Profesor MIT Komentari Pembangunan Ibu Kota Baru Indonesia Lawrence Vale, profesor Urban Design and Planning MIT, dalam MIT-ITB Research Partnership. (Foto: Dok. ITB)

MerahPutih.com - Indonesia akan memindahkan ibu kota ke Kalimantan Timur. Saat ini, proses pembangunan ibu kota baru terus berlanjut.

Ilmuwan Massachusetts Institute of Technology (MIT) Amerika Serikat mengingatkan pentingnya mendesain ibu kota negara yang tangguh terhadap iklim.

Pandangan tersebut disampaikan Lawrence Vale, profesor Urban Design and Planning MIT yang menjadi pembicara dalam MIT-ITB Research Partnership dalam bahasan Global Perspectives and Key Issues on National Capital City Relocation and Resilience, Selasa (28/9).

Baca Juga:

Ibu Kota Baru Dilengkapi Bendungan Seharga Rp1,4 Triliun

“Kita perlu mempertimbangkan kota secara holistik menggunakan empati sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara adil. Kita juga perlu merefleksikan identitas profesional kita, sebagai mahasiswa, profesor, ataupun pejabat dalam penekanan isu climate sustainability dalam perencanaan kota, dengan mengurangi kerentanan lingkungan dan menghasilkan ruang publik yang berkualitas dan partisipatif,” papar Vale.

Lawrence Vale mengatakan, dalam membangun permukiman perkotaan yang tangguh terhadap iklim, perlu memperhatikan semua keterampilan desain dalam pengembangan kota secara holistik.

Ia memaparkan berbagai preseden pembangunan ibu kota baru dari seluruh dunia, seperti Washington DC, Brasilia, Abuja, Putrajaya dan lainnya. Berbagai alasan melatarbelakangi pemindahan ibu kota di dunia, seperti keamanan, ekonomi, kapitalisasi, dan tekanan politik.

Gagasan rencana dan kriteria disain ibu kota negara. (ANTARA/Paparan Kementerian PUPR/am/h-fdh)
Gagasan rencana dan kriteria disain ibu kota negara. (ANTARA/Paparan Kementerian PUPR/am/h-fdh)

Vale mengobservasi kondisi Indonesia yang sedang mulai mengadministrasikan ibu kota negara secara eksekutif dan yudikatif lewat berbagai fasilitas yang mulai dibangun, seperti kereta api ke bandara.

Ia menyebut, ada kemiripan antaran ibu kota negara Indonesia dan Putrajaya, sebuah kota di Malaysia. Kedua kota ini sama-sama dikembangkan dari hutan.

Dari situ terdapat pelajaran penting yang dapat dilaksanakan sebagai upaya tanggung jawab terhadap lingkungan kawasan ibu kota negara yang sedikit banyak akan berubah.

Dibutuhkan pertimbangan perancangan dan analisis politik yang serius terkait ini. Upaya yang dilakukan di masa lalu dalam merancang dan mengembangkan kawasan sering kali menjadi kunci dimensi.

Ada empat prinsip untuk mencapai proses perencanaan dan pembangunan kawasan yang adil dan peduli terhadap ketahanan iklim, yaitu fokus terhadap desain lingkungan kota untuk menghindari terlewatinya daya dukung lahan, dukungan terhadap struktur masyarakat, perlu pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan penjaminan keamanan serta pendekatan kota yang adil dan legal.

Baca Juga:

PUPR Berharap 2021 Konstrusi di Ibu Kota Baru Dimulai

Di sisi lain, program yang dikembangkan dalam IKN harus mempertahankan desain dan perencanaan lingkungan yang eco-friendly.

Maka, urgensi pemerintah sebagai pemegang kebijakan dan pihak yang dapat mengintervensi sangat dibutuhkan dalam menjaga kawasan lindung, termasuk ruang terbuka hijau, sekaligus memberikan rasa keamanan bagi masyarakat yang kelak tinggal di ibu kota negara.

Dibutuhkan pula solidaritas kolektif antarmasyarakat. Sehingga basis masyarakat informal perlu dipertimbangkan dalam perencanaan ibu kota negara.

Sustainability "ketahanan" kota yang adil berkaitan dengan upaya pemerintah mengatur area dan manusia yang ada di dalamnya. Maka rancangan ibu kota seharusnya dibuat lebih holistik dengan fokus terhadap alokasi fasilitas utama pemerintah nasional di zona tertentu. (Iman Ha/Jawa Barat)

Baca Juga:

Kemenko Marves Terus Jalin Komunikasi dengan Investor Terkait Pembangunan Ibu Kota Baru

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Anies Diminta Tak Giring Opini Ihwal Pemilihan Gubernur
Indonesia
Anies Diminta Tak Giring Opini Ihwal Pemilihan Gubernur

Undang-Undang ini dibuat sebelum Anies terpilih menjadi Gubernur DKI

Kuota Haji 2023 Diharapkan Capai 100 Persen
Indonesia
Kuota Haji 2023 Diharapkan Capai 100 Persen

Kuota jamaah haji Indonesia tahun depan kemungkinan akan meningkat dibandingkan 1443 Hijriah yang hanya 100.051 orang.

Densus 88 Ungkap Rencana Teror Tiga Pelaku yang Ditangkap di Kalimantan Tengah
Indonesia
Densus 88 Ungkap Rencana Teror Tiga Pelaku yang Ditangkap di Kalimantan Tengah

Dari hasil penyelidikan diketahui ketiga terduga teroris berencana untuk melakukan sejumlah aksi teror di Tanah Air.

Mabes Polri Rekrut 56 Eks Pegawai KPK, Kekisruhan TWK Diharapkan Berakhir
Indonesia
Mabes Polri Rekrut 56 Eks Pegawai KPK, Kekisruhan TWK Diharapkan Berakhir

Perekrutan untuk memperkuat Bareskrim Polri dan kebijakan Kapolri itu dinilai sangat responsif dan solutif.

PDIP Ingatkan Kader Tak Terbawa Arus Capres, Hasto: Komando di Tangan Ketum
Indonesia
PDIP Ingatkan Kader Tak Terbawa Arus Capres, Hasto: Komando di Tangan Ketum

Hasto mengingatkan pilpres kewenangan ibu ketua umum. Yang perlu dilakukan adalah gerak ke bawah, pergerakan ke rakyat membantu rakyat

Atur PTM 100 Persen, Pemerintah Terbitkan SKB 4 Menteri Terbaru
Indonesia
Atur PTM 100 Persen, Pemerintah Terbitkan SKB 4 Menteri Terbaru

Pemerintah menerbitkan surat keputusan bersama (SKB) terbaru mengenai pembelajaran tatap muka 100 persen pada masa pandemi COVID-19. SKB itu diputuskan melalui Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri.

Kedelai Mahal dan Langka, Pemerintah Diminta Respons Cepat
Indonesia
Kedelai Mahal dan Langka, Pemerintah Diminta Respons Cepat

Pemerintah harus segera melakukan stabilisasi harga sehingga tidak ada gejolak di masyarakat dan para perajin tahu-tempe.

Jelang Idul Adha, Pemerintah Diminta Serius Atasi Wabah PMK
Indonesia
Jelang Idul Adha, Pemerintah Diminta Serius Atasi Wabah PMK

Anggota DPR RI, Abdul Wachid meminta pemerintah agar lebih serius lagi menangani persoalan wabah PMK

Capaian Kejagung Selama 2021
Indonesia
Capaian Kejagung Selama 2021

Kejagung juga telah menorehkan prestasi sepanjang 2021 dalam hal penanganan perkara perdata dan tata usaha negara

Presiden El-Sisi Undang Jokowi Hadiri COP27 di Mesir
Indonesia
Presiden El-Sisi Undang Jokowi Hadiri COP27 di Mesir

Menlu Mesir Sameh Shoukry menyampaikan undangan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi kepada Presiden Joko Widodo untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perubahan Iklim atau COP27 di negara tersebut.