Program Satu Orang Satu Rekening Diharapkan Dongkrak Inklusi Keuangan Indonesia

Dwi AstariniDwi Astarini - 1 jam, 43 menit lalu
Program Satu Orang Satu Rekening Diharapkan Dongkrak Inklusi Keuangan Indonesia

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto Sambangi KPK Bahas Tarif Resiprokal Amerika Serikat

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan program Satu Orang Satu Rekening yang tengah disiapkan pemerintah diharapkan dapat meningkatkan inklusi keuangan nasional hingga 99 persen. Angka tersebut ditargetkan meningkat dari tingkat inklusi keuangan pada 2026 yang mencapai 93,61 persen, sebagaimana tercantum dalam Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK).

Airlangga menyampaikan hal tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), Kamis (22/10).

"Kami siapkan Program Satu Orang Satu Rekening. Dengan program ini, inklusivitas keuangan kita mendekati 99 persen. Jadi naik dari 93 menjadi 99 persen," ujar Airlangga, Kamis (22/10).

Baca juga:

Pimpinan MPR Dukung Penerapan Kebijakan Satu Orang Satu Akun Media Sosial

Program Satu Orang Satu Rekening bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal sehingga semakin banyak masyarakat dapat terhubung dengan sistem keuangan nasional. Melalui program ini, pemerintah berencana mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,28 triliun, termasuk untuk menyediakan setoran awal sebesar Rp 50.000 per rekening.

Airlangga menyebutkan program tersebut akan menyasar 25 juta warga berusia 17 tahun ke atas yang termasuk kelompok desil 1 hingga 4 atau kelompok prasejahtera. "Saat ini datanya disiapkan BRI dan Bank Syariah Indonesia," jelas dia.

Selain melalui program Satu Orang Satu Rekening, pemerintah juga berupaya memperkuat inklusi keuangan melalui berbagai program lainnya.

Salah satunya yakni program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) yang telah diikuti 59,18 juta peserta dengan total dana tabungan mencapai Rp 27 triliun. Program ini bertujuan meningkatkan inklusi dan literasi keuangan sejak dini agar pelajar dapat memahami serta mengelola keuangan dengan baik.

Pemerintah juga memperluas akses pembiayaan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), kredit untuk sektor pertanian dan industri padat karya, serta program perumahan. Berbagai upaya tersebut dikembangkan melalui sejumlah kanal, termasuk Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD). Secara keseluruhan, pemerintah menargetkan penyaluran kredit sebesar Rp 300 triliun pada tahun ini. Hingga 20 Oktober 2026, realisasi penyaluran kredit telah mencapai Rp 257,84 triliun, dengan jumlah penerima sebanyak 4 juta debitur.

Pemerintah juga memperluas akses pembiayaan bagi perempuan prasejahtera melalui penurunan suku bunga kredit. Airlangga menyebut Prabowo telah mengarahkan agar suku bunga kredit bagi kelompok tersebut diturunkan menjadi 8 persen per tahun.

"Arahan terbaru Bapak Presiden, kredit perempuan prasejahtera bunganya diturunkan dari 18 persen sampai 25 persen menjadi 8 (persen) flat per tahun. Jadi sudah dilaksanakan," pungkasnya.(Asp)

Baca juga:

Ternyata Menkeu Belum Hitung Anggaran Buat Pembukaan 200 Juta Rekening Warga Dengan Saldo Rp 50 Ribu

#Airlangga Hartarto #Rekening Bank #Desil
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Program Satu Orang Satu Rekening Diharapkan Dongkrak Inklusi Keuangan Indonesia
Program tersebut akan menyasar 25 juta warga berusia 17 tahun ke atas yang termasuk kelompok desil 1 hingga 4.
Dwi Astarini - 1 jam, 43 menit lalu
Program Satu Orang Satu Rekening Diharapkan Dongkrak Inklusi Keuangan Indonesia
Indonesia
BPK Temukan Rekening Ganda di 75 SPPG, BGN Kembalikan Rp 160,37 Miliar ke Kas Negara
BGN mengembalikan Rp 160,37 miliar ke kas negara atas temuan BPK RI. Hal itu terkait penemuan rekening ganda di 75 SPPG.
Soffi Amira - Kamis, 22 Oktober 2026
BPK Temukan Rekening Ganda di 75 SPPG, BGN Kembalikan Rp 160,37 Miliar ke Kas Negara
Berita
Cara Menurunkan Desil Bansos 2026 di Aplikasi Kemensos, Ini Langkahnya
Panduan lengkap cara menurunkan desil bansos 2026 lewat aplikasi Cek Bansos Kemensos. Ketahui syarat, dokumen, dan solusi jika data DTSEN tidak berubah.
Angga Yudha Pratama - Rabu, 21 Oktober 2026
Cara Menurunkan Desil Bansos 2026 di Aplikasi Kemensos, Ini Langkahnya
Indonesia
10 Juta Warga Minta Bantuan Sosial dan 82 Ribu Berikan Sanggahan Setelah Desil Diluncurkan ke Publik
Masyarakat dapat memanfaatkan fitur usul-sanggah pada aplikasi Cek Bansos, kanal regsosek.bps.go.id, hingga fasilitas aduan cepat Call Center Kemensos di nomor 021-171 dan WhatsApp Lapor di nomor 0887-7171-171.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 14 Oktober 2026
10 Juta Warga Minta Bantuan Sosial dan 82 Ribu Berikan Sanggahan Setelah Desil Diluncurkan ke Publik
Indonesia
Warga Desil 1 sampai 4 Bakal Banyak Terima Bantuan
Pemerintah juga menyiapkan KPR bersubsidi bunga 6 persen bagi masyarakat berpenghasilan tetap sekitar Rp 17 juta untuk rumah hingga Rp 500 juta.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 05 Oktober 2026
Warga Desil 1 sampai 4 Bakal Banyak Terima Bantuan
Indonesia
Pemerintah Siapkan Bermacam Bantuan, Genjot Ekonomi Kuartal IV-2026
Kebijakan itu di antaranya pembukaan rekening untuk warga negara dengan usia 17 tahun ke atas, bantuan pangan, hingga Bantuan Subsidi Upah (BSU).
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Pemerintah Siapkan Bermacam Bantuan, Genjot Ekonomi Kuartal IV-2026
Indonesia
PPh 21 Ditanggung Pemerintah Bakal Diperluas, Pekerja Gaji di Bawah Rp 10 Juta Dapat Keringanan
Pemerintah berencana memperluas PPh 21 Ditanggung Pemerintah untuk pekerja bergaji di bawah Rp 10 juta. Kebijakan ditargetkan mencakup 7,5 juta pekerja.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
PPh 21 Ditanggung Pemerintah Bakal Diperluas, Pekerja Gaji di Bawah Rp 10 Juta Dapat Keringanan
Indonesia
Banyak Warga Tak Lagi Terima Bansos, DPRD DKI Soroti Perubahan Data Desil
DPRD DKI Jakarta meminta pengelolaan data desil dikembalikan kepada Pemprov DKI setelah perubahan pemeringkatan berdampak pada bansos dan KJP.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 September 2026
Banyak Warga Tak Lagi Terima Bansos, DPRD DKI Soroti Perubahan Data Desil
Indonesia
Simpanan Warga di Koperasi Diusulkan Dijamin LPS
Persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan melibatkan Komisi XI DPR RI, termasuk untuk mengamandemen undang-undang yang diperlukan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
Simpanan Warga di Koperasi Diusulkan Dijamin LPS
Indonesia
Antisipasi Risiko Inflasi, Pemerintah Mitigasi El Nino dan Cuaca Ekstrem
Mitigasi dilakukan melalui optimalisasi pengelolaan air irigasi, percepatan dan pengaturan pola tanam, pemetaan wilayah rawan, penguatan early warning system, serta koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID).
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
Antisipasi Risiko Inflasi, Pemerintah Mitigasi El Nino dan Cuaca Ekstrem
Bagikan