Program Bounty dalam Kampanye ICO, Memasarkan Cryptocurrency Program bounty memasarkan ICO ke calon coinvestor. (Foto: Pexels/rawpixel.com)

SALAH satu tujuan utama dari strategi marketing adalah meyakinkan pasar pada produk atau jasa. Harapannya, akan ada banyak orang yang mengenal perusahaan tersebut, apa yang ditawarkan dan bagaimana berinteraksi dengan produk dan jasa mereka.

Ini juga dibantu penyebarannya lewat word-of-mouth yang berujung pada peningkatan penjualan. Di awal era digital, social media marketing sudah naik daun. Penggunaan platform berbasis internet berfungsi untuk mempromosikan suatu bisnis. Program bounty adalah bagian dari digital marketing dan promosi.

Bounty dalam istilah digital diambil dari platform gaming online yang menawarkan reward untuk berpartisipasi dalam pengembangan game. Bounty biasanya memiliki mekanisme reward yang ditawarkan oleh perusahaan kepada individu.

cryptocurrency
Mengenalkan produk dan jasa pada pasar dan mendapatkan reward. (Foto: Pexels/Kaboompics.com)

Artinya, perusahaan yang mengenalkan produk atau jasa juga menawarkan reward sebagai ganti untuk melakukan tugas tertentu. Hal ini mirip dengan barter, perusahaan memberikan reward kepada individu dan individu tersebut melakukan beberapa tugas untuk perusahaan. Ini merupakan pengertian dari iklan bagi banyak perusahaan.

Dalam cryptocurrency, bounty menjadi bagian penting dari kampanye ICO. Banyak start-up yang menggunakan program bounty sebagai bagian dari kampanye ICO mereka. Selama program bounty, ICO menyediakan kompensasi bagi sejumlah tugas seputar marketing, pelaporan bug, atau meningkatkan aspek dari framework cryptocurrency.

Laman Coinvestasi menjelaskan, reward biasanya berbentuk token cryptocurrency atau fiat currency (pilihan ini cukup jarang). Area cryptocurrency haruslah kondusif bagi program bounty. Hal ini karena program tersebut menawarkan reward dan insentif baik bagi start-up cryptocurrency maupun individu.

cryptocurrency
Dibantu penyebarannya lewat word-of-mouth yang berujung pada peningkatan penjualan. (Foto: Pexels/Gratisography)

Biasanya kampanye ICO cryptocurrency yang menggunakan program bounty akan melakukan Pre-ICO bounty atau Post-ICO bounty. Bounty umumnya tidak dilakukan bersama dengan ICO.

Popularitas ICO meningkat pada 2017, begitu juga program bounty. Daya tarik mendapatkan token gratis untuk aktivitas promosi sangat menarik pemerhati crypto. Namun, program bounty berada di bawah pengawasan dari beberapa otoritas keuangan, seperti SEC di Amerika Serikat. Alasannya, program bounty mendorong partisipasi dalam komoditas yang memiliki resiko keuangan.

Poin utama dari pengawasan SEC berdasarkan Howey Test dan bagaimana tes tersebut diaplikasikan kepada program bounty. Faktanya, profit muncul dari usaha promotor pihak ketiga (dalam kasus ini, peserta program bounty), dan kampanye bounty merupakan transaksi kontrak investasi. Ini berarti hampir semua token promosi dari bounty berbentuk sekuritas, yang bersinggungan dengan aturan sekuritas SEC.

SEC juga bukan satu-satunya yang mengawasi. Otoritas keuangan di Inggris pun berpendapat sama. Dengan framework peraturan dalam market crypto yang menjadi lebih jelas, program bounty bisa menarik fokus pengawasan lebih banyak otoritas. (*)

Kredit : paksi

Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH