Profesi yang Tergerus Teknologi Transportasi Ada beberapa profesi yang tergerus sejalan dengan kemajuan teknologi transportasi. (Foto: MP/Suryo)

KEMAJUAN teknologi tak dapat dibendung. Semua sektor kehidupan manusia sudah menggunakan inovasi teknologi yang membantu memudahkan semua aspeknya. Tak terkecuali di bidang transporatsi yang semakin modern dan mudah juga nyaman.

Tahulah kamu seiring dengan perkembangan teknologi itu membuat beberapa profesi menjadi tersingkirkan. Ini adalah konsekuensi dari perkembangan teknologi. Penelusuran merahputih.com menemukan beberapa profesi yang sudah tidak terlihat atau perlahan menghilang.

Baca Juga:

Masyarakat Enggan Naik Transportasi Umum, Ini Kata Pengamat Tata Kota


1. Penjaga gerbang tol

transportasi
Sistem otomatisasi gerbang tol untuk menimalisir kemacetan. (Foto: Pixabay/Stinkbug9999)

Otomatisasi atau yang lebih dikenal dengan sistem robot dapat menggantikan peran manusia dalam melakukan pekerjaan. Salah satunya adalah penjaga gerbang tol yang harus menyingkir karena penerapan transaksi non tunai di seluruh gerbang tol pada Oktober 2017. Sedikit banyak kehadiran penjaga gerbang tol sudah tak lagi dibutuhan, meskipun ada beberapa ruas tol yang masih memakai mereka. Sistem ini memberikan manfaat yang cukup besar bagi para pengguna jalan tol agar proses transaksi lebih cepat dan tidak menimbulkan kemacetan.


2. Kenek

trnasportasi
Di Jakarta tidak ada lagi kehadiran kenek pada moda transportasi umum. (Foto: MP/Suryo)


Profesi ini sering kita jumpai pada angkot, bus dan metro mini. Kenek merupakan profesi yang bisa dikatakan berbahaya sebab mereka bergelantungan di sisi kiri kendaraan yang melaju yang terkadang sangat kencang. Mereka berteriak kepada setiap orang untuk mengajak naik kendaraan sesuai dengan tujuan mereka. Melihat mereka seperti melihat pemain sirkus penuh atraksi. Bergelantungan dan melompat dengan sigap. Bisa jadi profesi ini masih ada di beberapa propinsi, namun kehadirannya di Jakarta sudah punah.

Baca Juga:

Kota-Kota Dengan Transportasi Terbaik di Dunia!

3. Kondektur kereta

transportasi
Kondektur kereta sudah tidak seperti dahulu. (Foto: Pexels/Mateusz Turbi?ski)


Kondektur bertanggung jawab dalam tugas operasi kereta dan keselamatan penumpang. Syarat untuk menjadi kondektur biasanya cukup banyak, mulai dari pendidikan menengah, sehat jasmani dan rohani, dan penampilan yang baik. Beberapa kereta masih menggunakan kondektur untuk memberikan pengumuman dan membuka tutup pintu. Namun, kemajuan otomatisasi memungkinkan sebagian besar kereta tidak menggunakan kondektur, meskipun di beberapa negara masih mempekerjakan kondektur. Pada masa ini kondektur kereta masih terlihat pada kereta jarak jauh, tugas mereka memeriksa kelengkapan tiket penumpangnya. Itupun dilakukan tidak sesering dahulu, hanya pada saat keberangkatan dan setelah berangkat dari stasiun besar lainnya sepanjang jalur yang dilalui.

4. Penjaga loket kereta

transportasi
Kehadiran penjaga loket di stasiun kereta perlahan tersingkir. (Foto: PT KAI)


Kalau melihat commuter line di Jabodetabek, kehadiran penjaga loket kereta yang menjual tiket perjalanan sudah tidak sebanyak dahulu. Penjualan tiket dilayani dengan vending machine. Pembelian tiket saat ini sudah umum dilakukan melalui aplikasi perjalanan atau gerai penjualan lainnya. Di stasiun kereta bisa dikatakan sudah minim penjualan tiket. (And)


Baca Juga:

'Let's Confuse Kids Nowadays', Mengenang 4 Transportasi Legendaris Ibu Kota!



Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH