Progres Renovasi Masjid Istiqlal Lebih Cepat dari Rencana Suasana didalam Masjid Istiqlal (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

Merahputih.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menekankan kepada kontraktor pelaksana renovasi Masjid Istiqlal untuk tidak hanya memaksimalkan fungsi Masjid Istiqlal sebagai tempat ibadah.
Kontraktor diminta memperhatikan arsitektur, seni, estetika. Yang tidak kalah penting adalah tetap mempertahankan pada kaidah-kaidah cagar budaya bangunan masjid.

"Saat ini progresnya sudah 4 persen atau lebih cepat dari rencana. Jumlah pekerja saat ini sekitar 200-an orang, akan ditambah menjadi 400 orang supaya progresnya bisa lebih cepat, harus dikeroyok semua lini," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (22/7).

Baca Juga: Imam Besar Masjid Istiqlal Minta Ulama Pendukung Jokowi dan Prabowo Hentikan Permusuhan

Total luas area Masjid Istiqlal sebesar 109.547 meter persegi dengan luas bangunan sebesar 80.948 meter persegi dengan daya tampung sebanyak 200.000 jamaah. Renovasi yang bersifat menyeluruh dari Masjid Istiqlal baru kali ini dilakukan setelah 41 tahun sejak pertama kali digunakan tahun 1978.

Tampak rupa Masjid Istiqlal pada salah satu arsip foto yang dipamerkan saat Masjid selesai di bangun pada 22 Februari 1978, Masjid Istiqlal dibangun sebagai simbol dari kemerdekaan dan persatuan bangsa Indonesia. Pemancangan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan masjid oleh Presiden pertama RI Ir.Soekarno pada 24 Agustus 1961. Merahputih.com / Dery Ridwansah

Peletakan batu pertama pembangunan Masjid Istiqlal dilakukan pada masa Presiden Sukarno yakni tahun 1951 dan diresmikan oleh Presiden Suharto pada tahun 1978.

"Renovasi Masjid Istiqlal dilaksanakan oleh PT Waskita Karya sebagai kontraktor pelaksana dan PT. Virama Karya selaku konsultan manajemen konstruksi," ujar Basuki.

Baca Juga: Habiskan Hampir Setengah Triliun, Bagian Mana Saja Masjid Istiqlal yang Direnovasi?

Nilai kontrak pelaksanaan renovasi, sebagaimana dikutip Antara, sebesar Rp 465,3 miliar dengan masa pekerjaan 300 hari kalender menggunakan APBN Tahun Jamak (2019-2020). Selama proses renovasi, jamaah tetap dapat melakukan kegiatan ibadah di Masjid Istiqlal. (*)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH