dengan gestur yang telah diatur.

Baca juga:

Mungkinkah Solusi Keterbatasan Pangan Seperti di Dua Film Ini?

Kemampuan Pixel 4 ini berkat berkat adanya sensor radar, atau yang Google memberi nama Project Soli. Teknologi tersebut sudah dimiliki Google sejak tahun 2015. Karena berukuran kecil sensor radar tersebut bisa diimplementasikan ke berbagai perangkat, termasuk ponsel.

Apple Smart Watch akan otomatis menyala begitu penggunanya mengangkat pergelangan tangan (Foto: Apple)
Apple Smart Watch akan otomatis menyala begitu penggunanya mengangkat pergelangan tangan (Foto Apple)

Dilansir dari laman The Verge, salah satu tujuan dibuatnya sensor ini yaitu memaksimalkan kegunaan layar. Namun, fitur-fitur seperti ini sebenarnya sudah dapat dilakukan menggunakan sensor lainnya. Contohnya seperti menggunakan kamera atau akselerometer pada perangkat Apple.

Apa yang membedakan sensor radar dibandingkan yang lain?

Ivan Poupyrev selaku direktur engineering untuk divisi Google's ATAP menjawab pertanyaan tersebut. Sensor radar menggunakan daya lebih kecil dibandingkan kamera. Sedangkan akselerometer saja, tak dapat membaca gerakan manusia.

Baca juga:

Ponsel Pintar dengan Kamera Super Jernih Siap Hadir di Indonesia

Selain itu radar bisa bekerja tanpa perlu melihat penggunanya. Dengan begitu fitur-fitur tersebut tetap dapat bekerja meski ponsel menghadap ke bawah. Atau terhalang oleh benda lainnya.

Menurut Brandon Barbello selaku manajer produk Pixel, radar Pixel 4 mampu menangkap gerakan sedetil gerakan sayap kupu-kupu. Meski begitu pengimplementasian Soli di Pixel 4 masih sangat sederhana.

Gestur setiap orang berbeda-beda dan tidak sama (Foto: Pixabay/niekverlaan)
Gestur setiap orang berbeda-beda dan tidak sama (Foto: Pixabay/niekverlaan)

Hal ini karena teknologi radar milik Google masih terbilang baru, dan masih perlu banyak percobaan sebelum dapat digunakan secara maksimal. Google ingin memastikan bagaimana cara orang menggunakan radar ini terlebih dahulu.

Contohnya seperti fitur mengganti lagu. Gestur yang diatur untuk melakukan fungsi tersebut ialah dengan menggeser tangan ke arah kiri atau kanan. Tapi cara orang menggeser tangan mereka berbeda-beda.

Agar dapat bekerja dengan baik, Google harus mencari kesamaan dari gestur kebanyakan orang. Dengan begitu gestus dari pemilik Pixel 4 tidak bisa disamakan.

Baca juga:

Ponsel Pintar dengan Kamera Super Jernih Siap Hadir di Indonesia

Selain itu mereka juga ingin mencari tahu apakah fitur buatan mereka berguna atau tidak. Contohnya fitur dimana layar ponsel akan menyala bahkan sebelum tangan pengguna memegangnya. Apakah pengguna benar-benar butuh layarnya nyala lebih cepat sebelum mereka meraihnya?

Google sebenarnya tidak menjanjikan sesuatu yang akan merubah hidup dan cara orang menggunakan perangkat mereka. Namun lebih ke arah pengalaman yang lebih baik atau mudah. "Pada akhirnya, teknologi yang banyak digunakan, adalah teknologi yang mudah digunakan," ucap Poupyrev. (sep)


Tags Artikel Ini

Muchammad Yani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH