Produksi Massal Kalung Anti-Corona Hanya Menghamburkan Anggaran Negara Produk antivirus berbahan tanaman eucalyptus hasil inovasi Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian (ANTARA/Badan Litbang Pertanian)

MerahPutih.com - Pengamat Kebijakan Publik Trubus Rahadiansyah menilai langkah Kementerian Pertanian (Kementan) yang berencana memperbanyak produksi kalung yang diklaim dapat membunuh virus corona belum jelas kualitasnya.

Dosen Universitas Trisakti tersebut menilai rencana pemerintah untuk memperbanyak produksi kalung tersebut hanya menghamburkan anggaran negara.

Baca Juga

Kalung Anti-Corona Picu Polemik, Nasib Mentan Syahrul Yasin di Ujung Tanduk

“Itu sebenarnya kebijakan yang keliru. Kedua, itu pemborosan anggaran, membuang anggaran saja,” ujar Trubus kepada wartawan di Jakarta, Rabu (8/6).

Dia melanjutkan, ranah kesehatan publik seperti ini seharusnya dipegang oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Sehingga menurutnya, akan salah tupoksi jika Kementan memproduksi kalung yang diklaim dapat membunuh virus corona.

“Seharusnya ini dikoordinasikan ke Kemenkes. Nanti Kemenkes akan mengeluarkan surat edaran atau Permenkes, disosialisasikan ke masyarakat, dari pemerintah pusat ke pemda, jadi enggak seperti ini main mau produksi massal,” katanya.

Trubus menilai, ada indikasi lain dari pernyataan Mentan tersebut. Salah satunya terkait isu reshuffle yang saat ini tengah beredar. Namun, jika dilihat dari sisi positif, penelitian yang dilakukan tersebut termasuk salah satu inovasi yang cukup baik. Perlu dikembangkan lebih lanjut sehingga tak menimbulkan persepsi yang salah di masyarakat.

“Jangan sampai jadinya seperti pembodohan publik. Tapi kita apresiasi inovasinya,” katanya.

Pengamat Kebijakan Publik Trubus Rahadiansyah

Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto angkat bicara. Kalung yang dimaksud adalah kalung berisi eukaliptus (kayu putih) bertulisan 'Antivirus Corona, Eucalyptus'. Terawan mengaku belum mempelajari soal kalung ini.

"Tadi, mengenai apa tadi, kalung dan sebagainya, saya malah tidak, belum terlalu mempelajari isinya apa," kata Terawan.

"Tapi yang penting intinya adalah kalau itu membuat secara psikologis dan mentality itu percaya dan yakin ya, imunnya naik menghadapi situasi COVID, ini kan bukan sekadar badan sehat saja, tapi mental harus sehat, sehingga imunnya naik. Kalau imunitasnya turun karena kesediaan pun makan itu banyak khawatir banyak, ya imunnya turun," sebut Terawan.

Terawan menegaskan imunitas sangat penting di tengah pandemi COVID-19. Penerapan protokol kesehatan dan olahraga, menurut Terawan, juga harus diperhatikan.

"Dan itu sangat penting imunitas yang tinggi, baik karena dia yakin kemudian kegiatannya juga olahraganya cukup, makan makanan bergizi yang cukup, istirahat yang cukup, seperti sering dikemukakan oleh kepala Gugus Tugas sebagai empat sehat lima sempurna, menerapkan protokol kesehatan, saya kira semuanya akan baik-baik saja," ucap Terawan.

Kalung ini awalnya diperkenalkan oleh Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo. Produk yang diklaim sebagai 'antivirus' Corona ini akan diproduksi Kementerian Pertanian.

"Ini antivirus hasil Balitbangtan, eukaliptus, pohon kayu putih. Dari 700 jenis, 1 yang bisa mematikan Corona hasil lab kita. Dan hasil lab ini untuk antivirus. Dan kita yakin. Bulan depan ini sudah dicetak, diperbanyak," kata Mentan Syahrul Yasin Limpo usai menemui Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat (3/7).

Belakangan, Kementan menjelaskan soal kalung 'antivirus' Corona yang kini jadi sorotan publik. Kalung tersebut diklaim bukan obat.

Kepala Balai Besar Penelitian Veteriner Kementerian Pertanian Indi Dharmayanti menjelaskan semua inovasi yang dilakukan Kementan masih dalam tahap invitro dengan proses riset dan penelitian yang masih panjang.

Baca Juga

DPR Sebut Kalung Anti-COVID-19 Kementan Mirip Balsem

"Sebenarnya bukan obat untuk Corona, karena riset masih terus berjalan. Tapi ini adalah ekstrak dengan metode desilasi untuk bisa membunuh virus yang kita gunakan di laboratorium. Toh sesudah kita lakukan screening ternyata eucalyptus ini memiliki kemampuan membunuh virus influenza, bahkan Corona," katanya dalam keterangan tertulis, Minggu (5/7). (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
KKP Tertibkan Nelayan di Lampung yang Gunakan Alat Penangkap Ikan 'Trawl'
Indonesia
KKP Tertibkan Nelayan di Lampung yang Gunakan Alat Penangkap Ikan 'Trawl'

Saat ini ketiga alat penangkapan ikan trawl tersebut telah diamankan

Ikuti Jejak Sang Ayah, Saka Putra Didi Kempot Launching Single Gelang Putih
Indonesia
Ikuti Jejak Sang Ayah, Saka Putra Didi Kempot Launching Single Gelang Putih

Launcing ditandai dengan pemotongan nasi tumpeng oleh istri almarhum Didi Kempot, Yan Vellia.

3 Hal Langka Ini akan Terjadi di Yogyakarta Saat Equinox
Indonesia
3 Hal Langka Ini akan Terjadi di Yogyakarta Saat Equinox

Fenomena Equinox akan terjadi di Kota Yogyakarta, Rabu (23/9).

Sehari Positif COVID Naik Nyaris 100%, Khofifah Bingung Warga Masih Nekat 'Trek-trekan'
Indonesia
Sehari Positif COVID Naik Nyaris 100%, Khofifah Bingung Warga Masih Nekat 'Trek-trekan'

Pakai motor bareng-bareng dengan suara mesin knalpot yang kencang sampai pukul 23.30 WIB.

Prosesi Rebutan Garebeg Keraton Jogja Ditiadakan Selama Masa Corona
Indonesia
Prosesi Rebutan Garebeg Keraton Jogja Ditiadakan Selama Masa Corona

Peniadaan prosesi ini dilakukan untuk menghindari terciptanya kerumuman selama masa tanggap darurat corona.

Divonis Senat Bebas, Donald Trump Jadi Presiden AS Ketiga Lolos dari Pemakzulan
Dunia
Divonis Senat Bebas, Donald Trump Jadi Presiden AS Ketiga Lolos dari Pemakzulan

Senat AS membebaskan Donald Trump dari dakwaan pemakzulan

Peradilan Etik Penyelenggara Pemilu Dicontoh Berbagai Negara
Indonesia
Peradilan Etik Penyelenggara Pemilu Dicontoh Berbagai Negara

Core business penyelenggara pemilu adalah public trust. Kalau bisa mengelola kepercayaan itu dengan baik maka akan menghasilkan pilkada atau pemilu yang berintegritas.

Wagub DKI: Virus COVID-19 Lebih Bahaya dari Perang Antar-Negara
Indonesia
Wagub DKI: Virus COVID-19 Lebih Bahaya dari Perang Antar-Negara

Jakarta saat ini masih dalam keadaan bahaya dengan mewabahnya virus corona.

Dalam Tiga Bulan Mendatang Permintaan Kredit Rumah Bakal Meningkat
KPR
Dalam Tiga Bulan Mendatang Permintaan Kredit Rumah Bakal Meningkat

Di sisi responden rumah tangga, terdapat indikasi peningkatan pangsa responden yang berencana untuk melakukan penambahan pembiayaan

Pasien Positif Corona Kabur dari RSUP Persahabatan Sejak Minggu Lalu
Indonesia
Pasien Positif Corona Kabur dari RSUP Persahabatan Sejak Minggu Lalu

RS Persahabatan merupakan salah satu rumah sakit rujukan yang ditunjuk pemerintah untuk tangani pasien virus Corona.